Broker adalah pihak yang mempertemukan penjual dan pembeli, bisa berupa perorangan maupun lembaga atau institusi, baik milik pemerintah maup...

Broker adalah pihak yang mempertemukan penjual dan pembeli, bisa berupa perorangan maupun lembaga atau institusi, baik milik pemerintah maupun swasta. Broker Forex adalah broker yang mempertemukan para pelaku pasar dalam kegiatan forex trading, atau perdagangan valas. Pada artikel ini kami sajikan ulasan singkat sejumlah Broker Forex Indonesia yang terbaik dan terpercaya berdasarkan parameter-parameter di bawah ini.

Kriteria Memilih Broker Forex Terpercaya

Memilih broker forex memang tidak boleh sembarangan, minimal kita harus memperhatikan segi keamanan dari modal yang kita tanamankan. Salah satu kriteria utama dalam memilih broker forex adalah regulasi. Pastikan untuk memilih broker forex teregulasi di negara masing-masing, atau dikenal dengan istilah regulated broker. Berikut beberapa parameter dalam memilih broker forex terbaik dan terpercaya:

Regulated Broker

Broker forex yang kita pilih harus dipastikan terdaftar dalam lembaga yang berwenang untuk memberikan ijin kegiatan perdagangan berjangka di negara bersangkutan, contoh lembaga atau institusi dimaksud antara lain:
  • Amerika Serikat : Futures Commission Merchant (FCM), Commodity Futures Trading Commission (CFTC), dan National Futures Association (NFA)
  • Inggris : Financial Service Authority (FSA)
  • Jepang : Financial Service Agency (FSA)
  • Indonesia : Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka dan Komoditi (BAPPEPTI)
Pastikan bahwa broker forex terpilih harus terdaftar di badan regulasi di masing-masing negara. Khusus untuk Indonesia, Anda bisa mengunjungi http://www.bappebti.go.id/id/api/pialang/index.html, kemudian cari perusahaan pialang atau broker yang Anda pilih. Jika terdaftar, berarti broker forex yang bersangkutan terlah regulated.

Broker Harus Memiliki Alamat Jelas

Usahakan untuk memilih broker dengan alamat yang jelas. Hal ini sangat penting, terutama jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Dengan alamat yang jelas, kita bisa dengan mudah melacak atau melaporkan broker yang bersangkutan jika terjadi masalah. Pastikan bahwa alamat broker forex yang dipilih sesuai dengan alamat yang tercantum dalam regulasi BAPPEPTI.

Mengapa Memilih Broker Forex Indonesia?

Untuk bisa menjalankan bisnis forex trading, tentu kita harus memiliki akun dan mengisi dana atau deposit sebagai modal. Setelah mendaftar pada salah satu broker forex, tentunya Anda harus melakukan deposit sejumlah tertentu. Keuntungan memilih broker forex Indonesia adalah kemudahan dalam deposit dan penarikan dana dalam akun Anda. Hal ini sangat penting, terutama kemudahan dalam proses penarikan atau withdraw. Tujuan kita dalam bisnis forex trading atau perdagangan berjangka dengan instrumen lain tentunya untuk mencari keuntungan. Jika proses penarikan keuntungan ini berbelit-belit, tentu akan menyulitkan dan merugikan. Oleh karena itu, memilih broker forex Indonesia menjadi salah satu opsi agar proses tersebut berjalan dengan mudah.

Daftar Broker Forex Indonesia

Berikut ulasan singkat sejumlah broker forex Indonesia, dimana pada saat artikel ini dibuat, sudah kami cek regulasinya di BAPPEPTI.

FOREXimf.com

FOREXimf.com merupakan merek dagang perusahaan pialang PT. International Mitra Futures. Beralamat di Multivision Tower Lt. 20, Jl. Kuningan Mulia Lot 9B Komplek Kuningan Persada Jakarta Selatan 12980. PT. International Mitra Futures termasuk salah satu perusahaan pialang berjangka resmi Indonesia, berkomitmen untuk memberikan jaminan transaksi bagi para nasabahnya. Perusahaan ini menyediakan informasi berbagai instrumen derivatif, seperti Foreign Exchange atau forex, Stock Index Futures dan Komoditi sesuai standart spesifikasi Bursa Berjangka Jakarta. Dengan berpegang pada profesionalisme, PT. International Mitra Futures senantiasa akan memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah, serta mewujudkan sistem perdagangan yang bonafit, aman, dan transparan.

