MANFAAT DAUN SIRIH DISERTAI CARA MERAMU

Manfaat Daun Sirih Disertai Cara Meramu - Daun sirih memiliki nama ilmiah Piper betle , oleh masyarakat sering juga dinamakan sedah, suruh,...

Manfaat Daun Sirih Disertai Cara Meramu - Daun sirih memiliki nama ilmiah Piper betle, oleh masyarakat sering juga dinamakan sedah, suruh, seureuh, padonca, kakap, base. Piper betle telah diyakini sebagai obat herbal sejak jaman dulu. Nenek moyang kita memanfaatkan bagian daun untuk menjaga kesehatan giginya (Nginang=Jawa). Ternyata, herbal sirih tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan gigi saja, melainkan banyak sekali manfaat yang terkandung didalamnya, terutama bagi kesehatan tubuh manusia.

KANDUNGAN DAUN SIRIH

Manfaat Daun Sirih Disertai Cara Meramu
Daun Sirih
Tanaman obat ini mengandung zat kimia yang terdiri dari 1-4,2% minyak asiri; hidroksikavicol; 7,2-16,7% kavicol; 2,7-6,2% kavibetol; o-9,6% allylpyrokatekol; 2,2-5,6% karvakol; 26,8-42,5% eugenol; eugenol metil eter; 4,2-15,8% eugenol metil eter; 1,2-2,5% p-cymene; 2,4-4,8% cyneole; 3-9,8% caryophyllene; dan 2,4-15,8% cadinene. Selain itu, daun sirih juga mengandung estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula, dan pati.

MANFAAT DAUN SIRIH

Banyak khasiat daun sirih sebagai obat herbal, diantaranya ampuh menyembuhkan penyakit seperti keputihan, mimisan, menghilangkan bau badan dan keringat berlebihan, iritasi, bengkak, mata gatal dan mata merah. Selain itu manfaat daun sirih lainnya juga sebagai obat sakit gigi, sariawan, obat kumur, obat batuk, asma, bisul, serta obat ambeien atau wasir. Piper betle bersifat sebagai antiseptik, antioksidan serta fungisida.

RAMUAN OBAT HERBAL DAUN SIRIH

Obat Bisul



Bahan
Kelopak bunga rosella kering 3-5 buah
Air panas 200 ml
Cara Membuat
Seduh bunga rosella kering dengan air panas, jangan ditambahkan gula.
Minum ramuan obat herbal ini setiap hari. Lakukan selama 1 bulan.
Bahan
Daun sirih secukupnya
Cara Membikin
Cuci daun hingga bersih. Giling hingga halus. Balurkan ramuan pada bisul dan sekelilingnya lalu balut dengan kain bersih, ganti ramuan herbal ini 2 x 1 hari.

Obat Batuk
Resep 1
Bahan
Daun sirih (Piper betle) 8 lembar
Daun saga 1 genggam
Gula merah 1 induk jari orang dewasa
Air 2 gelas
Cara Membikin
Campur kedua bahan. Tambahkan air, rebus sampai mendidih. Masukkan gula merah, biarkan hingga tinggal 1 gelas. Dinginkan dan disaring.
Minum ramuan 2 x 1 hari.
Resep 2
Bahan
Daun sirih 17 lembar
Madu 1 sendok makan
Air 3 gelas
Cara Membikin
Cuci daun hingga bersih. Rebus hingga air tersisa 2 ¼ gelas. Dinginkan lalu saring.
Minum ramuan 3 x 1 hari masing-masing ¾ gelas, tambahkan madu.

Obat Asma
Bahan
Daun sirih (Piper betle)
Gula batu 1 potong
Air 2 gelas
Cara Membikin
Cuci daun hingga bersih. Tambahkan air dan gula batu. Rebuslah dan didihkan, matikan api ketika kira-kira airnya tersisa 1 gelas. Dinginkan dan saring.
Minum ramuan 1/3 gelas, lakukan 3 x 1 hari, tambahkan madu biar lebih enak.

Obat Mimisan
Bahan
Daun sirih muda secukupnya
Cara
Cuci daun hingga bersih. Lalu gulung daun untuk menyumbat hidung yang berdarah.

Obat Sakit Mata
Cara 1
Bahan
7 lembar daun sirih muda
1 gelas air
Cara Membikin
Cuci daun hingga bersih. Rebus hingga mendidih. Dinginkan dan gunakan air rebusan untuk cuci mata, lakukan 3 x 1 hari sampai sembuh.
Cara 2
Bahan
Daun sirih beberapa lembar
Garam dapur secukupnya
Air
Cara Membikin
Rebus semua bahan, dinginkan, saring.
Gunakan untuk mencuci mata sehari 3 kali secara rutin.
Cara 3
Bahan
Daun sirih 7 lembar
Air bersih 2-3 gelas
Cara
Cuci sampai bersih tujuh lembar daun, lalu rebus sampai mendidih, dinginkan.
Bersihkan mata. Lakukan 2-3 x 1 hari.

Obat Jantung
Bahan
Daun sirih bertemu ruas 3 lembar
Bawang merah 3 bungkul
Buah kemukus 14 biji (7 pasang)
Jinten putih 1 sendok kecil
Air matang 4 sendok makan
Cara Membikin
Campur semua bahan, tumbuk halus. Tambahkan air. Aduk hingga rata, saring.
Minum obat herbal ini 2 x 1 hari.

Obat Cacar Air
Bahan
Daun sirih bertemu urat 3 lbr
Jinten hitam 1 sdm
Daun serai beberpa lbr
Blinggo 1 jari
Manggar jambe muda 1 ikat
Bawang merah 3 siung
Bengklei ½ ibu jari
Air matang ½ gls
Cara Membikin
Semua bahan dicampur menjadi satu, haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender. Kemudian masukkan air, dan saring.
Minum 3 sendok tiap hari sampai sembuh.

Menghilangkan Polip
Bahan
Daun sirih 10 lbr
Daun serai 6 lbr
Jahe secukupnya
Air jeruk nipis
Cengkeh 20 btr
Air 2 gls
Cara Membikin
Campur jadi satu semuan bahan, tambahkan air, biarkan hingga airnya tinggal ½ cangkir, saring ramuan.
Minum ramuan selama 1 bulan berturut-turut tiap pagi.

Obat Nyeri Haid
Bahan
Daun sirih 6 lbt
Kunyit 3 jari
Gambir 2 ptg
Air matang 40cc
Cara Membikin
Tumbuk bahan-bahan yang telah dipersiapkan sampai halus. Campur dengan air matang, saring ramuan.
Minum herbal daun sirih 2 hari sebelum haid datang.

