KHASIAT MAHKOTA DEWA

Herbal mahkota dewa dikenal sebagai salah satu tanaman obat tradisional di Indonesia. Bagian buahnya mengandung zat-zat aktif seperti flavon...

Herbal mahkota dewa dikenal sebagai salah satu tanaman obat tradisional di Indonesia. Bagian buahnya mengandung zat-zat aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, polifenol. Flavonoid berfungsi sebagai antioksidan, melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, mengurangi kandungan kolesterol, mengandung antiinflamasi (antiradang), mengurangi resiko serangan jantung koroner. Alkaloid bersifat detoksifikasi yaitu mampu menetralisir racun di dalam tubuh. Saponin bermanfaat sebagai sumber antibakteri dan antivirus, mampu meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan darah, serta meningkatkan imunitas. Sedangkan polifenol berfungsi sebagai antihistamin (antialergi).

KHASIAT MAHKOTA DEWA
Mahkota Dewa
Penyakit yang dapat disembuhkan dengan mengonkumsi ramuan herbal ini diantaranya kanker dan tumor, penyakit kulit (eksim), kencing manis, tekanan darah tinggi (hipertensi), hepatitis, rematik, asam urat, jantung, dan ginjal. Berikut ini beberapa ramuan herbal obat tradisional alami untuk mengobati berbagai penyakit:

OBAT DIABETES MELITUS

Bahan
Buah mahkota dewa 5–6 buah
Air bersih 5 gelas
Cara Membuat
Cuci buah sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Setelah itu rebus sampai mendidih, biarkan hingga airnya tinggal 3 gelas, saring ramuan.
Minum ramuan obat herbal ini 3 x 1 hari, setiap kali minum sebanyak 1 gelas. Lakukan secara rutin untuk hasil yang optimal.

MENGOBATI HEPATITIS




Bahan
Daging buah mahkota dewa kering 5 gr
Pegagan 15 gr
Sambiloto kering 10 gr
Daun dewa 15 gr
Air bersih 5 gelas
Cara Membuat
Rebus semua bahan sampai mendidih, biarkan hingga tinggal 3 gelas, saring ramuan.
Minum ramuan obat tradisional ini 3 x 1 hari, tiap minum 1 gelas.

OBAT KANKER DAN TUMOR

Bahan
Daging buah mahkota dewa kering 5 gr
Temu putih 15 gr
Sambiloto kering 10 gr
Cakar ayam kering 15 gr
Air bersih 5 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semuah bahan, lalu rebus sampai mendidih, biarkan hingga airnya tinggal 3 gelas, saring.
Minum ramuan obat herbal 3 x 1 hari sebelum makan, tiap minum 1 gelas.

OBAT DISENTRI

Bahan
Kulit buah mahkota dewa kering 5 gr
Air bersih 2 gelas
Cara Membuat
Rebus kulit buah kering sampai mendidih selama 15 menit, setelah itu dinginkan, saring dan minum airnya sekaligus.
Minum ramuan obat herbal ini 2-3 kali sehari.

OBAT GATAL, EKSIM

Bahan
Daun mahkota dewa segar secukupnya
Cara Membuat
Giling sampai halus daun yang masih segar.
Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut
Ganti balutan 2-3 kali sehari.

OBAT ASAM URAT

Bahan
Daging buah mahkota dewa 5 gr
Akar sidaguri 15 gr
Sambiloto kering 10 gr
Air bersih 5 gelas
Cara Membuat
Setelah dicuci bersih, rebus semua bahan dengan lima gelas air bersih sampai mendidih, lalu biarkan hingga airnya tinggal tiga gelas, angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan herbal tradisional ini 3 x 1 hari sebelum makan, setiap kali minum sebanyak 1 gelas.

Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila - Peluang agribisnis perikanan kini banyak diburu masyarakat. Dari banyaknya komoditas perikanan di Indonesia, ikan nila...

Budidaya Ikan Nila - Peluang agribisnis perikanan kini banyak diburu masyarakat. Dari banyaknya komoditas perikanan di Indonesia, ikan nila dapat dikatakan memiliki prospek yang sangat besar. Sejak diperkenalkan tahun 1970, ikan nila terus berkembang dan semakin populer di masyarakat. Bahkan kepopulerannya dapat mengalahkan jenis ikan lain yang telah lebih dulu diperkenalkan di Indonesia.

BUDIDAYA IKAN NILA GIFT

Untuk memenuhi kebutuhan ikan nila, baik kebutuhan benih maupun konsumsi, diperlukan pola pengembangan yang betul-betul terarah. Pola pengembangan tersebut meliputi beberapa subsistem budidaya dari hulu sampai hilir. Hal ini ditujukan untuk mengurangi dampak negatif agar dapat dicapai target produksi optimal. Untuk itu diperlukan cara paling tepat guna mengatasi permasalahan budidaya saat ini, seperti :
  1. Sulitnya mendapatkan induk ikan nila merupakan masalah utama dalam kegiatan budidaya. Kondisi ini mengakibatkan jumlah benih ikan nila berkualitas tidak terpenuhi.
  2. Penyebaran ikan nila berkualitas tinggi harus diawasi dengan ketat agar tidak tercampur dengan ikan nila lain sehingga berpotensi menurunkan kualitas benih nila.
  3. Dalam menciptakan sistem budidaya, perlu dibuat pola produksi yang terarah sesuai konsep agribisnis. Untuk itu diperlukan spesifikasi budidaya mulai dari tahap pembenihan sampai pembesaran ikan nila.

Budidaya Subsistem Pembenihan

Peternak ikan nila pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan induk nila sampai menghasilkan benih tunggal kelamin jantan (monosex) berukuran 3-5 cm. Tujuan menghasilkan benih monosex dikarenakan pada proses budidaya, perkembangan nila jantan dan nila betina lebih cepat nila jantan. Peternak nila pada subsistem ini harus betul-betul mampu menjaga kondisi dan kualitas induk ikan nila yang diberikan.

Budidaya Subsistem Pendederan

Peternak ikan nila pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih ikan nila berukuran 3-5 cm sampai mencapai ukuran 8–10 cm atau 15–20 gr. Tanggung jawab pendeder adalah menjaga agar benih ikan berkualitas tinggi yang dihasilkan dari budidaya subsistem pembenihan tidak tercampur dengan ikan nila lain.

Budidaya Subsistem Pembesaran

Pembudidaya ikan nila pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih nila ukuran 8 – 10 cm sampai mencapai ukuran konsumsi, baik ukuran ikan konsumsi untuk pasar lokal, 200-250 gr, maupun ukuran ikan nila konsumsi untuk ekspor, di atas 500 gram.

Budidaya Subsistem Pengolahan Hasil dan Pemasaran Ikan Nila

Peternak nila pada subsistem ini mengolah hasil subsistem pembesaran mulai dari seleksi ukuran, pemfilletan, pengepakan, penyimpanan, dan pemasaran.

Budidaya Subsistem Penunjang

Pembudidaya nila pada subsistem ini menyediakan sarana dan prasarana produksi yang dibutuhkan keempat subsistem di atas, baik memproduksi sarana dan prasarana produksi tersebut maupun sebagai penyalur.

MENGENAL IKAN NILA GIFT

Morfologi

Dilihat dari samping tubuh ikan nila gift memanjang dengan perbandingan panjang dan tinggi kurang lebih 2 : 1. Sementara perbandingan tinggi dan lebar kurang lebih 4 : 1. Ini menunjukan bahwa tubuh nila gift lebih tebal dibanding nila lokal. Tanda lainnya adalah warna tubuhnya hitam agak keputihan, bagian bawah tutup insang berwarna putih. Sisik ikan nila gift besar, kasar, dan tersusun rapi. Sepertiga sisik bagian belakan menutupi sisik bagian depan. Tubuhnya memiliki garis linea lateralis yang terputus antara bagian atas dan bawahnya. Linea lateralis bagian atas pada nila gift berbentuk memanjang mulai dari tutup insang hingga belakang sirip punggung.

Sementara linea lateralis bagian bawah memanjang mulai dari bagian bawah sirip punggung hingga pangkal sirip ekor. Ukuran kepalanya relatirf kecil dengan mulut berada di ujung kepala. Mata ikan nila gift besar. Ikan nila gift memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung (dorsal fin), sirip dada (pectoral fin), sirip perut (venteral fin), sirip anus (anal fin) dan sirip ekor (caudal fin). Sirip punggung memanjang mulai dari bagian atas tutup insang sampai bagian atas sirip ekor. Sirip dada dan sirip perut masing-masing ada sepasang berukuran kecil. Sirip anus hanya ada satu dengan bentuk memanjang. Sirip ekor hanya ada satu dengan bentuk membulat.

Syarat Hidup

Ikan nila gift sangat toleran terhadap lingkungan hidupnya baik suhu, pH, maupun kadar garam. Itulah sebabnya nila gift dapat dibudidayakan di berbagai lingkungan, baik air tawar maupun air payau, atau baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Nila gift hidup pada kisaran suhu 14–38°C. Namun suhu optimal untuk perkembangan berkisar 25–30°C. Ikan nila gift juga sangat toleran terhadap derajat keasaman, yaitu pada kisaran pH air 5–11. pH optimal untuk perkembangan ikan nila gift adalah 7–8. Dengan proses adaptasi secara bertahap, ikan ini mampu hidup pada kadar garam 0–29 permil.

Kebiasaan Hidup

Ditinjau dari kebiasaan makannya, ikan nila gift tergolong ikan omnivora, yaitu pemakan segala. Hal ini sangat menguntungkan peternak nila karena mudah mencari pakan. Jenis makanan yang dibutuhkan tergantung umur ikan nila. Pada stadia larva makanan utamanya adalah alga bersel tunggal, seperti Crustacea kecil dan benthos. Setelah mencapai ukuran benih, nila gift lebih menyukai zooplanton , seperti Rotifera sp., Moina sp., dan Daphnia sp. Namun tidak jarang benih nila makan alga yang menempel pada bak. Bila dipelihara secara intensif di kolam atau karamba, benih ikan nila gift dapat diberi pakan tambahan dalam bentuk tepung dengan kandungan protein 25%.

Bila ditinjau dari kebiasaan berkembang biak, ikan nila gift bukan tergolong ikan musiman, karena mampu berkembang biak sepanjang tahun. Frekuensi pemijahan lebih banyak terjadi pada musim hujan dengan selang waktu 6–8 minggu. Namun dengan pemberian pakan cukup, selang waktu pemijahan ikan nila gift bisa lebih pendek, yaitu 4 minggu. Proses pemijahan hanya dimulai dengan pembuatan sarang oleh induk nila jantan dan pembuahan telur. Sarang berupa lekukan di dasar kolam dengan diameter tergantung panjang tubuhnya. Biasanya diameter sarang berkisar 1,5–2 kali panjang tubuhnya dengan kedalaman 5–10 cm. Setelah pembuatan sarang dilanjutkan proses pemijahan yang berlangsung 50-60 detik dan dikeluarkan sebanyak 20-30 telur. Peristiwa ini berlangsung berkali-kali selama 20-60 menit dengan pasangan yang sama. Seekor induk ikan betina dengan berat 600 gr 2.000-3.000 telur dan dapat menetas sebanyak 800 – 1600 butir. Telur berdiameter 2,5 2,8 mm, berwarna kuning dan tenggelam tetapi tidak menempel. Ikan ini tergolong jenis mouth breeder, yaitu mengerami telur dalam mulutnya. Pengeraman ini dilakukan oleh induk ikan betina sejak dibuahi sampai menetas, yaitu selama 6-8 hari. Larva berukuran 4- 6 mm akan diasuh oleh induk betina di pinggir kolam. Bila ada bahaya induk ikan betina akan menyedot anaknya dan menyimpan dalam mulut. Larva yang sudah kuat berenang berukuran 8-12 mm dan memiliki sifat menggerombol. Dalam perkembangbiakannya nila gift bersifat poligami, yaitu satu induk jantan dapat mengawini beberapa induk betina. Induk ikan jantan yang sudah pernah memijah dapat mencari pasangannya yang lain. Tanda induk nila jantan sudah siap memijah adalah tubuhnya tampak bercahaya dan bersifat agresif.

PEMBENIHAN IKAN NILA

Benih ikan merupakan faktor terpenting untuk mencapai keberhasilan budidaya nila. Oleh sebab itu benih ikan nila harus tersedia dalam jumlah cukup serta berkualitas tinggi. Pembenihan nila dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana sampai intensif.

Penyiapan Induk Ikan Nila

Keberhasilan usaha budidaya subsektor pembenihan nila sangat dipengaruhi oleh keadaan dan kualitas induk ikan nila. Oleh sebab itu induk nila yang digunakan harus diperoleh dari instansi perikanan atau pihak lain yang ditunjuk sebagai penyedia induk. Hal ini harus dilakukan agar keaslian dan kemurnian genetik ikan nila dapat dipertahankan.

Ciri-ciri fisik induk nila jantan serta betina berkulitas baik adalah sehat, bentuk normal, tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan, sisik besar tertata rapi, kepala relatif lebih kecil, badan tebal, gerakan lincah, serta merespon baik terhadap pakan tambahan.
Nila gift mulai dipijahkan setelah berumur 5-6 bulan. Selang waktu pemijahan berkisar 3-6 minggu. Masa produktif gift sebagai induk berkisar antara 1,5-2 tahun. Bila ikan nila gift sudah berumur dua tahun, induk nila gift harus segera diganti. Biasanya induk dengan umur lebih dari dua tahun sudah tidak produktif lagi. Bila tetap dipijahkan kualitas benih ikan nila akan menurun.