Regulasi atau Legalitas Perusahaan
  1. Ijin Pialang BAPPEBTI (No. 736/BAPPEBTI/SI/6/2005)
  2. Ijin Perubahan Alamat PT. International Mitra Futures di Jakarta (No.99/Bappebti/PA/08/2012)
  3. Anggota Jakarta Futures Exchange atau Bursa Berjangka Jakarta (SPAB – 104/BBJ/12/04)
  4. Anggota Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (No.073/SPKB/ICDX/Dir/II/2012)
  5. Anggota Indonesian Derivatives Clearing House atau Kliring Berjangka Indonesia (No.57/AK-KBI/IV/2007)
  6. Anggota Indentrust Security International for Multilateral Trading Product (No.047/SK-AK/Dir/ISI-IMF/09/2012)
  7. Anggota Indentrust Security International for OTC Trading Product (No.008/OTC/ISI/Dir/IX/2012)
  8. Anggota Identrust Security International Clearing : 047/SPKK/ISI-IMF/IX/2012

Untuk mendaftar akun baru di broker ini sangat mudah. Hanya menyediakan beberapa persyaratan, seperti Kartu Identitas (KTP/SIM/Paspor), Proof Of Residence (tagihan kartu kredit/listrik/telepon/NPWP/buku tabungan, yang menunjukkan alamat yang sama dengan kartu identitas), dan foto terbaru. Kunjungi website resminya di http://www.foreximf.com.

Garuda Berjangka

Garuda Berjangka adalah perusahaan perdagangan berjangka atau broker resmi Indonesia yang didirikan pada tahun 2009. Garuda Berjangka terdaftar secara resmi di BAPPEBTI sebagai pialang berjangka dengan nomor ijin 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005. PT. Garuda Berjangka beralamat di Plaza BII Menara 3 Lantai 3, Jl. MH. Thamrin No. 51 Jakarta 10350, Indonesia, sesuai dengan alamat yang terdaftar di BAPPEBTI. Garuda Berjangka melayani perdagangan derivatif, terutama untuk beberapa instrumen, seperti valas dan saham. Berpegang pada filosofi bisnisnya yang berbasis pada kemitraan, transparansi dan keadilan, broker forex ini berkomitmen untuk memberikan layanan trading berkualitas tinggi.

Regulasi atau Legalitas Perusahaan
  1. Ijin Pialang BAPPEBTI (No. 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005, 19 April 2005)
  2. Anggota Jakarta Futures Exchange atau Bursa Berjangka Jakarta (No. PAB-084/BBJ/09/04, 2 september 2004)
  3. Anggota Indonesian Derivatives Clearing House atau Kliring Berjangka Indonesia (No. 13/K-KBIPN/II/2010, 17 Febuari 2010)
Untuk pendaftaran akun baru di Garuda Berjangka cukup mudah, silahkan website resmi Garuda Berjangka.

Terima kasih atas kunjungan Anda, semoga informasi tentang Broker Forex Indonesia, Terbaik & Terpercaya bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Daftar Istilah Seputar Forex – Pada artikel kali ini, kami akan menyajikan beberapa definisi atau pengertian mengenai istila-istilah pentin...

Daftar Istilah Seputar Forex – Pada artikel kali ini, kami akan menyajikan beberapa definisi atau pengertian mengenai istila-istilah penting yang biasa digunakan dalam Forex Trading. Agar lebih

Kutu Daun Myzus Persicae merupakan hama utama pada tanaman, bersifat polyfag, hampir semua jenis tumbuhan terserang oleh serangga ini. Tingk...

Kutu Daun Myzus Persicae merupakan hama utama pada tanaman, bersifat polyfag, hampir semua jenis tumbuhan terserang oleh serangga ini. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan mulai dari sedang hingga tinggi. Pada serangan berat, bisa mengakibatkan gagal panen. Kutu Daun Myzus Persicae merupakan serangga vektor penular berbagai jenis virus pada tanaman, sehingga keberadaannya sangat membahayakan petani.

Klasifikasi Kutu Daun Myzus Persicae

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Hemiptera
Family: Aphididae
Genus: Myzus
Species: M. persicae

Anggota family Aphididae ini selalu berwarna hijau ketika fase bersayap (dewasa). Sedangkan pada fase aptarae bisa berwarna kuning, hijau atau merah. Keturunannya mengikuti warna induknya. Siklus hidupnya identik dengan family aphididae lain (lihat pada artikel Kutu Daun Aphis Gossypii). Serangga betina bersifat partenogenesis, mampu menghasilkan keturunan meskipun tanpa kehadiran serangga jantan. Kutu betina bagaikan mesin, akan menghasilkan keturunan setiap 20 menit.