Obat Asam Urat, Kolesterol Tinggi
Bahan
Daun sirih
Mengkudu
Air
Jahe
Kunyit
Kapulogo
Cengkeh
Kayu manis
Cara Membikin
Potong jahe, kunyit, kapulogo ukuran sedang agar sari patinya cepat keluar.
Peras buah mengkudu, ambil airnya. Tambahkan jahe, kunyit, kapulogo, cengkeh, daun sirih, serta kayu manis. Rebus dengan api sedang selama 20 menit.
Minum ramuan tiap pagi setelah bangun tidur. Jangan makan apapun sampai ± ½ jam.

Menghilangkan Bau Badan dan Bau Mulut
Bahan
15 lembar daun sirih
3 batang serai
½ kg kapur gamping yang putih dan bersih
½ ons ketumbar
Air secukupnya
Cara Membikin
Masing-masing bahan di atas ditumbuk halus, campur semuanya jadi satu, beri air secukupnya. Kemudian aduk-aduk lagi sampai rata, tutup ramuan dengan kain bersih yang tipis, lalu embunkan selama 1 malam pada udara terbuka.
Air di permukaan digunakan untuk kumur-kumur atau mencuci tubuh sesuai tujuan pengobtan. Gunakan cara ini secara rutin.

Menghilangkan Bau Badan Akibat Keringat Berlebih
Bahan
Daun sirih 17 lembar
Air 4 gelas
Garam 1 sendok teh
Cara Membikin
Cuci daun hingga bersih. Tambahkan air dan garam. Didihkan dan angkat jika airnya kira-kira tersisa 2 gelas, dinginkan ramuan sebelun disaring.
Minum bersama 1 sendok makan madu 2 x 1 hari.

Melentikkan Bulu Mata
Bahan
Tangkai daun sirih
Daun lidah buaya
Cara Membikin
Celupkan tangkai daun ke dalam lendir lidah buaya hingga basah. Oleskan tangkai pada bulu mata secara merata. Saat menggunakan resep ini hentikan sementara pemakaian maskara untuk menjaga kesehatan bulu mata.

Obat Penambah Energi dan Vitalitas
Bahan
Daun sirih 6 lembar
Lada 6 butir
Madu 1 sendok makan
Jahe secukupnya
Kunyit secukupnya
Telur ayam kampung 1 butir
Air matang 1 gelas
Cara Membikin
Cuci bersih jahe, daun sirih, dan kunyit, kupas lalu parut, peras. Tambahkan air matang, Ambil lada dan daun sirih, haluskan, tambahkan madu. Campurkan ke dalam gelas yang berisi sari jahe dan kunyit, tambahkan kuning telur ayam kampung. Aduk hingga rata.
Minum ramuan secara rutin seminggu dua kali.

KHASIAT SERAI

Serai merupakan tanaman rempah-rempah jenis rumput-rumputan yang memiliki aroma dan rasa yang khas. Tanaman yang tergolong herbal ini biasa...

Serai merupakan tanaman rempah-rempah jenis rumput-rumputan yang memiliki aroma dan rasa yang khas. Tanaman yang tergolong herbal ini biasa digunakan oleh para ibu rumah tangga sebagai bumbu masak. Selain sebagai bumbu masak, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman herbal untuk mengobati berbagai macam penyakit.

KHASIAT SERAI
Serai
Serai bermanfaat dan berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), merangsang sirkulasi darah. Penelitian menunjukkan, tanaman ini memiliki kandungan zat anti-mikroba dan anti-bakteri sehingga berkhasiat mengobati luka, infeksi pada lambung, usus, saluran kemih. Kandungan antioksidannya juga dapat mencegah penyakit kanker. Herbal serai bermanfaat mengatasi gangguan pencernaan seperti mengobati masuk angin, sakit perut, serta diare.

Selain itu, herbal serai juga mampu mengeluarkan racun tubuh melalui urine, sehingga sangat baik untuk membantu kerja ginjal dan bermanfaat bagi seluruh organ pencernaan seperti hati, pankreas, serta kandung kemih. Kandungan minyak esensial pada serai bermanfaat untuk memperkuat dan meningkatkan fungsi sistem saraf, melemaskan otot, juga mampu meredakan kejang serta antirematik. Fungsi analgesik pada serai dapat mengurangi rasa sakit dan nyeri seperti sakit gigi, nyeri sendi, nyeri otot.

Di bidang industri, serai sudah dimanfaatkan dalam pembuatan kosmetik baik untuk menghilangkan jerawat maupun sebagai penyegar. Bagi wanita, tanaman herbal ini seringkali dimanfaatkan sebagai obat nyeri sewaktu haid dan mengurangi rasa mual. Berikut ini beberapa contoh ramuan herbal obat tradisional alami untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit:

MENGOBATI CACAR AIR

Bahan
Daun serai secukupnya
Jinten hitam 1 sendok makan
Blinggo 1 ibu jari Bengklei ½ ibu jari
Daun sirih bertemu urat 3 lembar
Manggar jambe (pinang) muda 1 ikat
Bawang merah (Allium cepa) secukupnya
Air matang ½ gelas
Cara Membuat
Campur semuan bahan, tumbuk hingga lumat dan halus. Tambahkan air, saring.
Minum ramun obat herbal ini 3 sendok makan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

MENGHILANGKAN POLIP




Bahan
Kelopak bunga rosella kering 3-5 buah
Air panas 200 ml
Cara Membuat
Seduh bunga rosella kering dengan air panas, jangan ditambahkan gula.
Minum ramuan obat herbal ini setiap hari. Lakukan selama 1 bulan.
Bahan
Daun serai 6 lembar
Daun sirih 10 lembar
Cengkeh 20 butir
Jahe secukupnya
Air perasan jeruk nipis
Cara Membuat
Rebus semua bahan hingga tinggal ½ cangkir, dinginkan dan saring.
Minum ramuan herbal tradisional setiap pagi. Lakukan selama 1 bulan berturut-turut.

MENGOBATI TERKILIR

Bahan
Serai 2 batang
Kemiri yang telah dibuang kulitnya 3 butir
Air bersih
Cara Membuat
Memarkan serai hingga hancur, campur dengan kemiri dan sedikit air. Panaskan hingga hangat-hangat kuku.
Ambil airnya dan balurkan pada bagian yang terkilir. Ampasnya balutkan dan kompreskan menggunakan kain bersih agar sarinya meresap ke dalam kulit. Ganti balutan tiap hari sampai sembuh.