Sebelum dipijahkan induk nila jantan dan betina harus dipisahkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan telur berkualitas baik, memudahkan penyeleksian induk yang sudah dan belum memijah serta menghindarkan terjadinya pemijahan liar. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3% dari bobot total.

Pembenihan Sistem Ekstensif

Kolam pemijahan dibuat dengan bentuk persegi panjang. Dasar kolam terdiri dari tiga bagian, yaitu pelataran, kemalir, dan kobakan. Kobakan dibuat untuk memisahkan benih dengan induk nila. Kobakan dibuat dua buah, satu untuk penampungan induk nila yang terletak di dekat pintu pengeluaran, dan satu untuk penampungan benih ikan nila yang dibuat di depan kobakan penampungan induk. Kobakan penampungan induk ikan nila dibuat dengan kedalaman 4 cm panjang dan lebar disesuaikan dengan jumlah induk ikan nila yang dipelihara. Sementara kobakan untuk penampungan benih ikan dibuat dengan kedalaman 15 cm.

Pemupukan perlu dilakukan dengan dosis 300-400 g/m2 menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi. Pemupukan kolam bertujuan untuk menyediakan pakan alami larva ikan yang sudah menetas, sehingga akan diperoleh benih nila yang berkualitas baik. Kolam pemijahan diairi hingga mencapai ketinggian air 30-40 cm. Penebaran induk ikan nila dilakukan dengan perbandingan 1 ekor jantan dan 3 ekor betina dengan kapadatan 1 ekor/m2. Pakan tambahan harus mengandung protein minimal 25% dan diberikan sebanyak 3% bobot induk nila setiap hari.

Panen nila dilakukan saat benih ikan masih kecil yaitu benih berukuran 8-12 mm atau benih berukuran 2-3 cm dengan cara menyurutkan air perlahan hingga mencapai ketinggian tertentu. Biasanya induk nila akan masuk kemalir lalu tertampung dalam kobakan. Sementara larva nila akan mencari aliran air baru dan naik melalui kemalir kemudian larva akan tertampung dalam kobakan penampungan benih. Benih ikan nila yang sudah tertampung dalam kobakan bisa diambil dengan hati-hati menggunakan jaring halus dan ditampung dalam hapa yang sudah disiapkan. Seleksi benih nila dilakukan dengan menggunakan ayakan yang diberi lubang sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Benih ikan berukuran lebih kecil akan keluar melalui lobang tersebut.

Larva nila belum bisa langsung dibudidayakan dalam kolam pendederan, tetapi terlebih dahulu harus dipelihara dalam kolam pemeliharaan benih selama 3-4 minggu hingga benih nila mencapai ukuran 3-5 cm. Kolam pemeliharaan benih ikan nila harus dipersiapkan 5-7 hari sebelum panen larva. Pemupukan pada kolam pemeliharaan benih ikan juga perlu dilakukan dengan dosis 300-400 g/m2. Penebaran dilakukan pada hari yang sama saat panen larva nila dengan padat penebaran 150-250 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan menggunakan tepung pelet dengan kandungan protein minimal 25%. Untuk 100.000 ekor larva nila pemberian pakan per hari pada minggu I sebanyak 1 kg, minggu II sebanyak 1,5-2,5 kg, minggu III sebanyak 3-4 kg, minggu IV sebanyak 4,5-5,5 kg. Debit air yang masuk ke dalam kolam sebanyak 1-2 liter/detik.

PENDEDERAN IKAN NILA

Pendederan nila dilakukan selama 6-8 minggu hingga benih ikan mencapai ukuran 8-10 cm atau 15-20 gram. Agar pemeliharaan berhasil dengan baik, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain tempat pemeliharaan, ukuran benih, padat penebaran dan lama pemeliharaan. Tempat pemeliharaan sebaiknya dilakukan di persawahan dan harus dipersiapkan sebaik-baiknya, meliputi penggaruan, pemupukan, perbaikan pematang dll. Ukuran benih ikan nila harus seragam, hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan perebutan makanan. Padat penebaran harus disesuaikan dengan ukuran saat panen. Jangan sampai kolam terlalu padat saat benihnila mulai tumbuh berukuran lebih besar. Lama pemeliharaan tergantung pada permintaan ukuran benih ikan setelah panen.

Penebaran benih nila dilakukan saat suhu masih rendah. Penebaran benih berukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 2-50 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan perlu dilakukan dengan menggunakan tepung pellet berkadar protein minimal 25%. Dosis pemberiannya 3-5% dari berat total perhari. Pengontrolan harus dilakukan terutama untuk mengantisipasi kebocoran kolam. Benih nila sangat suka mengikuti arus air, sehingga apabila terjadi kebocoran, bisa dipastikan banyak benih ikan yang hilang.

PEMBESARAN IKAN NILA

Pembesaran di Kolam

Pada dasarnya budidaya tahap pembesaran di kolam sama dengan budidaya tahap pendederan. Perbedaannya pada ukuran benih, padat penebaran, dan masa pemeliharaannya.

Penebaran dilakukan dengan menggunakan benih nila berukuran 8-10 cm atau 15-20 gr dengan padat penebaran 10-15 ekor/m2. Pakan tambahan mutlak diberikan setiap hari menggunakan pellet dengan ukuran disesuaikan pertumbuhan ikan nila. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3-4% dari berat toral dengan kandungan protein minimal 25%. Masa pemeliharaan disesuaikan dengan permintaan pasar untuk ukuran ikan konsumsi. Masa pemeliharaan budidaya tahap pembesaran nila bisa mencapai 4-6 bulan. Bila kondisi selama budidaya baik, tingkat keberhasilan budidaya pembesaran ikan nila bisa mencapai 85%.

MANFAAT KUMIS KUCING

Manfaat Kumis Kucing - Daun kumis kucing ( Orthosiphon aristatus ) mengandung glikosoda orthosiphonium yang berkhasiat melarutkan asam urat...

Manfaat Kumis Kucing - Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) mengandung glikosoda orthosiphonium yang berkhasiat melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh, terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal. Orthosiphon aristatus sebagai obat tradisional memiliki manfaat mengobati sejumlah penyakit seperti infeksi ginjal akut, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing.

9 Manfaat Tanaman Kumis Kucing Sebagai Obat Herbal

Berikut ini beberapa contoh resep ramuan obat tradisional alami dari kumis kucing untuk mengobati berbagai macam penyakit:

Manfaat Daun Kumis Kucing Untuk Mengobati Susah Kencing

Bahan
Manfaat Kumis Kucing
Kumis Kucing
Daun segar 1/4 genggam
Air bersih 1 gelas
Cara Membuat
Cuci daun sampai bersih. Rebus hingga tinggal 1/2 gelas.
Minum ramuan herbal 2 x 1 hari, tiap minum sebanyak 1/2 gelas.

Manfaat Tanaman Obat Kumis Kucing Untuk Mengobati Infeksi Ginjal




Bahan
Herbal kumis kucing segar 30 gr
Daun sendok 30 gr
Rumput lidah ular 30 gr
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semua bahan. Kemudian rebus sampai mendidih, biarkan hingga tinggal 1 gelas, angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan herbal ini 2 x 1 hari, tiap minum 1/2 gelas.

Manfaat Tanaman Herbal Kumis Kucing Untuk Mengobati Infeksi Saluran Kucing

Bahan
Herbal segar kumis kucing 30 gr
Herbal meniran 30 gr
Akar alang-alang 30 gr
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih herbal semua bahan. Potong semua bahan seperlunya, lalu rebus sampai mendidih, biarkan beberapa saat hingga airnya tinggal setengahnya, angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan herbal 3 x 1 hari, tiap minum 1/2 gelas.

Manfaat Tanaman Herbal Kumis Kucing Untuk Mengobati Kencing Batu

Bahan
Herbal segar kumis kucing 90 gr
Air bersih 1 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih herbal segar. Rebus sampai mendidih, biarkan hingga tinggal 750 ml.
Minum ramuan herbal obat tradisional ini 3 x 1 hari, tiap minum 1/3 bagian.

Manfaat Daun Kumis Kucing Untuk Mengobati Batu Kantung Empedu

Baan
Daun kumis kucing 1 genggam
Kunyit (Curcuma domestica) 1 ibu jari
Daun ungu (Graptophyllum pictum) 7 lembar
Bawang putih 2 siung
Kayu manis 1 potong
Air bersih 1,5 liter
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semua bahan. Giling kumis kucing, kunyit, daun ungu dan bawang putih sampai halus, tambahkan kayu manis. Kemudian rebus dengan satu setengah liter air bersih, biarkan hingga airnya tinggal setengahnya.
Minum ramuan herbal tradisonal 2 x 1 hari.

Manfaat Daun Kumis Kucing untuk Obat Asam Urat

Bahan
Daun kumis kucing 4-5 lembar
Herbal meniran 4-5 tanaman
Air bersih
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semua bahan. Rebus sampai mendidih, biarkan hingga tinggal setengahnya.
Minum ramuan beberapa kali sehari.

Manfaat Tanaman Obat Kumis Kucing Untuk Mengobati Bengkak Kandung Kemih

Bahan
Kumis kucing
Duan urat (Planto asiatica)
Rumput lidah ular (Hedyotisdiffusa sp.)
Air
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semua bahan. Rebus sampai mendidih.
Minum ramuan herbal ini secara rutin.

Manfaat Daun Kumis Kucing Untuk Mengobati Keputihan

Bahan
Daun kumis kucing 1 genggam
Beluntas 1 genggam
Jinten hitam 1 sendok teh
Kemukus 10 biji
Air
Cara Membuat
Rebus semua bahan sampai mendidih.
Minum ramuan obat tradisional kumis kucing ini 2 x 1 hari.

Manfaat Tanaman Kumis Kucing Sebagai Obat Batuk

Bahan
Tanaman kumis kucing 15-20 gr
Air bersih 1 gelas
Cara Membuat
Cuci bahan sampai bersih, lalu rebus sampai mendidih.
Minum ramuan herbal obat tradisional ini 1-3 x 1 hari sebanyak 1 gelas.

Manfaat Keji Beling

Manfaat Keji Beling - Keji beling dengan nama ilmiah Strobilanthes crispus sering juga disebut dengan istilah kaca beling, ngikilo, keci b...

Manfaat Keji Beling - Keji beling dengan nama ilmiah Strobilanthes crispus sering juga disebut dengan istilah kaca beling, ngikilo, keci beling, enyah kilo, picah beling. Tanaman ini tumbuh liar dan sangat mudah dijumpai di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan kebanyakan masyarakat menganggap remeh tanaman sejenis terna ini, sehingga ketika dijumpai tumbuh subur di halaman rumah, mereka malah memangkasnya atau membuangnya karena dianggap tidak bermanfaat dan justru mengganggu keindahan halaman. Meskipun ada beberapa dari mereka yang memanfaatkannya sebagai tanaman pagar. Padahal tanaman ini merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai obat tradisional alami untuk mengobati berbagai macam penyakit. Meski mampu tumbuh subur dan banyak dijumpai di Indonesia, namun bukan asli dari negeri ini, melainkan dari Madagaskar. Tanaman ini ditemukan oleh Thomas Anderson (1832-1870).

Klasifikasi Ilmiah

Manfaat Keji Beling

Keji Beling

Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Solanales
Familia : Acanthaceae
Genus : Strobilanthes
Spesies : Strobilanthes crispus

Tanaman dapat tumbuh dengan mudah pada daerah berketinggian 0-1000 mdpl. Seperti tanaman terna lainnya, bagian tanaman terdiri dari bagian akar, batang, daun, dan bunga. Dimana akar tanaman ini berwarna putih kekuningan, berbentuk tunggang dan serabut. Tanamannya menyerupai rumput besar dengan batang berbentuk bulat, beruas dengan diameter 0,2-0,7 cm. Saat masih muda, kulit batangnya berwarna ungu berbintik hijau, kemudian berubah menjadi cokelat saat telah dewasa. Tepi daunnya bergerigi, dengan ditumbuhi bulu-bulu halus pada seluruh daun. Satu helai daun memiliki panjang 2-5 cm, serta berwarna hijau. Daun tanaman ini berbentuk bulat telur. Perkembangbiakan tanaman ini terjadi pada waktu tertentu yang ditandai dengan keluarnya bunga di saat-saat tertentu, dan terjadi setelah tanaman dewasa.

Kandungan

Tanaman ini mengandung kalsium karbonat dan mineral sangat tinggi, seperti kalium 51%, kalsium 24%, natrium 24%, ferum 1%, fosfor 1%. Selain itu, tanaman ini juga mengandung asam silikat, katekin, tannin dan kafeina yang terdapat pada daun. Kandungan daun yang lain, diantaranya adalah vitamin C, B1, B2. Kandungan kalium pada tanaman berfungsi melancarkan kencing dan penghancur batu dalam empedu, ginjal, dan kandung kemih. Adanya kandungan kalsium menyebabkan tanaman ini sangat bermanfaat dalam membantu proses pembekuan darah, mempertahankan fungsi membran sel, serta berperan sebagai katalisator berbagai proses biologi dalam tubuh. Kandungan natriumnya berfungsi meningkatkan cairan ekstra seluler untuk meningkatkan volume darah. Sedangkan asam silikat berfungsi mengikat air, minyak, dan senyawa-senyawa non-polar lainnya.

Khasiat dan Manfaat Keji Beling

Banyaknya kandungan seperti disebutkan di atas sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, terutama untuk mengobati berbagai macam penyakit, dari penyakit berat seperti kanker, ginjal, asma, diabetes melitus atau kencing manis, tumor, dan sebagainya sampai penyakit ringan seperti gatal terkena ulat, semut, dll.