Jenis Tanaman Terserang

Kutu Daun Myzus Persicae menjadi momok bagi petani, terutama petani hortikultura. Resiko kerugian akibat serangan hama ini sangat tinggi, karena menjadi penular virus. Jika populasi tidak terkendali, area pertanaman bisa habis tertular virus. Beberapa jenis tanaman terserang antara lain kentang, tembakau, cabe, tomat, terung, jagung, kacang panjang, buncis, semangka, melon, timun, anggrek, jambu, jeruk, dll.

Geala Serangan

Biasanya terdapat sekumpulan serangga terutama pada daun muda. Pertumbuhan tunas akan terganggu, daun mengerupuk, tanaman tampak mengerdil. Serangan pada bunga dapat mengakibatkan kerontokkan. Serangga ini tergolong sangat rakus, bagian tanaman yang sudah terpotong tetap dihisap cairannya. Biasanya bersembunyi pada permukaan daun bagian bawah atau pada lipatan tunas yang baru tumbuh.

Pengendalian Serangan Kutu Daun Myzus Persicae

Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan penggiliran tanaman, sanitasi lahan (pembersihan gulma), pemasangan yellow trap, dll. Jika serangan masih sirang, dapat dilakukan dengan membunuh kutu langsung menggunakan tangan. Jika tanaman terlanjur terserang virus, segera musnahkan dari lahan.

Kutu Daun Myzus Persicae

Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, dimetoad, fipronil, lamdasihalotrin, dan klorpirifos. Penyemprotan dilakukan secara rutin dengan interval 5 hari sekali, terutama pada musim kemarau. Lakukan penggantian bahan aktif setiap kali penyemprotan secara bergilir untuk menghindari resistensi terhadap bahan aktif tertentu.

Kutu Putih Pseudococcus sp. merupakan salah satu hama utama yang harus dikendalikan oleh petani atau pembudidaya tanaman. Bersifat polifag,...

Kutu Putih Pseudococcus sp. merupakan salah satu hama utama yang harus dikendalikan oleh petani atau pembudidaya tanaman. Bersifat polifag, hampir semua jenis tanaman berpotensi terserang oleh kutu putih. Tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh serangan Pseudococcus sp. mulai dari sedang hingga tinggi. Pada serangan tinggi, resiko yang ditimbulkan bisa mengakibatkan kegagalan budidaya.

Klasifikasi Kutu Putih Pseudococcus sp.

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Hemiptera
Suborder: Sternorrhyncha
Family: Pseudococcidae
Genus: Pseudococcus

Anggota family Pseudococcidae memiliki serbuk putih menyerupai lilin yang membungkus seluruh bagian tubuhnya. Serbuk lilin tersebut melindunginya dari serangan predator, bahkan bisa membuat aplikasi pestisida tidak efektif jika tidak disertai surfaktan yang kuat. Biasanya hama ini bersarang di buku-buku tanaman atau permukaan daun muda, dan bisa merusak ujung akar maupun batang bawah tanaman. Berbagai jenis tanaman bisa terserang oleh kutu putih, terutama tanaman buah dan tanaman hias.

Gejala Serangan

Tanaman gagal membentuk tunas baru, daun tua akan menguning, layu, dan rontok satu per satu. Bagian akar menjadi kempis, permukaan cekung, dan tampak kurus. Pada serangan parah, tanaman akan menguning, layu, lalu mati.

Kutu Putih Pseudococcus sp

Penyebab

Karena berukuran sangat ringan, kutu putih mudah berpindah tempat, sehingga tingkat penyebarannya sangat tinggi, terutama pada musim kemarau. Selain mampu berpindah sendiri, penyebaran juga bisa dibantu oleh angin, manusia, atau burung. Adanya lapisan lilin di tubuhnya membuat kutu putih mudah melekat pada apa saja, termasuk pakaian, alat kebun, dan kaki burung.

Siklus hidupnya berlangsung antara 1-5 bulan, tergantung pada spesies, iklim, dan tempat tumbuh. Setiap tahun, kutu putih mampu menurunkan 2-4 generasi. Imago betina dapat menghasilkan telur sebanyak 300-500 butir, dan akan menetas 6-20 hari kemudian.