MENGHILANGKAN BAU BADAN ATAU BAU MULUT

Bahan
Serai 3 batang
Daun sirih 15 lembar
Ketumbar ½ ons
Kapur gamping putih bersih ½ kg
Air secukupnya
Cara Membuat
Tumbuk halus masing-masing bahan. Campur menjadi satu, tambahkan air. Aduk hingga rata, tutup dengan kain tipis dan embunkan di udara terbuka selama 1 malam.
Gunakan air yang ada di permukaannya untuk mencuci tubuh yang berbau atau untuk kumur. Lakukan secara rutin.

OBAT MASUK ANGIN

Bahan
Minyak serai 10 tetes
Madu 1 sendok makan
Air panas ½ gelas
Cara Membuat
Seduh semua bahan dengan air panas.
Minum ramuan tradisional 1-2 kali sehari ½ gelas. Saat diminum, ramuan obat herbal masuk angin masih hangat-hangat kuku.

Manfaat Pepaya Sebagai Obat Tradisional

Pepaya ( Carica papaya ) termasuk jenis buah dan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup, baik manusia maupun hewan. Bagi ma...

Pepaya (Carica papaya) termasuk jenis buah dan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup, baik manusia maupun hewan. Bagi manusia, seluruh bagian tanaman pepaya dapat digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan, mulai dari buah, daun, bunga, biji bahkan sampai ke akar-akarnya terbukti mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sedangkan bagi hewan, daun pepaya sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak, seperti kuda.

KANDUNGAN PEPAYA

Manfaat pepaya Sebagai Obat Tradisional
Daun Pepaya
Pepaya mengandung senyawa-senyawa kimia seperti alkaloid karpaina, karposid, glikosid, sakarosa, enzym papain, levulosa, dekstrosa, papain, papayotimin papain, pektin, betakaroten, d-galaktosa, pseudo-karpaina, fitokinase, 1-arabinosa. Selain itu juga mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, vitamin B2 (ribovlavin), vitamin B1 (tiamin), vitamin B3 (niasin), kalsium, dan zat besi.

MANFAAT PEPAYA

Buah pepaya sangat bagus dikonsumsi setiap hari, karena buah pepaya kaya akan serat sehingga dapat membantu menjaga alat pencernaan bekerja dengan baik. Sedangkan daun pepaya sekalipun berasa pahit, namun daun mudanya sering dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga sebagai sayuran dan pelunak daging, terutama pada saat memasak daging siap saji (fast food). Selain itu, daun pepaya juga mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit antara lain influensa, maag, dyphteria (radang tenggorokan), demam berdarah, nyeri haid, menghilangkan jerawat, menambah nafsu makan, mencegah penyakit kanker, serta mampu membantu wanita mencapai orgasme. Akar tanaman pepaya juga mempunyai khasiat sebagai obat rematik, obat infeksi saluran kencing. Biji pepaya ampuh untuk mengatasi masalah cacingan, detoksifikasi, serta bersifat sebagai antibakteri. Tidak hanya itu, biji dan akar pepaya juga dapat mengobati penyakit ginjal.

Berikut ini beberapa khasiat pepaya untuk pengobatan alami yang dapat dijadikan alternatif pengobatan :

Obat Flu

Bahan
Daun pepaya (Carica papaya) muda 3 lembar
Garam dapur secukupnya
Gula merah secukupnya
Cara Membuat
Tumbuk daun pepaya, peras dan ambil airnya, lalu campur dengan garam dan gula merah.
Minum 3 x 1 hari.

Obat Maag

Bahan
Pupus daun pepaya (Carica papaya) 5 gr
Daun sruni putih 10 gr
Daun pegagan 10 gr
Kencur 5 gr
Sembung legi 5 gr
Air matang
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun pepaya, daun sruni putih, daun pegagan, kencur dan sembung legi. Kupas kencur, iris seperlunya. Setelah itu semua bahan dijadikan satu lalu ditumbuk sampai halus, tambahkan air matang.
Minum ramuan secara rutin saat mengalami gangguan maag.

Memudahkan Wanita Mencapai orgasme

Bahan
Daun pepaya (Carica papaya) secukupnya
Adaspulosari 2 sendok makan
Telur ayam kampung 1 butir
Merica hitam 3 butir
Madu asli 2 sendok makan
Cara Membuat
Tumbuk adaspulosari dan merica hitam, kemudian campur dengan kocokan kuning telur.
Tumbuk daun pepaya, peras dan ambil airnya. Kemudian dengan madu.
Campur semuanya, aduk hingga rata.
Minum saat mau tidur secara rutin.

Obat Radang Tenggorokan

Bahan
Daun pepaya (Carica papaya) muda 10 gr
Perasan buah lobak 5 gr
Perasan bawang merah 5 gr
Asam lama 5 gr
Perasan buah pecut kuda 5 gr
Air panas hangat-hangat kuku
Cara Membuat
Campur semua bahan
Gunakan untuk kumur.

Obat Kanker

Bahan
Pelepah daun pepaya (Carica papaya) agak muda 1/2 pelepah
Daun ceremai muda 1/4 genggam
Madu murni 3 sendok makan
Air masak 2 gelas
Cara Membuat
Giling halus semua bahan, remas dengan air, tambahkan madu lalu saring.
Minum 3 x 1 hari ½ gelas.

Penambah Nafsu Makan

Bahan
Bunga pepaya (Carica papaya) gantung 1/4 genggam
Akar kelengkeng 1 jari
Kapulaga 3 butir
Jahe 1/2 jari
Lempunyang gajah 1/2 jari
Cabai jawa 3 buah
Gula aren 3 jari
Air bersih 4 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih akar kelengkeng, bunga pepaya gantung, kapulaga, jahe, lempuyang gajah, dan cabai jawa. Rebus bersama gula aren sampai mendidih, biarkan beberapa saat sampai airnya tinggal tiga gelas. Angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan 3 x 1 hari, masing-masing 1/2 gelas.

Obat Pelangsing Tubuh

Bahan
Buah pepaya (Carica papaya)
Buah delima
Buah Manggis
Akar rambutan
Alang-alang
Langsat
Air bersih
Cara Membuat
Cuci sampai bersih buah pepaya, buah delima, buah manggis, akar rambutan, alang-alang, dan langsat. Lalu rebus dengan sampai mendidih. Kemudian dinginkan dan saring.
Minum ramuan sebanyak 1 gelas. Lakukan setiap hari secara rutin.