Di Malaysia, daun tanaman ini telah digunakan sebagai herbal tradisional untuk merawat kanker, diabetes melitus, serta digunakan sebagai agen diuretik.

Obat Diare/Disentri

Bahan
Herbal keji beling (Strobilanthes crispus)
Air bersih
Cara Membuat
Cuci tanaman sampai bersih, lalu rebus selama 30 menit, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal ini.

Kencing Kurang Lancar

Bahan
Daun segar 25 gr
Air bersih 2 gelas
Cara Membuat
Cuci daun segar sampai bersih, lalu rebus selama 15 menit, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal ini setiap pagi atau siang hari.

Batu Kandung Kencing

Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar 1 genggam
Jagung muda 4 buah
Air bersih 2 liter
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun segar dan jagung muda, lalu rebus hingga airnya tersisa 1 liter, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal 2 x 1 hari. Setiap kali minum sebanyak setengah gelas.

Batu Kandung Empedu

Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar 5 lembar
Daun ungu segar 7 lembar
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun segar dan daun ungu, lalu rebus hingga airnya tersisa 2 gelas.
Minum ramuan obat herbal selagi hangat.

Batu Ginjal

Ramuan 1
Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) 50 gr
Herbal meniran segar 7 tanaman
Daun ungu 7 lembar
Air bersih 4 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semua bahan yang akan digunakan, lalu rebus hingga airnya tersisa 2 gelas, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal 3 x 1 hari. Setiap kali minum sebanyak 2/3 gelas.

Ramuan 2
Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) 5 lembar
Daun tempuyung 5 lembar
Tongkol jagung muda 6 buah
Air bersih 5 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semua bahan yang akan digunakan, lalu rebus hingga airnya tersisa 2 gelas, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal 3 x 1 hari. Setiap kali minum sebanyak 2/3 gelas.

Mengobati Sembelit

Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) 1/2 genggam
Air bersih 2 gelas
Cara Membuat
Cuci daun sampai bersih, lalu rebus hingga airnya tersisa 1 gelas, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal ini.

Mengobati Ambeien atau Wasir

Ramuan 1
Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar 40 gr
Air bersih 6 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun segar, lalu rebus hingga airnya tersisa 3 gelas, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal 3 x 1 hari. Setiap kali minum sebanyak 1 gelas.

Ramuan 2
Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar 3 lembar
Cara
Cuci sampai bersih daun tanaman yang masih segar.
Makan sebagai lalapan setiap hari.
Pantangan : Daging kambing atau makanan pedas.

Mengobati Penyakit Tumor

Bahan
Daun segar 3 lembar
Cara
Cuci sampai bersih daun tanaman yang masih segar.
Makan sebagai lalapan setiap hari secara rutin.
Pantangan : Ikan asin, sawi putih, tauge, alkohol, kangkung, nanas, lengkong, cabe, durian, nangka, tape, limun, es, dan vitzin.

Obat Diabetes Mellitus atau Kencing Manis

Ramuan 1
Bahan
Daun segar 3 lembar
Cara
Cuci sampai bersih daun segar.
Makan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur.
Pantangan : Makanan manis.

Ramuan 2
Bahan
Daun segar 40 gr
Air bersih 6 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun tanaman yang masih segar, lalu rebus hingga airnya tersisa 3 gelas, dinginkan.
Minum ramuan obat herbal 3 x 1 hari. Setiap kali minum sebanyak 1 gelas.

Mengobati Penyakit Lever (sakit kuning)

Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar 3 lembar
Cara
Cuci daun segar sampai bersih.
Makan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur.
Pantangan: Makanan berlemak.

Menurunkan Kolesterol Tinggi

Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar 3 lembar
Cara
Cuci sampai bersih daun tanaman yang masih segar.
Makan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur.
Pantangan: Makanan berlemak.

Obat Maag

Bahan
Daun segar 3 lembar
Cara
Cuci sampai bersih daun segar.
Makan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur.
Pantangan : makanan pedas atau asam.

Obat Gatal Kena ulat atau semut hitam

Bahan
Daun keji beling (Strobilanthes crispus) secukupnya
Cara
Gosokkan daun pada bagian yang gatal. Lakukan setiap 2 jam sekali sampai sembuh.

40 Ramuan Obat Batuk Tradisional

40 Ramuan Obat Batuk Tradisional - Beberapa ramuan untuk berbagai jenis batuk, seperti batuk kering, batuk untuk anak-anak, batuk 100 hari,...

40 Ramuan Obat Batuk Tradisional - Beberapa ramuan untuk berbagai jenis batuk, seperti batuk kering, batuk untuk anak-anak, batuk 100 hari, batuk berdahak, maupun batuk darah secara tradisional akan kami uraikan pada kesempatan kali ini. Saat kita terserang batuk, rasa gatal selalu menggelitik di tenggorokan, tentu saja hal ini sangat mengganggu aktivitas. Pengobatan tradisional untuk mengatasi batuk sebenarnya cukup mudah yaitu dengan memanfaatkan berbagai tanaman herbal yang mudah didapat.

Obat Batuk Tradisional
Pegagan


Tanaman obat yang biasa digunakan untuk obat batuk ada beberapa macam, diantaranya daun pegagan, kapulaga, kencur, daun jinten, bunga belimbing, daun inggu, jeruk nipis, temu giring, buah apel, daun sirih, daun saga, daun pare, umbi garut, daun sembung, kantung semar, jeruk purut, daun kajar, jeruk sitrun, jahe, biji tepusala, tapak dara, kulit kayu ketapang, kulit batang popohan, kulit batang sampang, akar kalak kambing, bawang merah, kelapa, daun perepat, kumis kucing, daun sembung, buah kedungkel, pucuk daun empritan, daun kibaseta, pn kowang, bambu kuning, daun sambang, rosella, mengkudu, kenikir, cabe, daun po'o, daun sagamanis, serta tali putri.

CARA MEMBUAT RAMUAN OBAT BATUK TRADISIONAL

Berikut ini kami sajikan sekitar 40 ramuan tradisional untuk mengobati batuk :

Obat 1
Bahan : Daun pegagan 50 gram, Kapulaga ditumbuk 50 gram, Kencur diparut 50 gram, Daun jinten dipipis 50 gram.
Cara meramu obat : Semua bahan direbus hingga mendidih, lalu disaring. Bisa ditambahkan madu. Minum ramuan tradisional ini sampai batuk sembuh.

Obat 2
Bahan : Kencur diparut 10 gram, Bunga blimbing 10 gram, Daun inggu 5 gram, Jeruk nipis 1 butir, Temugiring diparut 5 gram.
Cara meramu obat : Semua bahan direbus hingga mendidih, lalu disaring. Bisa ditambahkan gula batu atau madu. Minum ramuan obat batuk tradisional sehari 3 kali sampai batuk sembuh.

Obat 3
Bahan : Apel 1 buah.
Cara meramu obat : Potong apel menjadi 4 bagian, kukus dengan api sedang selama 10–20 menit (tunggu hingga hangat), angkat.
Makan apel bersama kuahnya, minum airnya jika ada. Lakukan 1 hari 1 kali. Ulangi 2 sampai 3 kali hingga sakit batuk mereda.

Obat 4
Bahan : Daun saga 1 genggam, Daun sirih 8 lembar, Gula merah 1 induk jari orang dewasa, Air bersih 2 gelas.
Cara meramu obat : Daun sirih dan daun saga dicuci bersih, lalu campur. Rebus dengan dua gelas air bersih sampai mendidih. Masukkan gula merah, biarkan hingga airnya tinggal satu gelas gelas. Setelah itu didinginkan lalu disaring. Minum ramuan obat batuk ini sehari dua kali. Lakukan hingga batuk sembuh.

Obat 5
Bahan : 7 lembar daun pare segar, 2 sendok makan air matang.
Cara meramu obat : Ambil daun pare segar sebanyak tujuh lembar, lalu cucilah biar bersih, tumbuk sampai halus. Tambahkan dua sendok air matang, peras, saring. Minum ramuan tradisional obat batuk sehari dua kali. Lakukan hingga batuk sembuh.

Obat 6
Bahan :
Umbi garut (Marantha arundinacea) 15 gr, Air beras 1 gelas.
Cara meramu obat : Cuci bersih umbi garut, lalu parut. Aduk bersama dengan air beras. Minum ramuan obat tradisional 3 x 1 hari agar batuk cepat mereda.

Obat 7
Bahan : Daun sembung (Blumea balsamifera) 8 lbr, Air bersih 2 gls.
Cara meramu obat : Daun balambangan dicuci bersih, lalu rebus sampai mendidih. Minum obat batuk dari daun sembung 2-3 x 1 hari, masing-masing sebanyak 1 gelas. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 8
Bahan : Kantung semar (Nepenthes maxima) 1 kantong.
Cara Pengobatan : Minum air yang ada dalam kantung semar yang masih tertutup rapat. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 9
Bahan : Jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah, Kuning telur 1 btr, Madu murni 1 sdm.
Cara meramu obat : Peras jeruk purut, lalu airnya dikocok bersama kuning telur dan madu. Minum ramuan obat batuk ini sehari satu sampai dua kali. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 10
Bahan : Tangkai daun bira/kajar (Alocasia indica) 1 batang.
Cara Pengobatan : Potong tangkai daun bira/kajar pada pagi hari, tampung airnya dengan plastik untuk diambil sore hari. Minum airnya 1 x 1 hari sebanyak ¼-½ gelas hingga batuk mereda.

Obat 11
Bahan :
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) ½ buah, Kecap manis secukupnya.
Cara meramu obat : Tusuk jeruk nipis menggunakan garpu, panaskan. Peras dan ambil airnya. Ambil 1 sendok makan air perasan jeruk nipis, tambahkan kecap manis lalu langsung diminum. Lakukan sehari sebanyak tiga kali sampai sakit batuk sembuh.

Obat 12
Bahan : Buah jeruk sitrun (Citrus medica) 1 buah, Kapur sirih 1 gr.
Cara meramu obat : Bakar jeruk sitrun, kemudian peras dan ambil airnya. Ambil 1 sendok makan air perasan jeruk sitrun, tambahkan kapur sirih. Minum ramuan obat batuk tradisional ini 1 x 1 hari. Lakukan sampai sakit batuk reda.

Obat 13
Bahan : Rimpang jahe (Zingiber officinale) 1 ruas, Air bersih 1-2 gelas, Gula jawa 4-5 gr.
Cara meramu obat : Tumbuk rimpang jahe, tambahkan air dan gula jawa, lalu rebus sampai mendidih. Minum ramuan herbal batuk ini 2-3 x 1 hari, masing-masing sebanyak 1 gelas. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 14
Bahan : Biji kapulaga (Amomum cardamomum) 1 genggam, Air panas 2-3 gelas.
Cara meramu obat : Tumbuk biji kapulaga sampai halus hingga menjadi bubuk, seduh dengan air panas. Minum obat batuk herbal 2-3 x 1 hari sampai batuk sembuh.

Obat 15
Bahan :
Biji tepusala (Sterculia coccinea) 1 genggam, Air panas 1 gls.
Cara meramu obat : Tumbuk biji tepusala sampai halus hingga menjadi bubuk, lalu seduh. Minum ramuan biji tepusala 1 x 1 hari sampai batuk sembuh.

Obat 16
Bahan : 50 gram daun dan bunga tapak dara (Catharanthus roseus), 3 gelas air bersih.
Cara meramu obat : Daun dan bunga tapak dara dicuci bersih. Rebus dengan air sampai mendidih, sisakan 1 gelas, angkat. Minum ramuan herbal batuk saat masih hangat. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 17
Bahan : Kulit kayu ketapang (Terminalia catapa) 40 gr, Air 3 gls.
Cara meramu obat : Kulit kayu ketapang disuci bersih, rebus sampai mendidih, dinginkan. Minum ramuan ketapang 3 x 1 hari, masing-masing sebanyak ½-1 gelas hingga sakit batuk sembuh.

Obat 18
Bahan : Kulit batang popohan (Buchanania arborescens) 4-5 gr, Air bersih 1 gelas.
Cara meramu obat : Cuci sampai bersih kulit batang popohan, rebus sampai mendidih, dinginkan. Minum ramuan popohan 1-3 x 1 hari. Agar batuk cepat reda lakukanlah rutin.

Obat 19
Bahan : Kulit batang katamba/sampang (Melicope bonwickii) 4-5 gram, Air bersih 1 gls.
Cara meramu obat : Kulit batang katamba/sampang dicuci, rebus sampai mendidih. Gunakan obat batuk ini untuk kumur sehari tiga kali. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 20
Bahan : 1 ruas jahe (Zingiber officinale), 1 ruas akar kalak kambing (Voacanga grandifolia), 1 siung bawang merah (Allium cepa), 2-3 gelas Air bersih.
Cara meramu obat : Rimpang jahe, akar kalak kambing, dan bawang merah dicuci bersih. Rebus dengan air bersih sampai mendidih. Setelah mendidih dinginkan, saring ramuan. Minum ramuan herbal batuk 1-3 x 1 hari sebanyak 1 gelas sampai batuk mereda.

Obat 21
Bahan : 1 genggam daun pare (Momordica charantia).
Cara meramu obat : Ambil daun pare sebanyak satu genggam, lalu dilumatkan. Setelah itu disaring untuk diambil cairan kentalnya. Minum airnya sehari satu sampai dua kali sampai batuk sembuh.

Obat 22
Bahan : Batang kalak kambing (Voacanga grandifolia) 5-10 cm, Kelapa kering ¼ buah
Cara meramu obat : Keringkan batang kalak kambing, lalu kunyahlah sedikit demi sedikit dengan kelapa kering. Lakukan sehari satu hingga dua kali hingga batuk mereda.