Upaya Pengendalian

Jika tampak kutu putih di media tanam atau tanah, kemungkinan akar sudah terserang. Bagian tanaman yang rusak biasanya dijadikan sebagai tempat persembunyian. Musnahkan segera tanaman terserang. Lakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif imidakloprid, asetamiprid, lamda sihalotrin, dan klorpirifos. Penyemprotan dilakukan dengan interval 4 hari sekali, dengan menyelingan bahan aktif setiap kali semprot.

Penyakit Busuk Akar dan Rebah Semai biasanya menyerang tanaman saat masih di pembibitan dan tanaman muda di lahan. Penyakit ini disebabkan o...

Penyakit Busuk Akar dan Rebah Semai biasanya menyerang tanaman saat masih di pembibitan dan tanaman muda di lahan. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani, yang biasanya menyerang tanaman berbatang lunak, seperti anggrek, kubis, kentang, cabai, tomat, serta beberapa jenis tanaman hortikultura lain. Tingkat kerusakan akibat serangan Rhizoctonia solani antara sedang hingga berat. Jika terjadi serangan berat, dan penanganan terlambat, maka bisa mengakibatkan bibit tanaman di area persemaian habis. Jika terjadi serangan berat di lahan, maka harus dilakukan penanaman ulang, sehingga biaya produksi akan membengkak. Rhizoctonia solani merupakan cendawan yang sangat berbahaya, oleh karena itu, pembudidaya harus mewaspadai kehadiran cendawan ini, dengan melakukan berbagai upaya pencegahan, sehingga kerugian tidak terlalu besar.

Penyakit Rhizoctonia solani bisa menyerang umbi, akar, dan batang tanaman. Penyakit ini memang begitu tersohor lantaran bisa menggagalkan kegiatan dan tujuan budidaya. Begitu seringnya menyerang tanaman, baik di pembibitan, lahan, sehingga petani sudah cukup familiar dengan nama busuk Rhizoctonia. Bukan hanya menyerang pada fase penanaman, bahkan umbi kentang di gudang penyimpanan juga bisa terinfeksi oleh cendawan ini.

Gejala Serangan

Tanaman terserang akan menunjukkan gejala fisiologis, seperti daun menguning, keriput, dan beberapa waktu kemudian akan layu. Gejala lain yang ditunjukkan adalah tanaman kerdil, pertumbuhan tidak sehat dan tidak sempurna, dan akhirnya mati. Pada tanaman kentang, umbi yang terserang akan kerdil, karena cendawan ini menyerap sebagian besar nutrisi yang mengalir. Tunas-tunas baru yang muncul akan membusuk sebelum mampu keluar dari permukaan tanah. Pada tanaman jagung, akan mengalami hawar pelepah, sedangkan pada tanaman cabai, terong, dan tomat, biasanya menyerang pada fase pembibitan dan tanaman muda. Batang tanaman yang masih kecil akan mengerut, kemudian mati.

Rhizoctonia solani

Penyebab

Spora cendawan yang berada di permukaan tanah menempel pada tanaman, melalui perantara air, peralatan, maupun manusia. Spora akan berkembang menjadii miselium yang menyerang jaringan tanaman. Sirkulasi udara yang kurang baik, sehingga berpotensi meningkatkan kelembaban, disertai drainase yang buruk di sekitar area penanaman, dapat memicu dan memberikan peluang cendawan untuk terus berkembang dan menginfeksi tanaman lain.

Upaya Pengendalian

Agar tidak terjadi serangan parah yang berpotensi menimbulkan kerugian besar, pembudidaya harus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan serangan cendawan Rhizoctonia solani. Secara teknis dapat dilakukan dengan cara mengatur drainase agar tidak terjadi genangan di sekitar area penanaman. Perbaiki sirkulasi udara, terutama di sekitar rumah pembibitan, bila perlu gunakan kipas angin secara berkala. Jangan lakukan penyiraman secara berlebihan, yang berpotensi meningkatkan kelembaban media tanam.

Secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida ada pembibitan dan tanaman muda di lahan yang baru saja pindah tanam. Namun perlu diingat, pada saat melakukan penyemprotan dosis dan konsentrasi pestisida jangat terlalu pekat, usahakan hanya memberikan setengah dari dosis tanaman dewasa, agar daun tanaman yang masih muda tidak terbakar. Alternatif bahan aktif yang bisa digunakan adalah azoksistrobin, difenokonazol, tebuconazole, simoksanil, atau propamokarb hidroklorida.

Kutu Daun Aphis Gossypii merupakan hama penghisap yang sangat membahayakan tanaman, karena serangga ini juga berperan sebagai vektor penula...