Obat Malaria

Bahan
Daun pepaya (Carica papaya) 60 gr
Batang brotowali 2 jari
Temu hitam 20 gr
Madu 1 sendok makan
Air 800 ml
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun pepaya, brotowali, temu hitam. Rebus ketiga bahan dengan 800 ml air, biarkan hingga airnya tinggal setengahnya. Angkat, dinginkan, saring. Tambahkan 1 sendok makan madu.
Minum ramuan herbal pepaya 2 x 1 hari sebanyak 200 ml.

28 Ramuan Obat Diare Atau Mencret Alami

Obat Diare atau Mencret Alami - Penyakit Diare seringkali disebabkan oleh asupan makanan yang tidak sesuai dengan perut kita, seperti makan...

Obat Diare atau Mencret Alami - Penyakit Diare seringkali disebabkan oleh asupan makanan yang tidak sesuai dengan perut kita, seperti makanan terlalu pedas, dan dapat pula disebabkan makanan mengandung bibit penyakit. Ketika diare tiba-tiba menyerang kita, tentunya sangatlah mengganggu aktivitas sehari-hari, perut terasa melilit dan berkali-kali harus bolak-balik ke toilet untuk buang air besar. Namun tak perlu kuatir, secara alami ada banyak cara untuk mengatasinya.

Obat Diare atau Mencret
Jambu Klutuk

Ada beberapa tanaman herbal yang digunakan untuk mengobati mencret, diantaranya jambu klutuk, buah sawo, pisang klutuk, buah sirsak, daun asam, daun mundu, daun tuba biji, daun bidara, kulit buah manggis, kulit kayu kuda, kunyit, kulit batang duwet, daun senggani kepel, daun kemangi, daun eme atau samo, daun rasamala, buah congkok, buah kendung atau kenung, serta akar carayeun. Adapun cara meramunya, simak di bawah ini :

Ramuan Tradisional untuk Mengobati Diare atau Mencret

Di bawah ini akan diuraikan 28 ramuan obat herbal untuk mengobati sakit mencret, jika Anda berminta silahkan memilih bahan-bahan yang paling terjangkau serta mudah didapat di sekitar Anda.

Obat 1
Bahan
Pupus daun jambu klutuk (Psidium guajava) 3 pupus
Garam secukupnya
Air matang 2 sendok makan
Cara Mengobati
Cuci sampai bersih pupus daun jambu klutuk, lalu tumbuk, tambahkan garam secukupnya dan dua sendok makan air matang.
Minum ramuan herbal diare ini setiap habis mencret sebanyak satu sendok makan.

Obat 2
Bahan
Buah sawo muda diparut 1 buah
Garam secukupnya
Air matang secukupnya
Cara Mengobati
Campur semua bahan, saring.
Minum ramuan obat mencret, lakukan beberapa kali sampai diare mampat.

Obat 3
Bahan
Beras dihanguskan, ditumbuk 3 sendok
Garam secukupnya
Air matang secukupnya
Cara Mengobati
Campur semua bahan, saring.
Minum ramuan obat sakit diare ini sampai mencret sembuh.

Obat 4
Bahan
Buah pisang klutuk muda 1 buah
Asam secukupnya
Air matang secukupnya
Cara Mengobati
Campur semua bahan, saring.
Minum obat sakit diare ini sampai mampat.

Obat 5
Bahan
Buah sirsak, buang bijinya 1 buah
Su5u kental manis Secukupnya
Air matang 1 gelas
Cara Mengobati
Ambil buah sirsak, lalu peras untuk diambil airnya. Tambahkan satu gelas air matang dan su5u kental manis secukupnya.
Minum obat mencret sehari dua kali. Lakukan sampai diare sembuh.

Obat 6
Bahan
Daun jambu biji (Psidium guajava)30 g
Tepung beras 1 genggam
Air bersih 1-2 gelas
Cara Mengobati
Cuci sampai bersih daun jambu biji, tambahkan tepung beras lalu rebus dengan satu sampai dua gelas air bersih hingga mendidih, angkat dan saring.
Minum ramuan herbal diare sehari dua kali. Hentikan jika diare sudah mampat.

Obat 7
Bahan
Daun jambu biji (Psidium guajava) segar 3 lembar
Garam secukupnya
Cara Mengobati
Ambil daun jambu biji segar 3 lembar, lalu cuci hingga bersih. Kunyah dengan garam secukupnya, lalu telan.
Lakukan sehari dua kali sampai sakit diare sembuh.

Obat 8
Bahan
Daun jambu biji (Psidium guajava) 6 lembar
Air matang 1 cangkir
Cara Mengobati
Cuci sampai bersih daun jambu biji, lalu ditumbuk, tambahkan satu cangkir air matang, kemudian diperas.
Minum ramuan obat mencret setiap hari. Lakukan secara rutin sampai diare sembuh.

Obat 9
Bahan
Daun celagi atau asam (Tamarindus indica) 1 genggam
Daun mundu atau gadung muda (Garcinia dulcis) 12 gr
Gula batu 4 gr
Garam ½ gr
Cara Mengobati
Cuci daun celagi atau asam, daun mundu atau gadung sampai bersih. Tumbuk semua bahan , peras, ambil airnya.
Minum ramuan herbal diare 2-3 x 1 hari sebanyak 2-3 sendok makan. Hentikan jika diare sudah berhenti.

Obat 10
Bahan
Daun tuba biji (Anamirta cocculus) 10 gr
Cara Mengobati
Cuci daun tuba biji sampai bersih. Lalu tumbuk, peras, ambil airnya.
Minum ramuan obat sakit diare ini 3 x 1 hari sebanyak 1 sendok makan. Hentikan jika mencret sudah mampat.

Obat 11
Bahan
Daun bidara (Ziziphus rotundifolius) muda 5-10 gr
Garam ½ gr
Cara Mengobati
Cuci daun bidara sampai bersih. Tambahkan garam lalu tumbuk, peras, ambil airnya.
Minum obat sakit diare 3 x 1 hari sebanyak 1 sendok makan. Hentikan jika diare sudah mampat.

Obat 12
Bahan
Kulit buah manggis (Garcinia mangostana) 5 gr
Air 1 gelas
Cara Mengobati
Bakar kulit buah manggis. Tumbuk, aduk dan tambahkan air.
Minum ramuan herbal diare 1 x 1 hari. Lakukan sampai diare sembuh.