Obat 23
Bahan : Daun utuh perepat (Sonneratia alba) yang menghadap sinar matahari langsung 7 lembar, Air bersih 2-3 gelas.
Cara meramu obat : Rebus sampai mendidih daun perepat. Minum ramuan herbal batuk 2-3 x 1 hari, masing-masing sebanyak 1 gelas. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 24
Bahan : Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) 15-20 gram, Air 1 gelas.
Cara meramu obat : Limabelas sampai duapuluh gram kumis kucing dicuci sampai bersih, rebus. Setelah mendidih angkat dan dinginkan. Minum obat batuk herbal ini sehari satu sampai tiga kali, setiap kali minum sebanyak 1 gelas hingga batuk sembuh.

Obat 25
Bahan : Daun sembung (Blumea balsamifera) 3-5 gram, Air matang 2-3 gls.
Cara meramu obat : Daun sembung dicuci, lalu remas-remas dengan air matang. Minum ramuan herbal batuk 1 x 1 hari sebanyak 1 gelas sampai batuk reda.

Obat 26
Bahan : Buah kedungkel (Achasma megalocheilos) 2-3 buah.
Cara Pengobatan : Makan langsung buah kedungkel sehari dua hingga tiga kali hingga sakit batuk hilang.

Obat 27
Bahan : Pucuk daun empritan (Carex filicina) 5-10 lembar.
Cara Pengobatan : Makan langsung pucuk daun empritan sebagai lalapan 1-2 x 1 hari. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 28
Bahan : Daun kibaseta (Clausena excavata) 4-5 gram, Air 2-3 gls.
Cara meramu obat : Daun kibaseta dicuci sampai, lalu rebus hingga mendidih. Minum ramuan obat batuk dari daun kibaseta 1 x 1 hari sebanyak 1 gelas. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 29
Bahan : Pn kowang (Pnus furcatus) 25 gram, Air 2-3 gelas.
Cara meramu obat : Pn kowang dicuci bersih, lalu makan sebagai lalapan. Lakukan sehari 2-3 kali sampai batuk mereda.

Obat 30
Bahan : Air bambu kuning (Bambusa vulgaris) 4-5 tetes.
Cara meramu obat : Air bambu dituak (diambil) sehari. Minum airnya sehari satu kali hingga batuk sembuh.

Obat 31
Bahan : Daun sambang (Lasia spinosa) 4-5 lembar.
Cara Pengobatan : Pepes daun sambang. Makan sehari satu sampai dua kali. Lakukan hingga sakit batuk sembuh.

Obat 32
Bahan : Daun sirih (Piper betle) 5-7 lembar, Air bersih 3-5 gelas.
Cara meramu obat : Ambil lima sampai tujuh lembar daun sirih, lalu cuci sampai bersih. Rebus dengan tiga sampai lima gelas air bersih, biarkn hingga mendidih. Minum ramuan Piper betle sehari tiga kali, masing-masing sebanyak satu gelas. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 33
Bahan : Kencur 1 ruas, dimemarkan, Kelopak bunga rosella kering 3 buah, Air panas 200 ml, Madu 1 sachet.
Cara meramu obat : Ambil tiga buah rosella kering, lalu cuci kencur sampai bersih, memarkan. Campur semua bahan menjadi satu lalu seduh dengan air panas. Minum ramuan obat batuk ini sehari satu kali selama 3 hari. Lakukan sampai batuk reda.

Obat 34
Bahan : 1 buah mengkudu (Morinda citrifolia), ½ genggam daun po'o (bujanggut), 2 gelas air bersih.
Cara meramu obat : Ambil buah mengkudu dan daun po'o, lalu cuci sampai bersih. Rebus mendidih, biarkan hingga tinggal 1 gelas, angkat, saring ramuan. Minum ramuan herbal batuk sehari dua kali, tiap pagi dan sore. Lakukan sampai batuk sembuh.

Obat 35
Bahan : 1 buah wortel (Daucus carota) ukuran sedang, 2 sendok makan air panas, Gula aren secukupnya.
Cara meramu obat : Parut wortel berukuran sedang, tambahkan air panas, lalu peras, dan saring. Kemudian masukkan gula aren. Aduk ramuan tradisional untuk mengobati batuk ini hingga merata. Minum ramuan 2 x 1 hari sampai sakit batuk sembuh.

OBAT BATUK 100 HARI TRADISIONAL

Ramuan Tradisional Obat Batuk 100 Hari 1. Bahan : 17 gram bunga kering kenikir (Tagetes erecta), 2 gelas air.
Cara Membuat Ramuan Obat Batuk 100 Hari : Tujuhbelas gram bunga kering kenikir direbus bersama dua gelas air, setelah mendidih biarkan tersisa satu gelas, baru angkat, dinginkan. Setelah dingin kemudian disaring. Minum ramuan herbal batuk sehari dua kali, tiap minum masing-masing sebanyak setengah gelas. Lakukan sampai batuk reda.

Ramuan Tradisional Obat Batuk 100 Hari 2. Bahan : Tapak liman kering 25 gram, Air bersih 3 gls.
Cara Membuat Ramuan Obat Batuk 100 Hari : Rebus tapak liman kering bersama tiga gelas air bersih, didihkan, angkat saat tinggal dua gelas, dingikan, saring ramuan untuk mengatasi penyakit batuk yang Anda derita. Minum obat batuk dari tapak liman sehari dua kali, masing-masing sebanyak satu gelas. Lakukan sampai sakit batuk sembuh.

OBAT BATUK KERING TRADISIONAL

Bahan : Daun po,o 10 gram, Daun sagamanis 10 gram, Mengkudu matang diperas 10 gram.
Cara Membuat Ramuan Obat Batuk Kering : Ambil daun sagamanis, mengkudu dan daun po'o, cuci. Ambil buah mengkudu lalu diperas untuk diambil airnya. kemudian tumbuk daun sagamanis dan daun po'o. Tambahkan perasan aIr mengkudu lalu rebus dengan tigaperempat liter air bersih, biarkan hingga tinggal setengahnya lalu disaring. Minum ramuan tradisional obat batuk ini sampai batuk sembuh.

OBAT BATUK DARAH TRADISIONAL

Bahan : Herbal tali putri (Cassytha filiformis) segar 60 gram atau kering 30 gram, Air bersih 3 gls.
Cara Membuat Ramuan Obat Batuk Darah : Herbal tali putri dicuci terlebih dahulu biar bersih, lalu rebus bersama tiga gelas air, didihkan, angkat saat tinggal 1 gelas, dingikan, saring ramuan. Minum ramuan herbal obat batuk sehari dua kali, setiap minum cukup setengah gelas saja. Lakukan rutin supaya sakit batuk lekas sembuh.

OBAT BATUK ANAK TRADISIONAL

Bahan : Cabe ditumbuk 2 gr, Lempuyang 5 gr, Kapulogo 10 gr, Kayu manis 5 gr, Kencur diparut 5 gr.
Cara Membuat Ramuan Obat Batuk Anak : Jadikan minuman, tambahkan air mendidih kemudian disaring. Bisa ditambahkan madu. Minumkan ramuan obat batuk ini pada anak.

Demikian cara membuat ramuan tradisional untuk mengobati sakit batuk yang derita. Semoga artikel ini dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat serangan batuk yang menggangggu aktivitas sehari-hari. Trimakasih atas kunjungannya.

Pupuk Organik

Pupuk organik sangat diperlukan dalam pertanian modern. Ekploitasi lahan secara terus menerus menggunakan pupuk kimia ternyata justru menga...

Pupuk organik sangat diperlukan dalam pertanian modern. Ekploitasi lahan secara terus menerus menggunakan pupuk kimia ternyata justru mengakibatkan berkurangnya tingkat kesuburan tanah. Pemberian pupuk kimia atau pupuk sintesis yang berlebisan telah membuat lahan pertanian menjadi kurang produktif akibat menurunnya kesuburan tanah. Salah satu cara untuk mengembalikan kesuburan tanah adalah dengan pemberian bahan-bahan organik ke dalam tanah. Dewasa ini, propaganda dan sosialisasi pemupukan organik telah dilakukan secara simultan, baik oleh pemerintah, lembaga sosial, maupun lembaga swasta.

Pengertian Pupuk Organik

Merupakan pupuk yang terbuat dari bahan dasar yang diambil dari alam dengan kandungan unsur hara alamiah. Pupuk organik merupakan bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah. Dalam pemberian pupuk untuk tanaman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu seberapa besar pengaruh terhadap perkembangan sifat tanah, baik fisik, kimia maupun biologi, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif yang bersifat merugikan. Pertimbangan lain yang harus diperhatikan adalah keseimbangan unsur hara dalam tanah. Keseimbangan unsur hara yang tidak ideal justru akan mempengaruhi penyerapan unsur hara tertentu oleh tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal.

Terbentuknya Pupuk Organik

Di dalam tanah banyak terdapat organisme pengurai baik organisme makro maupun mikro. Pupuk ini terbentuk karena kerjasama organisme pengurai dengan cuaca serta perlakuan manusia dalam mengolah bahan-bahan organik. Sisa bahan organik dihancurkan oleh organisme dan unsur-unsur terurai diikat menjadi senyawa. Senyawa tersebut harus larut dalam air sehingga memudahkan absorbsi oleh akar tanaman. Makro organisme berperan dalam mentranslokasikan sisa bahan organik dari bentuk kasar menjadi lebih halus. Sementara mikroorganisme berperan dalam penguraian bahan organik menjadi unsur hara sehingga mudah diserap tanaman setelah menjadi senyawa. Beberapa mikroorganisme penting antara lain, ganggang, fungi, actinomycetes, serta bakteri.

Fungsi dan Peran di dalam Tanah

Salah satu pembentuk tanah adalah bahan organik, sehingga penambahan bahan organik ke dalam tanah sangat penting. Pemupukan organik berpengaruh positif terhadap tanaman. Dengan bantuan jasad renik dalam tanah maka bahan organik akan berubah menjadi humus. Humus merupakan perekat bagi butir-butir tanah saat membentuk gumpalan. Akibatnya susunan tanah akan menjadi lebih baik terhadap gaya-gaya perusak dari luar, seperti hayutan air (erosi). Selain itu pemupukan organik akan menambah unsur hara sekalipun dalam jumlah kecil.

Penambahan hara, humus, serta bahan organik dalam tanah menimbulkan efek residual, yaitu berpengaruh dalam jangka panjang.
Pemupukan secara organik menyebabkan terjadinya perbaikan struktur tanah. Sehingga sifat fisik dan kimia tanah ikut diperbaiki. Pemberian pada tanah berpasir mengakibatkan daya ikat tanah meningkat. Pemberian pada tanah berlempung akan menjadi ringan, daya ikat air menjadi tinggi, daya ikat tanah terhadap unsur hara meningkat, serta drainase dan tata udara tanah dapat diperbaiki. Tata udara yang baik dengan kandungan air cukup akan menyebabkan suhu tanah lebih stabil serta aliran air dan aliran udara tanah lebih baik.

Sifat biologi tanah dapat diperbaiki, sehingga mekanisme jasad renik menjadi hidup. Pendapat beberapa ahli menyebutkan bahwa pemupukan organik akan meningkatkan populasi musuh alami patogen sehingga akan menekan aktivitas saprofitik patogen. Pemupukan organik tidak merugikan kesehatan ataupun mencemari lingkungan.

Kelemahan

Ada beberapa kelemahan dari pemupukan secara organik, antara lain :
  • Pemupukan organik menggunakan pupuk kandang terkadanag masih sering mengandung biji-bijian tanaman pengganggu. Biji-bijian yang termakan ternak tidak akan tercerna sehingga dapat tumbuh mengganggu tanaman.
  • Sering menjadi faktor pembawa hama penyakit karena mengandung larva atau telur serangga sehingga tanaman dapat diserang.
  • Kandungan unsur haranya sulit diprediksi.
  • Kandungan unsur haranya jauh lebih rendah dibanding pupuk anorganik sehingga dosis penggunaannya jauh lebih tinggi. Akibatnya biaya transportasi, gudang, serta tenaga kerja meningkat.
  • Respon tanaman lebih lambat, karena sifatnya yang slow release.
  • Penerapan hasil bioteknologi, seperti pupuk mikroba, masih jarang digunakan. Sehingga penambahan jumlah mikroorganisme dalam tanah kurang optimal.

Bentuk Pupuk Organik

Dilihat dari bentuknya ada dua jenis pupuk, yaitu pupuk padat dan cair. Pupuk padat sudah lazim digunakan petani. Aplikasi pemupukan organik padat dapat dengan cara ditabur atau dibenamkan dalam tanah. Sementara organik cair berbentuk cairan. Pada umumnya, organik cair merupakan ekstrak bahan organik yang sudah dilarutkan dengan pelarut seperti air, alkohol, atau minyak. Senyawa organik yang mengandung unsur karbon, vitamin, atau metabolit sekunder dapat berasal dari ekstrak tanaman, tepung ikan, tepung tulang, atau enzim. Pengaplikasian organik cair umumnya dengan cara disemprotkan ke tanaman atau dikocorkan ke tanah.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk dari hasil fermentasi kotoran hewan ternak baik dalam bentuk padat maupun cair. Jumlah serta kandungan unsur hara baik kotoran padat maupun cair masing-masing ternak berbeda-beda. Perbedaan itu detentukan kondisi dan jenis hewan serta jumlah dan jenis pakan hewan tersebut. Akan tetapi selisih dari kandungan hara tersebut juga sangat tipis, sehingga tidak perlu menjadi pertimbangan untuk menentukan pupuk kandang yang akan digunakan. Pupuk kandang mengandung unsur hara lengkap, baik makro maupun mikro. Dilihat dari proses dekomposisinya pupuk kandang dibedakan menjadi dua, yaitu pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas merupakan pupuk yang terbentuk karena proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung cepat sehingga menghasilkan panas. Contoh puuk kandang panas antara lain kotoran ayam dan kuda. Sedangkan pupuk dingin merupakan pupuk yang terbentuk karena proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung sangat pelan sehingga tidak menghasilkan panas. Contoh pupuk kandang dingin antara lain, kotoran sapi, kerbau, dan babi.