Kutu Daun Aphis Gossypii merupakan hama penghisap yang sangat membahayakan tanaman, karena serangga ini juga berperan sebagai vektor penular berbagai macam virus. Kutu Aphis bersifat polifag, menyerang berbagai jenis tanaman, termasuk gulma. Kerugian akibat serangan hama ini bisa sangat besar, apalagi jika tanaman terserang sudah terinfeksi virus pada fase-fase awal pertumbuhan. Oleh karena itu, pembudidaya harus mewaspadai munculnya kutu daun Aphis Gossypii, terutama pada musim kemarau.

Kutu Aphis Gossypii menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan, sehingga mengakibatkan bagian tanaman terserang akan terhambat pertumbuhannya. Selain kerusakan pada tanaman, hama ini juga menjadi vektor utama beberapa jenis virus, sehingga sangat berbahaya. Seperti halnya kutu-kutu penghisap lain, Aphis Gossypii juga menghasilkan kotoran berupa cairan manis yang disukai semut. Serangga betina dapat menghasilkan keturunan tanpa adanya serangga jantan (partenogenesis). Dalam satu musim, kutu ini selalu ada dalam berbagai stadium.

Klasifikasi Aphis Gossypii

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Hemiptera
Family: Aphididae
Genus: Aphis
Species: Aphis Gossypii

Gejala Serangan

Aphis Gossypii menghisap cairan tanaman, terutama pada bagian daun, sehingga bagian tepi daun akan mengerut dan menggulung. Bentuk daun akan mengeriting, kerdil, dan akhirnya rontok. Pertumbuhan tunas, daun, dan bunga akan terganggu, sehingga tanaman akan mengalami keterlambatan pertumbuhan. Kutu ini akan mengeluarkan cairan kental manis, sehingga berpotensi menimbulkan serangan cendawan jelaga di permukaan daun yang mengakibatkan proses fotosintesis terganggu.

Penyebab Serangan

Serangan berat biasanya terjadi pada musim kemarau. Populasi kutu bisa meledak sangat besar, lantaran serangga betina bisa berpartenogenesis untuk menghasilkan keturunan. Oleh karena itulah Aphis Gossypii mampu bereproduksi setiap saat. Di daerah tropis, terutama dataran rendah hingga menengah, Aphis Gossypii berkembang sangat pesat. Ledakan populasi kutu ini terutama terjadi pada musim kemarau. Tumbuhnya tunas-tunas baru pada tanaman akan menarik serangga penghisap ini untuk datang.

Siklus Hidup Aphis Gossypii

Reproduksi kutu ini terjadi dalam dua cara, yaitu seksual dan aseksual. Pada kondisi udara dingin, proses reproduksi biasanya terjadi secara aseksual, serangga betina mampu menghasilkan ribuan Aphis baru tanpa kawin dan terjadi dalam waktu 4-6 minggu. Nimfa yang dihasilkan akan melewati empat fase sebelum menjadi serangga dewasa dalam waktu 8-10 minggu. Serangga dewasa akan bereproduksi dalam 2-3 hari kemudian. Serangga dewasa bersayap, sehingga mampu berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain secara cepat, dan tentu akan mempercepat kerusakan di area budidaya.
Kutu Daun Aphis Gossypii

Pengendalian Kutu Daun Aphis Gossypii

Upaya pengendalian kutu ini harus dilakukan secara komprehensif, baik secara mekanis, teknis budidaya maupun kimiawi. Secara mekanis dapat dilakukan dengan memusnahkan bagian tanaman yang sudah terserang parah. Secara teknis budidaya dapat dilakukan dengan melakukan penanaman serempak untuk memutus siklus perkembangan hama. Selain itu, juga harus memilih tanaman yang tahan terhadap serangan kutu daun dan infeksi virus. Tempatkan perangkap kuning di sekitar area budidaya. Secara kimiawi, bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif lamda sihalotrin, tiametoksam, dimetoat, fipronil, dan imidakloprid. Lakukan penggantian bahan aktif setiap kali penyemprotan. Interval penyemprotan 5 hari sekali pada musim kemarau, dan 7 hari sekali pada musim hujan, dengan dosis dan konsentrasi sesuai pada kemasan. Lihat Petunjuk Aplikasi Pestisida dan Daftar Bahan Aktif Pestisida.

Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Kategori Otomotif, Teknologi, dan Bisnis

Mobil (20) Gadget (15) Motor (12) Internet (11) Teknologi (6) LAIN-LAIN (1)