Obat 13
Bahan
Kulit kayu kuda (Lannea grandis) 5 gr
Garam ½ gr
Cara Mengobati
Tumbuk kulit kayu kuda bersama garam, peras lalu ambil airnya.
Minum obat sakit diare 1-3 x 1 hari sebanyak 1 sendok makan. Lakukan sampai sudah tidak mencret lagi.

Obat 14
Bahan
Buah jambu biji (Psidium guajava) muda 1-2 buah
Garam 1 gr
Cara Mengobati
Cuci buah jambu biji sampai bersih, tumbuk, tambahkan garam, peras.
Minum ramuan herbal diare 3 x 1 hari sebanyak 2-3 sendok makan hingga diare mampat.

Obat 15
Bahan
Daun jambu biji (Psidium guajava) muda 2-3 lembar
Cara Mengobati
Cuci buah jambu biji sampai bersih, kunyah-kunyah, hisap airnya, buang ampasnya.
Lakukan 1-2 x 1 hari hingga diare berhenti atau mampat.

Obat 16
Bahan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas
Cara Mengobati
Tumbuk kunyit seperlunya.
Letakkan ramuan diare ini pada pusar 3 x 1 hari selama 1-2 jam.

Obat 17
Bahan
Daun sawo (Manilkara achras) muda 10 lembar
Air 1 gelas
Cara Mengobati
Cuci daun sawo sampai bersih, tumbuk, tambahkan air, aduk lalu peras.
Minum herbal diare 2-3 x 1 hari sebanyak 1 sendok makan hingga diare mampat.

Obat 18
Bahan
Kulit batang duwet (Syzygium cumini) 4-5 gr
Air 3-5 gelas
Cara Mengobati
Cuci kulit batang duwet sampai bersih, rebus sampai mendidih.
Minum ramuan obat sakit diare 2-3 x 1 hari. Lakukan sampai sakit mencret berhenti.

Obat 19
Bahan
Daun senggani kepel (Medinella hasseltii) 4 lembar
Air 1 gelas
Cara Mengobati
Cuci daun senggani kepel sampai bersih, rebus sampai mendidih.
Minum ramuan diare 1-2 x 1 hari. Lakukan hingga diare mampat.

Obat 20
Bahan
Daun kemangi (Ocimum sanctum) 1 genggam
Cara Mengobati
Cuci daun kemangi sampai bersih, remas-remas dan peras, ambil airnya.
Minum herbal diare 1-2 x 1 hari sebanyak 1 sendok.

Obat 21
Bahan
Daun eme atau samo (Pometia pinnata) 5 lembar
Air 2 gelas
Cara Mengobati
Cuci daun eme atau samo sampai bersih, rebus sampai mendidih.
Minum ramuan diare ini 2-3 x 1 hari sebanyak ½ - 1 gelas. Minum saat hangat-hangat kuku. Lakukan hingga mencret sembuh.

Obat 22
Bahan
Daun rasamala (Altingia excelsa) muda 5 lembar
Cara Mengobati
Makan daun rasamala sebagai lalapan 2-3 x 1 hari. Lakukan sampai sakit diare sembuh.

Obat 23
Bahan
Buah congkok (Curculigo capitulata) 1-2 buah
Cara Mengobati
Cuci buah congkok sampai bersih, parut, peras lalu ambil airnya.
Minum herbal diare 1-2 x 1 hari.

Obat 24
Bahan
Buah kendung atau kenung (Helicia javanica) muda 3 buah
Cara Mengobati
Makan buah kendung 1 x 1 hari. Lakukan hingga diare berhenti.

Obat 25
Bahan
Air akar carayeun (Merremia nymphaeifolia) 5-6 tetes
Cara Mengobati
Minum ramuan obat sakit mencret 1 x 1 hari. Lakukan hingga diare berhenti.

Obat 26
Bahan
Akar carayeun (Merremia nymphaeifolia) 5 gr
Air 3 gelas
Cara Mengobati
Cuci akar carayeun sampai bersih, rebus sampai mendidih.
Minum herbal diare 1-2 x 1 hari. Lakukan hingga diare mampat.

Obat 27
Bahan
Tapak liman kering 25 gr
Air bersih 3 gelas
Cara Mengobati
Cuci sampai bersih tapak liman kering. Rebus dengan tiga gelas air bersih, biarkan sampai air tersisa 2 gelas. Dinginkan dan saring.
Minum obat sakit diare 2 x 1 hari, masing-masing sebanyak 1 gelas. Lakukan hingga diare mampat.

Ramuan untuk Mengobati Diare Pada Anak

Bahan
Buah timun 1 buah
Cara Mengobati
Cuci sampai bersih buah timun, lalu rebus, setelah itu dihaluskan baru kemudian disaring. Air perasan timun dapat ditambahkan madu.
Minum ramuan diare ini sampai sembuh.

Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah bukanlah hewan asing bagi kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Hewan yang tampak lemah dan menjijikkan ini seolah tidak ada...

Cacing tanah bukanlah hewan asing bagi kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Hewan yang tampak lemah dan menjijikkan ini seolah tidak ada manfaatnya sama sekali. Namun hewan ini memiliki potensi sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

CARA TERNAK CACING TANAH

Dalam hubungannya dengan sejarah kelestarian lingkungan hidup dan peningkatan pangan dunia, peranan cacing tanah telah diketahui sejak dahulu kala. Seorang ahli filsarat Yunani, Aristoteles, banyak menaruh perhatian terhadap cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah adalah perutnya bumi. Pada tahun 69-30 SM, ratu cantik Cleopatra yang saat itu berkuasa di Mesir melarang bangsa mesir memindahkan cacing tanah keluar dari Mesir. Bahkan petaninya dilarang menyentuh cacing, sebab pada waktu itu cacing tanah dianggap sebagai Dewa Kesuburan.

Dalam catatan klasik Tiongkok, cacing tanah disebut Tilung atau Naga Tanah. Cacing tanah ini sudah sejak dahulu kala mereka gunakan dalam berbagai ramuan untuk menyembuhkan macam-macam penyakit. Seorang cendekiawan terkenal, Charles Darwin, telah menghabiskan waktunya selama hampir 40 tahun untuk mengamati kehidupan cacing tanah. Ia menyebut cacing tanah sebagai mahluk penentu keindahan alam dan pemikat bumi.

Para petani juga telah mengetahui secara turun temurun bahwa tanah yang banyak cacing tanahnya kesuburannya meningkat. Luar biasa peranan serta sumbangan cacing tanah terhadap kehidupan manusia.