Kompos

Kompos merupakan pupuk hasil pelapukan bahan-bahan tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun-daunan, rumput-rumputan, limbah organik pengolahan pabrik, serta sampah organik. Pemrosesan atau daur ulang limbah industri organik merupakan cara tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Hasilnya dapat digunakan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Pengomposan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, pengaturan kondisi mikroklimat, seperti suhu atau kelembaban, dan menambahan mikroorganisme pengurai atau dekomposer sebagai aktivator. Pengomposan berarti merangsang perkembangan bakteri (jasad renik) untuk menguraikan bahan-bahan yang dikomposkan agar terurai menjadi senyawa lain. Dalam proses penguraian tersebut mengubah unsur hara yang terikat dalam senyawa organik sukar larut menjadi senyawa organik larut (tersedia) sehingga langsung bisa diserap tanaman. Pengomposan juga bertujuan menurunkan rasio C/N. Jika bahan organik yang memiliki rasio C/N tinggi tidak dikomposkan dan langsung diberikan ke dalam tanah maka proses penguraiannya akan terjadi di tanah, mengakibatkan CO2 dalam tanah meningkat sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman, bahkan pada tanah ringan mengakibatkan daya ikat terhadap air rendah serta struktur tanahnya berserat dan kasar.

Pupuk Hijau

Pupuk hijau adalah pupuk yang memanfaatkan jaringan tanaman hijau. Jenis tanaman yang sering digunakan sebagai pupuk hijau adalah tanaman leguminose. Secara umum ciri-ciri tanaman yang dapat digunakan sebagai pupuk hijau adalah : pertumbuhannya cepat, perakarannya dangkal, bagian atas lebat dan sukulen, tanaman tahan terhadap kekeringan dan mampu tumbuh baik di tanah miskin hara. Beberapa keuntungan memanfaatkan tanaman leguminose sebagai pupuk hijau antara lain : - Leguminose mampu menambat N dari udara, sehingga dapat menambah unsur N dalam tanah. - Leguminose mampu mendorong aktivitas mikroorganisme. - Leguminose mampu mendorong struktur tanah menjadi lebih remah. - Leguminose dapat bekerja sebagai pelindung erosi tanah. Cara aplikasi pupuk hijau dapat dengan membenamkannya ke dalam tanah atau sebagai mulsa penutup tanah.

Pupuk Mikroba

Pupuk mikroba merupakan formulasi inokulan strain-strain mikroba unggul untuk meningkatkan atau menambah unsur hara dalam tanah. Keberadaannya sangat berperan bagi pertanian organik berkelanjutan. Ada beberapa jenis pupuk mikroba di pasaran, antara lain mikroba penambat N, mikroba pelepas (pelarut) fosfat, serta mikroba dekomposer.

Budidaya Lele (Ternak Lele)

Budidaya Lele (Ternak Lele) - Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi serta peluang bisnis cukup menjanjik...

Budidaya Lele (Ternak Lele) - Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi serta peluang bisnis cukup menjanjikan. Disamping cara budidaya lele cukup mudah, komoditas perikanan ini juga sangat digemari oleh berbagai kalangan. Seperti kita ketahui bersama, bahwa hampir semua kios-kios penjual pecel lele selalu dipadati oleh pengunjung. Hal ini membuktikan bahwa cita rasa masyarakat terhadap komoditas ikan lele cukup tinggi. Selain harganya murah, tekstur daging maupun kelezatannya secara umum cukup istimewa.

PELUANG BUDIDAYA LELE

Berternak ikan lele mempunyai peluang usaha cukup menjanjikan mengingat selera konsumen sangat tinggi akan jenis ikan ini. Beberapa kelebihan dari komoditas ikan lele diantaranya adalah tekstur dagingnya cukup kenyal, tidak banyak tulang diantara dagingnya sehingga memudahkan orang saat sedang mengkonsumsinya, ikan lele juga memiliki kandungan protein cukup tinggi (bisa dijadikan sebagai salah satu sumber protein alternatif). Disamping harganya terjangkau, juga memiliki cita rasa cukup enak, sehingga banyak digemari masyarakat. Dengan berbagai kelebihan tersebut, tidak mengherankan jika semakin hari permintaan ikan lele semakin meningkat. Apalagi sekarang banyak dijual produk-produk makanan olahan berbahan dasar lele, hal tersebut tentunya akan semakin meningkatkan konsumsi masyarakat akan ikan lele.

Tingginya permintaan konsumen, baik lokal maupun internasional, menjadikan potensi agribisnis budidaya ikan lele semakin terbuka lebar dari hari ke hari. Melihat fenomena ini, tidak mengherankan jika masyarakat berbondong-bondong mulai mencoba menjalankan bisnis ternak ikan lele. Disamping peluang pasar cukup besar, kegiatan budidaya juga dapat dilakukan oleh setiap orang, karena teknik budidaya lele yang diterapkan cukup mudah serta kebutuhan modal selama proses budidaya juga tidak begitu tinggi.

Usaha budidaya ikan lele selain dapat dilakukan sebagai salah satu usaha utama, juga dapat dijadikan sebagai usaha sampingan. Salah satu faktor paling menentukan keberhasilan usaha budidaya lele ini adalah kedisiplinan. Oleh karena itu, jika kegiatan budidaya lele akan dijadikan sebagai usaha sampingan, sebaiknya peternak lele harus mencari tenaga kerja berkedisiplinan tinggi. Jika tidak, dikhawatirkan usaha budidaya akan terbengkelai sehingga berakibat terhadap kemungkinan terjadinya kegagalan dalam berternak. Selain disiplin, penguasaan teknik dan cara budidaya lele yang benar juga menjadi faktor penting selama proses budidaya, terutama harus dikuasai oleh peternak lele. Jika kedua faktor telah dipenuhi maka besar kemungkinan usaha ternak ikan lele akan menuai hasil tinggi.

LINGKUP KEGIATAN BUDIDAYA LELE

Ternak ikan lele merupakan kegiatan agribisnis perikanan (pertanian dalam arti sempit) yang menitikberatkan pada usaha produksi ikan lele mulai dari pembenihan hingga masa panen. Berdasarkan bentuk kegiatannya, budidaya ikan lele dibagi beberapa subsektor, yaitu budidaya lele subsektor pembenihan, pendederan, maupun subsektor pembesaran lele. Pada budidaya subsektor pembenihan ikan lele, orientasi kegiatan budidaya terutama bertujuan menghasilkan benih yang akan dipelihara di subsektor pendederan lele. Sedangkan budidaya lele subsektor pendederan berorientasi menyediakan benih lele siap dipelihara di kolam pembesaran. Sementara itu, budidaya lele subsektor pembesaran memiliki orientasi kegiatan menghasilkan produk siap konsumsi.

Artikel ini akan membahas mengenai cara berternak lele secara umum, mulai dari teknik budidaya lele pembenihan sampai pembesaran ikan lele. Seperti telah dikatakan bahwa berternak ikan lele merupakan salah satu kegiatan budidaya perikanan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain karena permintaan pasar sangat tinggi, baik konsumsi nasional maupun ekspor, kegiatan usaha budidaya lele juga bisa dilakukan di lahan sempit sehingga dapat mengoptimalkan lahan sempit di sekitar kita. Sebelum berternak ikan lele, sebaiknya perlu dipahami terlebih dahulu mengenai ikan lele itu sendiri. Hal tersebut terutama difokuskan pada karakteristik, morfologi, maupun kebiasaan hidup ikan, baik di dalam kolam pemeliharaan maupun di alam bebas. Namun, pada artikel ini kami tidak membahasnya lebih lanjut. Mengenai informasi seputar morfologi, syarat hidup, maupun kebiasaan hidup ikan, bisa dilihat pada artikel Mengenal Ikan Lele.

BUDIDAYA LELE TAHAP PEMBENIHAN

Kegiatan ini memfokuskan kegiatan budidaya lele pada pengadaan benih atau larva ikan. Adapun faktor utama penentu keberhasilan adalah kualitas induk ikan. Oleh karena itu, sebelum melakukan kegiatan ternak ikan lele subsektor pembenihan ini, terlebih dahulu harus melakukan survey untuk menyediakan induk ikan lele berkualitas. Indukan berkualitas akan menghasilkan benih atau larva ikan berkualitas pula sehingga perolehan keuntungan menjadi lebih optimal.

Secara teknis, kegiatan budidaya lele subsektor pembenihan dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa teknik atau sistem budidaya, yaitu secara tradisional, semiintensif, maupun intensif. Budidaya lele pembenihan secara tradisional pada dasarnya merupakan teknik budidaya lele dengan memanfaatkan potensi maupun sumberdaya apa adanya, selain itu teknologi budidaya yang diterapkan biasanya berdasarkan pengalaman peternak ikan secara turun temurun. Mengenai teknik budidaya pembenihan ikan lele tradisional juga telah kami ulas lebih terperinci dalam artikel lain, bisa Anda kunjungi artikel Budidaya Ikan Lele Pembenihan Secara Tradisional.

Sementara itu, pembenihan ikan lele secara semiintensif merupakan perpaduan dari teknik budidaya pembenihan lele secara modern atau intensif dengan teknik budidaya pembenihan lele tradisional. Pada kegiatan ini, peternak lele memanfaatkan potensi maupun sumberdaya seperti pada budidaya pembenihan ikan lele tradisional, tetapi teknik pelaksanaan kegiatan budidaya lele pembenihan sudah dilakukan secara intensif, terutama dalam hal proses pematangan gonad dari induk-induk ikan. Pada teknik budidaya pembenihan ikan lele semiintensif ini, peternak lele telah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara penyuntikan kelenjar hipofisa pada induk-induk ikan. Untuk lebih jelasnya, telah kami ulas lebih terperinci dalam artikel lain, silahkan baca kunjungi Budidaya Ikan Lele Pembenihan Semiintensif.

Sedangkan teknik budidaya pembenihan ikan lele secara intensif merupakan kegiatan pembenihan lele yang dilakukan sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi, baik sumberdaya maupun teknik budidaya lele yang diterapkan. Berhubung kami belum bisa mengumpulkan referensi secara lengkap mengenai teknologi budidaya pembenihan ikan lele secara intensif, maka kami belum bisa menyajikan informasi tentang hal itu. Selain itu, dengan mempertimbangkan faktor kecukupan modal peternak, akan lebih rasional untuk menerapkan teknologi budidaya pembenihan ikan lele secara tradisional maupun semiintensif.

KEGIATAN BUDIDAYA LELE PENDEDERAN

Usaha ternak ikan lele tahap pendederan pada intinya merupakan kegiatan pemeliharaan lele mulai dari memelihara benih atau larva ikan berukuran 1-3 cm, yang dihasilkan dari kegiatan budidaya subsektor pembenihan ikan lele hingga mencapai ukuran 3-5 cm. Biasanya kegiatan budidaya lele tahap ini memerlukan waktu kurang lebih 2-3 minggu. Selain itu, teknik ternak ikan lele tahap pendederan biasanya meliputi beberapa kegiatan, diantaranya penebaran benih lele, pengaturan air, pemberian pakan tambahan, pengendalian hama dan penyakit ikan lele, serta kegiatan panen. Hasil panen tahap pendederan lele selanjutnya dipelihara lagi pada tahap pembesaran, proses ini bisa dilakukan baik di kolam terpal, kolam tanah, maupun kolam tembok (semen).

Penebaran Bibit Lele

Penebaran bibit lele tahap pendederan sangat rentan terhadap kematian, terutama diakibatkan stress maupun luka saat penangkapan atau pengangkutan ikan. Padat penebaran lele antara 500-700 ekor/m2. Sehingga untuk kolam seluas 10 m2 bisa ditebar bibit ikan sebanyak 5.000-7.000 ekor. Penebaran bibit lele harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar resiko dapat diminimalisir, berikut cara penebaran bibit ikan lele untuk mengurangi resiko stres maupun luka akibat pemanenan dan pengangkutan :
  • Pemindahan bibit lele sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore hari saat suhu air belum terlalu tinggi. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses adaptasi bibit lele tebaran di lingkungan barunya. Jika pemindahan bibit dilakukan saat siang hari, apalagi jika terik matahari tinggi, bisa dipastikan bibit ikan banyak mengalami stress yang mengakibatkan tingkat kematian sangat tinggi.
  • Pengambilan bibit lele dilakukan menggunakan jaring dengan ukuran net rapat serta lembut. Tujuannya adalah agar bibit ikan lele tidak banyak mengalami kerusakan sehingga menimbulkan stress saat dilakukan penangkapan. Penangkapan menggunakan jaring kasar dikhawatirkan akan melukai tubuh bibit. Jika tubuh atau kulit ikan mengalami gesekan dengan benda kasar bahkan sampai terjadi luka atau lecet, akan mempengaruhi daya hidup saat dipindahkan ke kolam pemeliharan lain.
  • Bibit ikan lele hasil tangkapan kemudian ditempatkan di wadah yang sudah diisi air dari kolam yang akan digunakan sebagai tempat penebaran larva atau benih. Penggunaan air pada kolam penebaran larva lele bertujuan meningkatkan daya adaptasi benih di tempat barunya. Jika jarak kolam pendederan tersebut tidak cukup jauh, maka bisa menggunakan wadah berupa ember. Namun bila jaraknya lumayan jauh, sebaiknya bibit ikan hasil tangkapan terlebih dahulu dikumpulkan dalam hapa agar sirkulasi oksigen tetap terjamin. Sedangkan pemindahannya bisa menggunakan kantong plastik berisi oksigen.
  • Setelah wadah cukup penuh, bibit lele segera dipindah ke kolam penebaran secara hati-hati. Cara penebarannya adalah, wadah dimasukkan dalam kolam pendederan perlahan-lahan sampai air kolam masuk ke dalam wadah. Dengan cara demikian bibit lele yang baru dipindahkan akan berenang keluar dari wadah dengan sendirinya. Cara tersebut cukup efektif untuk mengurangi resiko bibit ikan lele mengalami stres di lingkungan perairan barunya.