Manfaat Cacing Tanah

Dibandingkan dengan negara-negara lain,, seperti Amerika Serikat, Philipina, Jepang, Taiwan, Australia, serta beberapa negara Eropa, budidaya cacing tanah di Indonesia masih merupakan hal baru. Penggunaannya juga masih sangat terbatas. Tidak seperti negara-negara lain yang memanfaatkan cacing tanah selain sebagai pakan ternak atau ikan, juga untuk bahan obat, bahan kosmetika, pengurai sampah, bahkan sebagai makanan manusia, bahkan di Perancis cacing tanah dipergunakan sebagai campuran bahan makan di restoran-restoran terkemuka yang dikenal sebagai verne de terre, artinya makanan dari cacing tanah.

Budidaya Cacing Tanah Monokultur

Pemilihan Lokasi dan Pembuatan Kandang

Lokasi budidaya cacing tanah tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Dalam skala budidaya besar, dapat disediakan ruangan khusus yang atapnya tidak terbuat dari bahan-bahan yang dapat meneruskan sinar atau menyimpan panas. Sinar matahari langsung atau suhu tinggi dapat mengakibatkan pertukaran udara dalam wadah, sehingga media budidaya cacing tanah cepat kering.

Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat di lingkungan kita, antara lain, bambu, rumbia, genteng, ijuk, papan bekas, dll. Di dalam kandang dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat menaruh wadah pemeliharaan.

Pembuatan Wadah Pemeliharaan

Wadah pemeliharaan adalah tempat sarang cacing tanah, sehingga dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang murah, seperti ember, kaleng, drum, karung, peti, plastik, dll. Ukuran wadah disesuaikan dengan kenyamanan saat perawatan.

Bahan-Bahan Sarang

Sarang merupakan tempat hidup sekaligus sebagai makanan cacing tanah. Untuk itu bahan sarang harus memenuhi syarat sebagai tempat hidup dan makanan. Bila bahan sarang lebih lengkap maka pakan tambahan yang harus diberikan lebih sedikit. Sehingga dapat dikatakan bahwa mutu sarang merupakan kunci keberhasilan budidaya cacing tanah.

Bahan-bahan untuk sarang sebaiknya digunakan bahan yang murah. Bahan-bahan dimaksud antara lain kotoran ternak, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, dedak, rumput, dedaunan, lumpur selokan, kertas/karton yang tidak terpakai, kompos sampah, eceng gondok, ampas singkong, dan berbagai sisa-sisa hasil pertanian. Semua kotoran ternak terutama yang sudah dingin langsung dapat dipakai sebagai sarang budidaya cacing tanah.

Untuk membuat sarang, kita tidak perlu menggunakan semua bahan, tetapi yang terpenting harus memenuhi syarat-syarat antara lain mempunyai daya serap tinggi untuk menahan air, harus selalu gembur dan tidak menjadi padat, harus mudah terdekomposisi atau terurai, jangan mengandung tanah permukaan, dan jika diharapkan sebagai sumber pakan jangan terlalu tinggi proteinnya.

Sarang bisa bervariasi susunannya tergantung dari bahan yang ada, temperatur lingkungan, dan tujuan budidaya cacing tanah. Hal ini mungkin karena cacing tanah berdaya adaptasi tinggi terhadap lingkungannya.

Cara Membuat Sarang

Bahan-bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong-potong sepanjang 2-3 cm. Jika bahan tercemar zat-zat beracun, misal pestisida, sebaiknya direndam dulu dalam air selama 24 jam. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air. Pada minggu pertama dan kedua dilakukan pengadukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Selanjutnya pada minggu ketiga dan keempat hanya dilakukan sekali pengadukan. Air selalu ditambahkan secukupnya supaya tetap basah, tetapi jangan sampai tergenang.

Kotoran ternak secara terpisah juga harus selalu diaduk dan diberi air. Pengadukan dilakukan cukup sekali dalam seminggu. Biasanya dalam empat minggu sudah cukup baik untuk digunakan.

Kemudian bahan campuran dan kotoran ternak itu dijadikan satu dengan perbandingan 70% bahan campuran dan 30% kotoran ternak. Seluruh campuran diaduk rata dan ditempatkan dalam lubang atau bak yang kemudian di atasnya ditutupi dengan plastik. Biarkan adukan itu selama 24 jam dan jangan sampai kekeringan.

Yang perlu diperhatikan adalah tingkat keasaman dan temperatur dari adukan tersebut harus sesuai dengan media hidup cacing tanah. Temperatur diukur dengan termometer biasa, sedangkan tingkat keasaman (pH) dapat digunakan kertas lakmus.

Setelah cacing tanah dimasukkan ke dalam bak, sebaiknya bak ditutup dengan daun pisang, pelepah pisang, atau dedaunan lain. Bisa juga menggunakan kertas koran, karung goni atau barang lain yang dapat digunakan sebagai tutup. Penutupan bertujuan untuk mengurangi penguapan dan melindungi cacing dari cahaya.

Penanaman atau Pemasukan Bibit Cacing Tanah

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah telah siap, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing anah yang ada tidak sekaligus dimasukkan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit.

Amati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru kemudian semua bibit cacing bisa dimasukkan. Pengamatan dilakukan setiap tiga jam sekali, apakah ada bibit cacing yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media. Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada cacing yang meninggalkan media berarti cacing tanah tersebut betah dan cocok dengan medi. Sebaliknya jika media tidak cocok, maka cacing tanah akan berkeliaran di permukaan.

Untuk mengatasinya maka harus dilakukan perbaikan media. Perbaikan media budidaya cacing tanah dapat dilakukan dengan cara disiran dengan air, kemudian diperas. Lakukan secara berulang hingga air perasannya tidak berwarna hitam atau cokelat tua.

Pemberian Pakan

Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam. Jumlah pakan dalam sekali pemberian sama dengan berat cacing tanah saat penanaman.

Secara umum pakan cacing tanah adalah semua kotoran hewan. Kotoran yang dipakai sebaiknya yang sudah matang atau sudah terdekomposisi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari proses dekomposisi dalam media yang akan menghasilkan panas sehingga dapat menaikkan temperatur dalam media.

Namun pakan yang lebih bervariasi lebih disukai oleh cacing tanah. Variasi pakan dimaksud antara lain 30% kotoran hewan dan 70% kompos hijauan. Atau dapat juga 30% kotoran hewan dan 70% ampas kedelai. Dapat juga diberikan pakan dari sisa-sisa dapur.