Cara Pengaturan Air

Kualitas air kolam pendederan ikan lele perlu dijaga, cara paling efektif adalah penggunaan air mengalir sistem paralon secara kontinyu dengan debit air tidak terlalu besar. Debit air terlalu besar justru kurang baik untuk pertumbuhan maupun perkembangan ikan lele.
Pada ternak ikan lele pendederan, kualitas air tidak terlalu cepat menurun. Hal ini dikarenakan ukuran ikan masih sangat kecil, sehingga kotoran dari ikan belum begitu banyak. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3-5% dari jumlah total berat benih lele peliharaan. Pakan ikan tambahan diberikan dalam bentuk tepung. Pemberiannya sebanyak tiga kali, yaitu setiap pagi, siang serta sore hari. Pemberian pakan lele jangan sampai berlebihan, agar sisa pakan tidak mengendap. Pengendapan pakan ikan di dasar kolam dapat menurunkan kualitas air kolam.

Pemberian Pakan Tambahan

Bibit ikan berukuran 1-3 cm belum dapat makan pelet dalam bentuk butiran sehingga di minggu pertama tidak perlu diberikan pakan ikan tambahan. Bibit lele akan memakan pakan alami yang telah tersedia di kolam, seperti plankton, kutu air (Daphnia sp.) ataupun cacing sutra (Tubifex sp.) Untuk itu, usahakan agar kolam ikan mengandung banyak pakan alami, misalnya dapat memberikan pupuk kandang fermentasi saat pembuatan kolam ikan. Setelah ikan lele memasuki minggu kedua sampai ketiga perlu diberi pakan tambahan dalam bentuk tepung. Pakan ikan diberikan sebanyak tiga kali, tiap pagi, menjelang sore serta malam hari. Pemberian pakan tambahan dilakukan sedikit demi sedikit, sampai tidak ada lagi bibit ikan yang mengejar pakan (sekitar 3-5% dari berat total).

Pengendalian Hama dan Penyakit Lele

Pada tahap ini, peternak lele harus betul-betul memperhatikan kesehatan ikan dari ancaman hama dan penyakit pengganggu selama budidaya lele. Jika tidak diperhatikan, bisa jadi usaha budidaya lele kita tidak akan mencapai hasil optimal seperti harapan. Larva atau benih lele yang masih kecil belum memiliki daya tahan sebaik ikan remaja atau dewasa. Pada ukuran ini, benih sangat rentan baik terhadap perubahan lingkungan maupun serangan hama dan penyakit lele. Serangan hama ikan lele sebetulnya kurang signifikan, namun tetap memerlukan perhatian. Sebaliknya serangan penyakit baik disebabkan karena faktor eksternal maupun internal justru sangat perlu mendapat perhatian serius agar hasil produksi mencapai titik optimal.

Hama pengganggu selama berternak lele pendederan meliputi ular, burung, kadal, serta katak. Usahakan pencegahan terhadap serangan hama-hama tersebut supaya tidak mudah masuk ke dalam kolam ikan. Pencegahan dapat dilakukan menggunakan anyaman bambu untuk menutup permukaan kolam. Selain itu juga harus dilakukan sanitasi lingkungan di areal kolam, agar kehadirannya dapat ditekan. Bila hama telah terlanjur masuk, harus segera dikeluarkan dari kolam ikan.

Pencegahan penyakit selama budidaya lele bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan air serta pengaturan pH air. Kebersihan air perlu mendapat perhatian serius, karena jika air kolam kondisinya kotor, baik akibat pemberian pakan ikan secara berlebihan maupun sisa-sisa kotoran ikan, akan berpotensi menimbulkan serangan penyakit. Selain itu, usahakan nilai pH air tetap dalam kondisi optimal untuk menopang pertumbuhan benih atau larva lele, yaitu berkisar antara 6,5-6,8. Jika nilai pH air terlalu rendah, bisa ditambahkan kapur pertanian sesuai tingkat kebutuhan. Pengukuran nilai pH air bisa menggunakan kertas lakmus ataupun pH tester.

Apabila bibit lele menunjukan tanda-tanda terserang penyakit (terutama jamur), bisa diberikan malachite green oxalite 1-5 ml atau methylene blue 10 ml per 1 meter kubik air.

Seleksi Bibit Lele Hasil Panen

Setelah berumur 18 hari bibit ikan lele diseleksi menggunakan ayakan bibit berukuran 3-5 cm. Ayakan bibit dapat berupa ember atau alat lain yang diberi lubang berukuran sebesar lingkaran tubuh bibit. Bibit ikan yang terlepas dari ember menunjukkan bahwa bibit tersebut tidak lolos seleksi, karena ukurannya masih terlalu kecil. Selanjutnya bibit lele tersebut kembali dimasukkan ke dalam kolam pemeliharaan agar mencapai ukuran sesuai kehendak. Sedangkan bibit lele yang tersisa di ember merupakan bibit lolos seleksi atau telah mencapai ukuran 3-5 cm. Bibit-bibit ikan berukuran 3-5 cm dapat dipanen untuk selanjutnya dibesarkan pada budidaya lele pendederan tahap kedua, atau bisa juga dapat langsung dijual di pasar. Bibit tersebut merupakan bibit ikan lele berkualitas tinggi karena memiliki kecepatan pertumbuhan tinggi. Oleh karena itu, bibit lele hasil seleksi pertama biasanya dijual oleh peternak lele dengan harga lebih mahal. Selain kecepatan pertumbuhannya, menggunakan bibit lele berkualitas juga dapat meningkatkan daya hidup selama masa pemeliharaan lele tahap berikutnya.

Seleksi kedua dilakukan saat bibit ikan lele telah dipelihara selama 21 hari. Kualitas bibit sedikit di bawah bibit ikan lele hasil seleksi pertama. Bibit ikan yang tidak lolos seleksi pertama maupun kedua merupakan bibit sisa. Bibit sisa ini dapat terus dibesarkan hingga mencapai ukuran 3-5 cm. Akan tetapi kualitas bibit ikan sisa tentunya tidak begitu baik.

Kegiatan berternak lele pendederan tahap kedua tidak berbeda jauh dengan ternak ikan lele pendederan tahap pertama, hanya kepadatan penebaran harus dikurangi menjadi 250-300 ekor/m2. Pemeliharaan bibit lele tahap ini dilakukan sampai bibit ikan telah mencapai ukuran 8-12 cm.

BUDIDAYA LELE TAHAP PEMBESARAN

Pada budidaya lele tahap pembesaran dapat dilakukan baik di kolam terpal maupun permanen. Secara umum, teknik pemeliharaan pada kegiatan budidaya ini, baik di kolam terpal, permanen atau semipermanen tidak jauh berbeda. Hal paling mendasar penyebab perbedaan tersebut adalah pembuatan kolam pemeliharaan. Teknik membuat kolam ikan secara permanen dapat dilihat lebih lengkap pada artikel kami Cara Membuat Kolam Ikan. Sedangkan cara pembuatan kolam terpal secara sederhana akan sedikit kami uraikan di bawah ini.

Budidaya Lele Pembesaran Kolam Terpal

Berternak lele tahap pembesaran merupakan upaya budidaya lele sampai ukuran layak konsumsi. Biasanya dari berat 1 ons sampai 1 kg per ekor. Pada dasarnya metode budidaya lele tahap ini merupakan solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan sempit, modal kecil, serta daerah minim air. Ikan lele merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang. Salah satunya adalah kemampuannya bertahan hidup meskipun di perairan kurang baik. Oleh karena itu, ternak ikan lele menjadi salah satu solusi bagi daerah-daerah dengan irigasi kurang baik.

Secara teknis, berternak lele kolam terpal tergolong mudah. Selain tidak memerlukan air dalam jumlah banyak, ikan juga relatif tahan terhadap serangan penyakit. Pengaturan suhu air maupun pemberian pakan ikan dalam jumlah cukup merupakan kunci keberhasilan budidaya. Selain lebih mudah dipelihara, lele juga memiliki pertumbuhan lebih cepat. Meskipun hidup dalam kondisi air “buruk” masih mampu bertahan hidup bahkan berkembang baik sehingga solusi berternak ikan lele kolam terpal menjadi alternatif pilihan. Ternak ikan lele dumbo sistem kolam terpal mendatangkan peluang usaha cukup menjanjikan serta tidak memerlukan modal besar. Analisis usahatani ikan lele dapat dilakukan dalam berbagai model baik untuk konsumsi maupun pembibitan.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal
Persiapan yang dapat dilakukan untuk budidaya lele kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam, material terpal, serta perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan maupun kapasitasnya. Untuk budidaya lele tahap pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1 x 0.6 meter. Model pembuatan kolam dapat dilakukan dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau membuat rangka dari kayu kemudian diberi terpal. Cara pertama membuat terpal tahan lebih lama.

Penebaran Bibit Lele untuk Kolam Terpal
Pengisian air kolam dilakukan secara bertahap. Saat penebaran, pengisian air hanya setinggi 40 cm agar bibit lele tidak terlalu sulit saat mengambil oksigen. Penebaran bibit ikan untuk kolam terpal adalah bibit berukuran 5-7 cm dengan kepadatan 40 ekor/m2. Waktu pemeliharaan antara 2-4 bulan, tergantung ukuran panen yang dikehendaki.

Pemeliharaan Ikan Lele

Secara teknis, pemeliharaan ikan pada budidaya lele tahap pembesaran meliputi beberapa kegiatan, diantaranya pengaturan air, pemberian pakan ikan, serta pengendalian hama dan penyakit ikan lele. Saat ikan berumur tujuh hari, ketinggian air perlu ditambah menjadi 50 cm. Ada baiknya disediakan rumpon atau semacam perlindungan karena ikan lele merupakan jenis ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.
Pemberian pakan ikan dilakukan sehari tiga kali, tiap pagi, siang, maupun sore hari. Pakan ikan tambahan diberikan sedikit demi sedikit sampai tidak ada lagi ikan yang mengejar pakan. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dll, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein tinggi untuk membantu mempercepat pertumbuhan ikan.

Pemberian Pakan Alternatif Ikan Lele

Pakan merupakan salah satu faktor input terbesar yang akan meningkatkan biaya produksi agribisnis ternak ikan lele. Mengandalkan pakan ikan dari pabrik saja, tentu akan mengakibatkan pembengkakan biaya. Hal ini sangat terkait dengan peran pakan sebagai salah satu faktor utama penentu keberhasilan budidaya. Oleh karena itu, sebagai petani atau peternak lele yang berorientasi mendapatkan keuntungan besar di setiap kegiatan budidaya, maka dibutuhkan kreatifitas dalam menekan biaya pemeliharaan. Salah satu upaya penekanan ini adalah menekan biaya pembelian pakan ikan. Oleh karena itu, pemberian pakan alternatif harga murah serta mudah didapat perlu dilakukan selama berternak lele.

Pakan ikan alternatif harus memiliki nilai gizi yang cukup tinggi agar mampu menopang pertumbuhan ikan selama masa pemeliharaan. Di lingkungan sekitar lokasi budidaya lele, biasanya terdapat berbagai jenis pakan alternatif berkualitas, tidak kalah dibanding pakan ikan hasil industri. Oleh karena itu, ada baiknya ketika menentukan lokasi budidaya juga mempertimbangkan kebutuhan pakan alternatif di lingkungan setempat. Jika di lingkungan sekitar tersedia berbagai sumber pakan alternatif melimpah, bisa dipastikan peternak lele akan mendapatkan keuntungan lebih besar. Apalagi jika nutrisinya mampu mengimbangi pakan ikan industri, maka biaya pemeliharaan untuk pembelian pakan ikan bisa dipangkas habis.

Pertimbangkan Nutrisi Ikan

Pemberian pakan ikan akan menjadi faktor utama dalam menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan. Bagi peternak lele profesional, tentu saja harus mempertimbangkan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan lele peliharaannya, sehingga baik pertumbuhan maupun perkembangannya dapat seoptimal mungkin agar mencapai kesuksesan dalam berternak lele. Oleh karena itu, saat melakukan pemberian pakan ikan juga harus mempertimbangkan kecukupan nutrisi ikan.

Beberapa hal terkadang diabaikan oleh peternak lele, padahal penting diketahui yaitu mengenai kebutuhan nutrisi ikan ini. Apalagi jika kegiatan budidaya lele mengandalkan pemberian pakan alternatif untuk menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan, bisa jadi pakan alternatif tidak mempertimbangkan kecukupan nutrisi. Oleh karena itu, pengetahuan tentang nutrisi ikan menjadi sangat penting selama berternak lele, bahkan sebaiknya dikuasai peternak lele profesional.

Meskipun ikan lele mampu bertahan hidup dalam kondisi air kurang baik, namun pada kegiatan ternak ikan lele intensif perlu adanya kegiatan menjaga kualitas air agar kondisinya tetap optimal untuk pertumbuhan. Penggantian air dilakukan seminggu sekali, kurang lebih 10-30% dari volume air kolam, agar kolam tidak terlalu kotor serta untuk mengurangi serangan penyakit. Penyakit ikan lele mudah menyerang ketika kondisi air terlalu kotor.

Seleksi ikan dilakukan saat lele berumur satu bulan. Biasanya ikan ini mengalami pertumbuhan tidak sama, sehingga harus segera dipisahkan. Jika dibiarkan, ikan berukuran kecil akan kalah bersaing berebut makanan. Selain itu, pemisahan juga dilakukan terhadap ikan lele yang terindikasi terserang penyakit agar mencegah penularan. Dengan perlakuan serta penanganan tepat dan disiplin, maka tingkat keberhasilan usaha budidaya lele semakin besar.

Pemanenan

Panen merupakan kegiatan akhir yang dinanti-nantikan oleh para peternak lele. Kegiatan panen adalah kegiatan memetik hasil setelah melalui serangkaian proses usaha budidaya panjang. Pada kegiatan ini, peternak lele akan menantikan hasil jerih payahnya selama proses budidaya lele. Keberhasilan usaha ternak ikan lele yang dijalankan dapat diukur dari seberapa besar perolehan hasil panennya.

Ikan lele dapat dipanen saat berumur dua bulan. Pada umur ini, ikan lele telah siap untuk dikonsumsi. Panen saat berusia dua bulan akan menghasilkan ukuran ikan ideal untuk memenuhi permintaan pasar terutama warung pecel lele. Tetapi jika menghendaki ukuran lebih besar, maka proses budidaya lele bisa dilanjutkan lebih lama lagi, yaitu hingga 3-4 bulan.

Meskipun demikian, sebaiknya ukuran panen disesuaikan permintaan pasar, sehingga peternak lele tidak kesulitan ketika memasarkan hasil panennya. Jangan sampai hasil panen lele mengalami kesulitan pemasaran hanya karena ukuran ikan tidak dikehendaki konsumen, sehingga akan mempengaruhi harga jual. Hal ini tentunya dapat berakibat terhadap penurunan keuntungan usahatani lele secara signifikan karena ukuran sesuai permintaan biasanya memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

Demikian informasi terbaik yang dapat kami sajikan, semoga artikel budidaya lele (ternak lele), bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro!

32 Ramuan Obat Demam

32 Ramuan Obat Demam - Jika imunitas tubuh kita sedang melemah, kita mudah sekali terserang penyakit. Biasanya, beberapa macam penyakit pad...

32 Ramuan Obat Demam - Jika imunitas tubuh kita sedang melemah, kita mudah sekali terserang penyakit. Biasanya, beberapa macam penyakit pada saat menyerang disertai dengan suhu badan tinggi, badan merasa dingin, menggigil, nafsu makan menurun dan mulut terasa pahit. Ada beberapa tanaman herbal yang digunakan untuk mengobati demam menggigil, diantaranya timun, kulit batang kembang merak, bawang merah, lengkuas, daun merica, daun bandotan, biji bagore, daun randu, kelapa muda, daun sena, buah labu siam, sidaguri, cocor bebek, daun kacang panjang, daun nerisi, rimpang dringo, daun dadap serep, daun sembung, daun sukun, mengkudu, daun tuba biji, daun pare, daun kesimbukan, daun panas tis, daun kumis kucing, babakan pule, cabe rawit, brotowali, daun sambiloto, kencur serta temu hitam.

Ramuan Obat Demam Tradisional

Berikut ini beberapa ramuan obat tradisional alami untuk menyembuhkan demam :
Obat Demam
Babakan Pule

Ramuan 1
Bahan
Buah timun secukupnya
Cara Pengobatan
Ambil buah timun secukupnya, cuci sampai bersih lalu diparut.
Balurkan parutan buah timun pada perut. Lakukan sampai sakit demam sembuh.

Ramuan 2
Bahan
Kulit batang kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) 5 gr
Beras 5 gr
Bawang merah (Allium cepa) 3 siung
Garam ½ gr
Cara Pengobatan
Tumbuk kulit batang kembang merak, beras, bawang putih dan garam.
Balurkan ramuan demam pada tubuh, lalu diamkan 1-2 jam. Lakukan 1-2 x 1 hari.

Ramuan 3
Bahan
Rimpang lengkuas (Alpinia galanga) 45 gr
Daun merica (Piper nigrum) 8 gr
Bawang merah (Allium cepa) 3 siung
Cara Pengobatan
Rimpang lengkuas, daun merica, bawang merah dicuci sampai bersih, lalu tumbuk, peras, ambil airnya.
Minum obat untuk demam ini 2-3 x 1 hari sebanyak 10-20 ml.

Ramuan 4
Bahan
Daun bandotan (Ageratum americanus) 5 gr
Cara Pengobatan
Remas-remas daun bandotan, peras, ambil airnya.
Minum ramuan demam 1 x 1 hari sebanyak ½ gelas.

Ramuan 5
Bahan
Biji bagore (Caesalpinia crista) 10-20 gr
Air 2-3 gelas
Cara Pengobatan
Rebus biji bagore sampai mendidih.
Minum ramuan demam 1-2 x 1 hari sebanyak 1 gelas.

Ramuan 6
Bahan
Daun randu (Ceiba pentadra) 5 gr
Cara Pengobatan
Remas daun randu.
Kompreskan ramuan untuk demam ini pada kepala 2-3 x 1 hari selama 10-15 menit.

Ramuan 7
Bahan
Kuning telur 1 butir
Kelapa muda (Cocos nucifera) 1 butir
Cara Pengobatan
Kuning telur ayam kampung dimasukkan ke dalam buah kelapa muda, lalu aduk-aduk.
Minum ramuan obat untuk demam ini 2-3 x 1 hari.

Ramuan 8
Bahan
Daun sena (Pterocarpus indicus) 5 gr
Gula aren 5 gr
Air matang 100 ml
Cara Pengobatan
Remas daun sena. Ambil airnya, lalu tambahkan gula aren dan air secukupnya.
Minum ramuan demam 2-3 x 1 hari. Lakukan sampai sakit demam sembuh.

Ramuan 9
Bahan
Santan kelapa ½ gelas
Buah labu siam (Sechium edule) 1 buah berukuran sedang
Cara Pengobatan
Ambil satu buah labu siam berukuran sedang, cuci sampai bersih, lalu belahlah labu siam menjadi dua untuk diparut. Setelah itu tambahkan parutan labu siam dengan santan kelapa.
Minum obat untuk demam ini sehari dua sampai tiga kali.

Ramuan 10
Bahan
Akar sidaguri (Sida acuminata) 1 genggam
Akar cocor bebek (Kalanchoe pinnata) 5 gr
Air bersih 3 gelas
Cara Pengobatan
Cuci akar sidaguri, akar cocr bebek sampai bersih, rebus sampai mendidih.
Sebagian ramuan diminum 2-3 x 1 hari, sebagian lagi kompreskan ke dahi. Hentikan jika demam sudah turun.

Ramuan 11
Bahan
Daun kacang panjang (Vigna sinensis) 10 gr
Cara Pengobatan
Remas-remas daun kacang panjang.
Kompreskan remasan daun kacang panjang pada kepala dan dada.
Lakukan 2-3 x 1 hari sampai demam menurun.

Ramuan 12
Bahan
Daun nerisi (Adenanthera pavonina) 10 gr
Cara Pengobatan
Remas-remas daun nerisi.
Popokkan remasan daun nerisi pada perut.
Lakukan 2-3 x 1 hari selama 15-30 menit sampai sakit demam sembuh.

Ramuan 13
Bahan
Rimpang dringo (Acorus calamus) 1 ruas
Air bersih 1 gelas
Cara Pengobatan
Remas-remas daun nerisi.
Cuci rimpang dringo sampai bersih, lalu rebus sampai mendidih.
Minum obat untuk demam ini 1-2 x 1 hari.

Ramuan 14
Bahan
Daun dadap serep (Erythrina subumbrans) muda 6 lembar
Kapur sirih 4-5 gr
Adas 5-10 gr
Cara Pengobatan
Remas-remas daun nerisi.
Remas daun dadap serep muda, lalu tambahkan sedikit kapur sirih dan adas.
Tempelkan ramuan demam pada kepala 1-2 x 1 hari selama 15-30 menit.

Ramuan 15
Bahan
Bawang merah(Allium cepa) 1 siung
Daun dadap serep(Erythrina subumbrans) 5 lembar
Minyak kelapa 1 sendok makan
Cara Pengobatan
Cuci bawang merah dan daun dadap serep, lalu tumbuk daun hingga halus, kemudian ditambahkan minyak kelapa.
Balurkan ramuan demam sehari satu sampai dua kali pada bagian punggung dan perut.

Ramuan 16
Bahan
Daun siranindi/cocor bebek (Kalanchoe mortagei) 1 lembar
Cara Pengobatan
Pukul-pukul daun siranindi sampai remuk.
Kompreskan obat untuk demam ini pada dahi 1-2 x 1 hari selama ½-1 jam.

Ramuan 17
Bahan
Daun sembung (Blumea balsamifera) 7 lembar
Cara Pengobatan
Tumbuk daun sembung sampai hancur, lalu peras dan ambil airnya.
Minum ramuan 2-3 x 1 hari sampai demam turun.

Ramuan 18
Bahan
Daun sukun (Artocarpus communis) segar 20 gr
Air matang 2 gelas
Cara Pengobatan
Ambil 20 gram daun sukun segar, cuci sampai bersih, setelah dicuci bersih kemudian dipotong kecil-kecil. Tambahkan dua gelas air matang, rebuslah selama seperempat jam, angkat, dinginkan lalu saring.
Minum ramuan obat demam sehari dua kali hingga demam sembuh.

Ramuan 19
Bahan
Mengkudu (Morinda citrifolia)1 buah
Kencur 1 rimpang
Air bersih 2 gelas
Cara Pengobatan
Cuci sampai bersih buah mengkudu dan kencur. Rebus semua bahan sampai mendidih, biarkan hingga tinggal 1 gelas, angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan demam sehari dua kali sampai demam menurun.

Ramuan 20
Bahan
Tapak liman kering 25 gr
Air bersih 3 gelas
Cara Pengobatan
Cuci tapak liman sampai bersih, lalu rebus dengan air tiga gelas air, biarkan hingga air tersisa dua gelas. Dinginkan dan saring.
Minum ramuan tradisional 2 x 1 hari, masing-masing sebanyak 1 gelas sampai demamnya menurun.

Ramuan 21
Bahan
Daun pare (Momordica charantia) segar 3 lembar
Garam dapur secukupnya
Air matang 1 gelas
Cara Pengobatan
Cuci daun pare sampai bersih, lalu lumatkan sampai lembut, setelah lembut baru ditambahakan garam dapur dan air matang, kemudian peras dan saring.
Minum obat herbal ini 2 x 1 hari, masing-masing ½ gelas hingga sembuh.

Ramuan 22
Bahan
Bawang merah (Allium cepa) secukupnya
Cara Pengobatan
Cuci bawang merah sampai bersih, setelah itu parut sampai lembut.
Balurkan ramuan demam di seluruh tubuh.

Demam untuk Anak

Bahan
Pucuk daun tuba biji (Anamirta cocculus) 5 gr
Daun kesimbukan (Paederia foetida) 5 gr
Daun pare (Momordica charantia) 7 gr
Cara Pengobatan
Ambil pucuk daun tuba biji, daun kesimbukan, daun pare. Remas-remas, peras untuk diambil airnya.
Minumkan obat untuk demam pada bayi sehari satu sampai dua kali, setiap kali minum sebanyak satu sendok teh.

Demam Meriang

Bahan
Air panas 1 gelas
Gula aren atau gula batu secukupnya
Asam secukupnya
Cara Pengobatan
Jadikan minuman.
Minum obat demam ini hingga sembuh.

Demam Akibat Penyakit Malaria

Ramuan 1
Bahan
Daun kumis kucing 20 gr
Daun panas tis 15 gr
Babakan pule 10 gr
Telur ayam
Air kunyit
Madu secukupnya
Air bersih
madu
Cara Pengobatan
Cuci sampai bersih daun kumis kucing, daun panas tis, babakan pule. Rebus dengan air bersih secukupnya.
Minum ramuan, campur dengan telur ayam, air kunyit dan madu secukupnya. Lakukan sampai demam membaik.

Ramuan 2
Bahan
Daun sambiloto (Andrographis paniculata) 1 genggam
Air bersih 1/2 cangkir
Cara Pengobatan
Cuci sampai bersih daun sambiloto. Rebus sampai mendidih. Angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan demam ini sekaligus.

Ramuan 3
Bahan
Daun sembung (Blumea balsamifera) 3 lembar
Daun kendal (Cordia ablique) 3 lembar
Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 3 lembar
Daun prasman (Eupatorium triplinerve) 5 lembar
Air bersih 3 gelas
Cara Pengobatan
Cuci sampai bersih daun sembung, daun kendal, daun prasman, daun jeruk nipis. Rebus sampai mendidih, biarkan hingga airnya tinggal 1 gelas. Angkat, dinginkan, saring.
Minum obat untuk demam 2 x 1 hari, tiap kali minum sebanyak 1/2 gelas.

Obat Demam Berdarah

Bahan
Kelapa hijau muda 1 butir
Air perasan jeruk nipis
Cara Pengobatan
Ramuan
Ambil air kelapa muda, tambahkan air perasan jeruk nipis.
Minum obat demam tradisional ini setiap hari.