Pemberian pakan harus dalam bentuk bubur dengan perbandingan 1 campuran pakan dan 1 air. Pakan diberikan merata di atas permukaan media tetapi sisakan 2-3 cm dari tepi yang tidak ditaburi pakan. Kemudian pakan ditutup dengan kain atau plastik atau bahan lain yang tidak tembus cahaya.

Penggantian Media

Penggantian media dilakukan apabila media sudah menjadi tanah atau kascing (bekas cacing), atau pada media tersebut telah banyak telur yang disebut kokon. Supaya cacing tetap berkembang maka harus dipisahkan antara telur, anak, dan induk. Harus dilakukan penggantian media dengan cepat bila terlihat sudah menjadi tanah.

Hama dan Musuh Cacing Tanah

Lintah membunuh cacing tanah dengan cara menghisap darah cacing sampai habis. Cara pengendaliannya yaitu dengan menaburkan tembakau di permukaan media.

Kumbang menaruh telur-telur dalam media. Setelah telur-telur tersebut menetas menjadi larva, larva akan memakan media dan pakan cacing tanah. Biasanya kumbang jarang ditemukan, tetapi bila menemukan kumbang di permukaan media, segerah dibunuh.

Semut merah, memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan dilakukan dengan cara sekitar wadah pemeliharaan diberi air cukup.

Tikus, memakan pakan cacing tanah yang berupa butiran, biasanya sisa pakan ayam. Menanggulangi gangguan tikus dengan cara memasang alat perangkap.

Panen

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil yang bernilai ekonomis tinggi yaitu cacing itu sendiri dan kascing. Panen dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang akan kami sampaikan disini adalah yang paling sederhana sehingga mudah diaplikasikan.

Siapkan alat penerang, bisa lampu bohlam, neon, atau petromaks. Bila salah satu dari bagian wadah pemeliharaan diberi penerang, maka cacing akan berkumpul di bagian lain karena cacing sangat sensitif terhadap cahaya. Kemudian tinggal mengambil cacing tanah yang sudah berkumpul pada salah satu sisi dan memisahkan cacing tanah dengan media. Cara pemanenan sebagai berikut, siapkan wadah berbentuk kerucut atau corong. Masukkan bagian sarang yang terdapat cacingnya (cacing sudah berkumpul pada salah satu bagian setelah bagian lain diberi penerang) ke dalam kerucut atau corong yang sudah dipersiapkan. Corong ditaruh di atas wadah penampung yang hanya diberi lubang sebesar lobang corong sehingga kondisi dalam wadah penampung tetap gelap. Sesuai dengan sifatnya cacing tanah akan turun ke bawah dan masuk dalam wadah penampung dengan sendirinya. Ambil sarang/kascing bagian atas sedikit demi sedikit sampai habis. Demikian cara panen dilakukan sampai semua cacing tertampung dalam wadah penampung.

12 Cara Menghilangkan Rasa Sakit Akibat Haid

Seorang wanita akan merasa cemas jika sering mengalami gangguan haid atau menstruasi baik terlambat haid maupun rasa sakit yang luar biasa (...

Seorang wanita akan merasa cemas jika sering mengalami gangguan haid atau menstruasi baik terlambat haid maupun rasa sakit yang luar biasa (nyeri) saat sedang datang bulan. Datang bulan yang tidak teratur dapat disebabkan adanya gangguan syaraf, bekerja berat serta kekurangan vitamin. Konsumsi buah secara rutin sangat dianjurkan bagi seorang wanita agar tubuh kecukupan vitamin. Berikut kami berikan beberapa referensi ramuan obat tradisional alami untuk mengatasi masalah menstruasi bagi wanita :

Obat Herbal untuk Haid Terlalu Banyak

Obat Herbal Untuk Mengatasi Masalah Haid
Daun Sirih

Bahan
Gambir 1 potong
Daun sirih 3 lembar
Kunyit 10 gr
Cara Membuat
Cuci sampai bersih gambir dan daun sirih, lalu tumbuk sampai haalus, peras airnya sebanyak ½ gelas. Minum ramuan ini ketika haid terasa sakit dan banyak keluar darah.

Obat Herbal untuk Haid Tidak Teratur

Ramuan 1
Bahan
Kunyit 3 ons
Kapulogo 3 ons
Ketumbar 3 ons
Biji pala 3 ons
Buah cengkeh 3 ons
Jinten hitam 3 ons
Daun srigading 2 ons
Gula jawa 3 ons
Gula pasir 3 ons
Air 250 cc
Cara Membuat
Kupas, cuci dan potong-potong seperlunya bahan-bahan, lalu masukkan ke dalam panci. Tambahkan 250cc air, dan rebuslah sampai mendidih. Setelah itu dinginkan, dan saring ramuan.
Minum ramuan 5 atau 6 hari sebelum datang bulan.

Ramuan 2
Bahan
Tapak liman 10 gr
Biji kedawung 15 gr
Daun sembung 15 gr
Jinten hitam 10 gr
Daun sambiloto 10 gr
Garam secukupnya
Air 3 gelas
Cara Membuat
Sangrai biji kedawung, tumbuk dengan jinten hitam. Tambahkan tapak liman, daun sembung, daun sambiloto, garam, lalu rebus hingga tinggal setengahnya.
Minum ramuan sehari 2x.

Ramuan 3
Bahan
Kunyit diparut 15 gr
Kapulogo ditumbuk 10 gr
Ketumbar 5 gr
Biji pala ditumbuk 10 gr
Buah cengkeh 5 gr
Jinten hitam 5 gr
Daun srigading 15 gr
Air bersih
Cara Membuat
Rebus bahan-bahan di atas sampai mendidih, setelah itu dinginkan dan saring ramuan biar jernih.
Minum dan ulangi 2–3 kali.

Obat Herbal untuk Nyeri Haid

Ramuan 1
Bahan
Kunyit 3 jari
Gambir 2 potong
Daun sirih 6 lembar
Air matang 40 ml
Cara
Cuci kunyit, gambir, dan daun sirih, lalu potong-potong seperlunya kunyit dan daun sirih. Setelaj itu tumbuk semua bahan. Tambahkan 40 ml air lalu saring ramuan menggunakan alat penyaring atau kain yang bersih.
Minum ramuan 2 hari sebelum datang bulan.

Ramuan 2
Bahan
Bawang putih
Air hangat
Cara Membuat
Kupas bawang putih, kunyah sampai halus, telan lalu minum air hangat.
Makan 2 x 1 hari.