Obat Demam Akibat Linu atau Encok

Bahan
Minyak serai 20 gr
Minyak gondopuro 5 gr
Minyak kayu putih 5 gr
Cabe rawit 5 gr
Alkohol
Kapur halus ditumbuk halus 3 biji
Cara Pengobatan
Cuci sampai bersih cabe rawit, kemudian diiris-iris lalu direndah dalam alkohol. Tumbuk kapur barus hingga lembut. Campur cabe rawit dan kapur barus, tambahkan minyak serai, minyak gondopuro, minyak kayu putih. Rebus semua bahan.
Urutkan ramuan demam secara pelan-pelan pada encok atau linu.

Demam Akibat Darah Kotor

Bahan
Brotowali ditumbuk 100 gr
Babakan pule ditumbuk 50 gr
Daun sambiloto 100 gr
Kencur ditumbuk 25 gr
Sintok 10 gr
Temu hitam 25 gr
Cara Pengobatan
Rebus semua bahan.
Minum ramuan sehari 3 kali 1 cangkir. Lakukan hingga sakit demam sembuh.

Obat Demam Nifas dan Demam Kambuhan

Ramuan 1
Bahan
Bunga srigading ( Nyctanthes arbor-tristis) segar 10 gr
Air bersih 2 gelas
Cara Pengobatan
Ambil bunga srigading, lalu cuci sampai bersih. Setelah itu rebus dengan dua gelas air bersih, biarkan hingga air tersisa satu gelas.
Minum ramuan sehari dua kali, setiap kali minum sebanyak setengah gelas. Lakukan hingga sakit demam sembuh.

Ramuan 2
Bahan
Daun filer segar 7 lembar
Daun srigading( Nyctanthes arbor-tristis) segar 7 lembar
Air bersih 3 gelas
Cara Pengobatan
Daun srigading dan daun filer dicuci hingga bersih. Setelah itu rebus dengan tiga gelas air bersih, biarkan hingga air tersisa setengah gelas.
Minum ramuan demam ini sehari tiga kali, setiap kali minum sebanyak setengah gelas.

Obat Kencing Manis, Kencing Batu, Dan Masalah Kencing lainnya Alami

Obat mengatasi masalah kencing seperti kencing bernanah, kencing batu, susah kencing, serta kencing manis akan Anda temui di artikel kami y...

Obat mengatasi masalah kencing seperti kencing bernanah, kencing batu, susah kencing, serta kencing manis akan Anda temui di artikel kami yang satu ini. Air minum dengan kandungan zat kapur tinggi seringkali menjadi penyebab timbulnya penyakit kencing batu, disamping kebiasaan buruk kita menahan rasa ingin kencing. Jika kedua hal tersebut sering dilakukan, kotoran-kotoran dalam kandung kemih akan mengendap dan akhirnya mengeras atau mengkristal menjadi batu yang berakibat menyumbat jalannya air kencing.

Ramuan Obat untuk Mengatasi Masalah Kencing Secara Alami

Obat Kencing Manis, Kencing Batu dan Masalah Kencing Lainnya
Peterselli

Beberapa tanaman obat dapat Anda manfaatkan untuk pengobatan herbal mengatasi berbagai masalah penyakit kencing banyak sekali, kami tidak menganjurkan, tetapi jika Anda berminat simak cara meracik ramuan di bawah ini untuk dijadikan referensi pengobatan alternatif :

Obat Kencing Bernanah

Ramuan 1
Bahan
Daun remujang 200 gr
Kayu anyang 100 gr
Adas pulosari 10 gr
Cara Membuat
Rebus semua bahan.
Minum sehari 3 kali 1 cangkir.

Ramuan 2
Bahan
Peterselli
Daun duduk 15 gr
Murbei 15 gr
Daun meniran beserta akarnya 100 gr
Cendana disisir 25 gr
Cara Membuat
Rebus semua bahan.
Minum sehari 2 kali 1 cangkir.

Ramuan 3
Bahan
Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) 50 gr
Daun kaca beling 25 gr
Daun alang-alang beserta akarnya 50 gr
Daun meniran 50 gr
Daun jinten 25 gr
Air bersih
Cara Membuat
Cuci bersih bahan-bahan herbal yang akan digunakan, seperti daun kumis kucing, daun keji beling, daun alang-alang, daun meniran, dan daun jinten. Potong-potong seperlunya jika memungkinkan. Setelah itu masukkan ramuan ke dalam panci, tambahkan air lalu rebus semua bahan sampai mendidih, dinginkan dan saring ramuan.
Minum ramuan sehari tiga kali, setiap kali minum sebanyak satu cangkir.

Ramuan 4
Bahan
Temulawak diiris tipis 25 gr
Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) 50 gr
Kunci ditumbuk 20 gr
Kemukus 10 gr
Sarsaparilla 10 gr
Mesoyi 5 gr
Air bersih
Cara Membuat
Ambil kunci, ditumbuk secukupnya. Tambahkan daun kumis kucing, kemukus, sarsaparilla, mesoyi. Rebus semua bahan sampai mendidih, angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan sehari tiga kali, sebanyak satu cangkir.

Obat Kencing Bernanah dan Luka

Bahan
Daun meniran 1 genggam
Daun/akar alang-alang 1 genggam
Daun sambiloto 1 genggam
Kopi murni dibuat bubuk kopi
Cara Membuat
Rebus semua bahan.
Minum sehari 3 kali 1 cangkir.
Ramuan Pencuci Luka/Mandi
Rebus babakan pule 25 gr dan daun mindi 1 genggam sampai panas.
Mandi dengan air rebussan hangat-hangat kuku.

Obat Kencing Manis

Ramuan 1
Bahan
Daun murbei 150 gr
Petai cina 150 gr
Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) 150 gr
Daun pegagan 150 gr
Daun meniran 150 gr
Air bersih
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun murbei, petai cina, daun kumis kucing, daun pegagan dan daun meniran yang akan digunakan. Setelah dicuci bersih masukkan ke dalam panci dan tambahkan air untuk merebusnya. Setelah mendidih dinginkan lalu saring ramuan.
Minum secara rutin agar cepat sembuh.

Ramuan 2
Bahan
Bidara upas diparut 50 gr
Babakan pule ditumbuk 15 gr
Bubuk kopi murni 10 gr
Biji juwet dihanguskan/ditumbuk 25 gr
Cara Membuat
Campur semua bahan.
Ambil 2 sendok makan dituang dalam air mendidih.
Minum sehari 3 kali.

Ramuan 3
Bahan
Herbal ciplukan kering 10 gr
Air 400 ml
Cara Membuat
Ambil herbal ciplukan kering, lalu rebus dengan 400 ml air bersih selama kurang lebih seperempat jam sambil sesekali diaduk, lalu angkat, dinginkan, dan saring ramuan.
Minum herbal ciplukan sehari dua kali sebanyak 100 ml setiap kali minum.
Air ramuan tidak boleh dipakai jika sudah lebih dari 24 jam.

Ramuan 4
Bahan
Daun tapak dara (Catharanthus roseus) 22 lembar
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun tapak dara, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih.
Minum herbal tapak dara 3 x 1 hari.

Ramuan 5
Daun ciplukan(Physalis minima) 1 tanaman
Air 4 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun ciplukan, lalu rebus dengan air empat gelas sampai mendidih, angkat, dinginkan, saring.
Minum airnya dua sampai tiga kali sehari, tiap kali minum sebanyak 1 gelas.

Ramuan 6
Bahan
Herbal ciplukan (Physalis minima) kering 5 g
Air 110 ml
Cara Membuat
Lima gram herbal ciplukan kering direbus dengan 110 ml air bersih selama seperempat jam sambil sesekali diaduk, setelah mendidih baru diangkat, dinginkan, saring ramuan.
Minum dua kali sehari, tiap minum sebanyak 100 ml.
Ramuan herbal ciplukan jangan gunakan lebih dari 24 jam.

Ramuan 7
Bahan
Herbal ciplukan (Physalis minima) berbuah beserta akarnya
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Ambil herbal ciplukan yang berbuah beserta akarnya. Layukan dan rebus sampai mendidih hingga airnya tinggal satu gelas, angkat, dinginkan, saring.
Minum satu kali sehari.

Ramuan 8
Bahan
Daun sambiloto (Andrographis paniculata) segar
Cara
Cuci sampai bersih daun sambiloto.
Makan sebagai lalapan 2-3 x 1 hari.

Ramuan 9
Bahan
Akar alang-alang (Imperata cylindrica) 15 gr
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih akar alang-alang, lalu rebus dengan air sampai mendidih.
Minum air rebusan 1-2 x 1 hari sebanyak 1 gelas.

Ramuan 10
Bahan
Pare (Momordica charantia) 2 buah
Air matang 1 gelas
Cara Membuat
Buah pare dicuci sampai bersih, lumatkan, masukkan ke dalam gelas kemudian tambahkan air matang, aduklah sampai rata, peras ramuan.
Minum ramuan herbal pare setiap hari. Lakukan secara rutin selama 2 minggu.

Ramuan 11
Bahan
Daun lidah buaya (Aloe vera) tebal dan besar secukupnya
Air matang
Air kapur sirih
Cara Membuat
Kupas lidah buaya, potong dadu seperlunya, setelah dipotong-potong kemudian cuci pada air yang mengalir sampai tidak berlendir. Agar daging lidah buaya bertekstur kenyal rendamlah selama 1 jam dalam larutan air kapur sirih (larutan ini bisa dibuat dengan mengencerkan kapur sirih ke dalam air). Setelah kurang lebih 1 jam, atau daging buah lidah buaya mengeras lalu tiriskan, bilas pada air mengalir sampai berkali-kali. Kemudian rebus sampai mendidih dalam air yang sudah dididihkan terlebih dahulu, tiriskan lidah buaya.
Tambahkan air matang, minum ramuan herbal lidah buaya secara rutin.

Ramuan 12
Bahan
Daun lidah buaya (Aloe vera) tebal dan besar secukupnya
Air bersih 3 gelas
Air matang
Garam dapur
Cara Membuat
Proses pembuatannya hampir sama seperti pada cara di atas, hanya saja tidak dilarutkan ke dalam larutan kapur sirih tetapi dalam larutan garam dapur. Pertama kupas lidah buaya, potong seperlunya, kemudian cuci sampai hilang lendirnya pada air mengalir. Setelah itu cukup direndam 30 menit dalam larutan garam. Tiriskan, remas-remas, lalu bilas dengan air. Langkah terakhir rebus dalam air mendidih sampai mendidih, dinginkan ramuan.
Minum ramuan ini 2 x 1, masing-masing setengah gelas.

Obat Kencing Batu

Ramuan 1
Bahan
Jagung muda 100 gr
Daun remujang 200 gr
Murbei 150 gr
Daun meniran beserta akarnya 100 gr
Cara Membuat
Rebus semua bahan. Minum airnya.

Ramuan 2
Bahan
Daun gempor batu ditumbuk halus 25 gr
Daun sendokan 50 gr
Daun posor (graptopylium) 25 gr
Cara Membuat
Rebus semua bahan. Minum airnya.

Ramuan 3
Bahan
Daun keji beling 1 genggam
Daun remujang/kumis kucing (Orthosiphon aristatus) beberapa lembar
Daun meniran 1 genggam
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun keji beling, daun kumis kucing, dan daun meniran. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air bersih, lalu biarkan hingga airnya menjadi 1 gelas, angkat, dinginkan, saring ramuan.
Minum airnya tiga kali sehari. Lakukan secara rutin agar cepat sembuh.

Ramuan 4
Bahan
Herbal segar kumis kucing (Orthosiphon aristatus) 90 gr
Air bersih 1 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih 90 gram herbal segar kumis kucing. Masukkan ke dalam panci dan tambahkan satu gelas air bersih, rebus dengan api sedang. Setelah kira-kira airnya tersisa 750cc matikan kompor, dinginkan dan saring ramuan.
Minum ramuan kumis kucing tiga kali sehari, tiap minum 1/3 bagiannya.

Obat Susah Kencing

Bahan
Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) 1/4 genggam
Air bersih 1 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun kumis kucing. Rebus dengan satu gelas air bersih, biarkan hingga tinggal setengah gelas.
Minum dua kali sehari, tiap minum sebanyak setengah gelas.

Infeksi Saluran Kencing

Bahan
Akar alang-alang 30 gr
Herbal meniran 30 gr
Herbal segar kumis kucing (Orthosiphon aristatus) 30 gr
Air 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih akar alang-alang, meniaran, kumis kucing. Potong-potong seperlunya, rebus dengan tiga gelas air bersih, biarkan hingga tinggal setengahnya, angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan sehari tiga kali, tiap minum sebanyak setengah gelas.

Obat Kencing Darah

Bahan
Herbal tali putri (Cassytha filiformis) segar 90 gr.
Gula merah secukupnya
Air bersih 4 gelas
Cara Membuat
Ambil tali putri yang memparasit pada tanaman lain, biasanya dapat ditemui pada tanaman perdu atau teh-tehan. Lalu cucilah sampai bersih, rebus dengan api sedang sampai mendidih, setelah kira-kira airnya tersisa dua gelas mstiksn kompod, angkat, dinginkan lalu saring rsmusn. Tambahkan gula merah secukupnya agar lebih enak.
Minum herbal tali putri sehari dua kali, setiap kali minum sebanyak satu gelas.

Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Kategori Otomotif, Teknologi, dan Bisnis

Mobil (20) Gadget (15) Motor (12) Internet (11) Teknologi (6) LAIN-LAIN (1)