Ramuan 3
Bahan
Air 2 gelas
Trengguli 10 gram
Pulosari 8 gram
Kencur 15 gram
Cengkeh 15 gram
Cara Membuat
Tumbuk semua bahan, rebus dengan dua gelas sampai mendidih, biarkan beberapa saat hingga airnya tinggal 1½ gelas, setelah itu saring ramuan.
Minum ramuan herbal sebanyak ½ gelas, 2 x 1 hari.

Ramuan 4
Bahan
Umbi pisang kapok 1 kepal
Garam 3 sendok makan
Cara Membuat
Parut umbi pisang kapok, remas dengan garam, saring biar lembut.
Minum ramuan sebanyak 2 sendok makan, 2 x 1 hari.

Ramuan 5
Bahan
¼ genggam daun remek getih
¼ genggam daun sambing colok
3 jari gula aren
1/3 genggam daun sembung
3 gelas air
Cara Membuat
Potong seperlunya semua bahan, rebus sampai tersisa 1 gelas, saring.
Minum sehari 2 atau 3 kali, ½ gelas.

Ramuan 6
Bahan
Daun pacar cina ¼ gelas
Jamur himpes 2 batang
Daun senggani muda 3 lembar
Daun bayam duri 1/3 genggam
Rimpang kunyit ½ jari
Air jeruk nipis 2 sendok makan
Cara Membuat
Tumbuk daun pacar cina, jamur himpes, daun senggani, daun bayam, rimpang kunyit hingga halus, remas-remas, saring. Tambahkan air jeruk nipis.
Minum sebanyak 2 sendok makan, lakukan 2 x 1 hari.

Ramuan 7
Bahan
Rimpang kunyit 1 ibu jari
Rimpang jahe 1 ibu jari
Rimpang kencur ½ ibu jari
Air jeruk nipis
Air panas ½ gelas
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Cara Membuat
Parut kunyit, jahe, kencur, perasa dan ambil airnya. Tambahkan air jeruk nipis, lalu seduh dengan air panas, saring. Tambahkan garam dan gula.
Minum saat haid di hari pertama.

Ramuan 8
Air kelapa hijau (Coccos nucifera) 1 gelas
Gula aren 1 potong
Cara membuat
Campur dan aduk rata semua bahan.
Minum selama 3 hari berturut-turu 2 x 1 hari 1 gelas.

Ramuan 9
Bahan
2 potong gambir
3 jari kunyit
6 lbr daun sirih (Piper betle)
40 ml air matang
Cara Membuat
Tumbuk semua bahan. Tambahkan ait matang, campur, saring ramuan.
Minum airnya 2 hari sebelum haid.

Ramuan 10
Bahan
3 buah pare (Momordica charantia)
1 sdm madu
Cara
Cucilah buah pare sampai bersih, setelah bersih baru ditumbuk hingga halus, kemudian saring untuk diambil sarinya. Tambahkan madu murni, aduk hingga bercampur rata.
Minum ramuan 1x1 hari. Lakukan rutin hingga sembuh.

Ramuan 11
Bahan
Daun kangkung (Ipomea sp.) segar 500 gr
Air bersih secukupnya
Madu 1 sendok makan
Caranya
Cuci daun kangkung, lalu tambahkan air bersih secukupnya, setelah itu tumbuk hingga halus, kemudian baru disaring, tambahkan madu murni satu sendok makan.
Minum ramuan herbal kangkung 1 x 1 hari. Lakukan sampai sembuh.

Ramuan 12
Bahan
250 gr wortel (Daucus carota)
Air matang
Cara Membuat
Cuci wortel, setelah bersih potong-potong. Lembutkan menggunakan blender.
Minum obat herbal wortel 2x1 hari.

Hama Penyakit Tanaman Jagung

Hama Penyakit Tanaman Jagung - Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas pertanian subsektor tanaman pangan. Pada saat proses produksi...

Hama Penyakit Tanaman Jagung - Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas pertanian subsektor tanaman pangan. Pada saat proses produksi atau dalam fase budidaya, tanaman jagung juga tidak luput dari serangan hama penyakit, seperti halnya tanaman pertanian lain. Kerugian akibat serangan hama penyakit jagung bisa dibilang tidak kecil, bahkan beberapa diantaranya berpotensi menimbulkan kegagalan panen. Oleh karena itu, penanganan tepat terhadap serangan hama dan penyakit tanaman jagung akan meningkatkan hasil produksi petani. Pada artikel ini akan kami uraikan satu per satu hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung di areal budidaya.

Hama Tanaman Jagung

Hama tanaman jagung meliputi hama ulat tanah, ulat grayak, belalang, kumbang bubuk, lalat bibit, penggerek tongkol, penggerek batang, serta kutu daun. Hama ini berpotensi menggagalkan panen jika tidak dapat dikendalikan. Sebagai petani, pengamatan maupun pemahaman mengenai masing-masing hama perlu dipelajari agar selama proses budidaya jagung dapat mengendalikan serangan hama sehingga hasil produksi jagung meningkat.

Ulat Tanah (Agrotis sp.)

Hama jenis ini menyerang tanaman jagung muda di malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi di dalam tanah. Ulat tanah menyerang batang tanaman jagung muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan juga sebagai ulat pemotong. Pengendalian hama ulat pada budidaya jagung dapat dilakukan menggunakan insektisida biologi dari golongan bakteri seperti Bacilius thuringiensis atau insektisida biologi dari golongan jamur seperti Beauvaria bassiana. Secara kimiawi pengendalian hama ulat bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Belalang (Locusta sp., dan Oxya chinensis)

Belalang yang menyerang tanaman jagung ada dua jenis, yaitu Locusta sp., dan Oxya chinensis. Seperti halnya ulat tanah, hama jenis ini menyerang tanaman jagung saat masih muda, dengan cara memakan tunas jagung muda (baru tumbuh). Hama belalang pada tanaman jagung merupakan hama migran, dimana tingkat kerusakannya tergantung dari jumlah populasi serta tipe tanaman yang diserang.

Gejala Serangan:
Hama ini menyerang terutama di bagian daun, daun terlihat rusak karena serangan dari belalang tersebut, jika populasinya banyak serta belalang sedang dalam keadaan kelaparan, hama ini bisa menghabiskan tanaman jagung sekaligus sampai tulang–tulang daunnya.

Pengendalian hama belalang pada budidaya jagung secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Kumbang Bubuk (Sitophilus zeamais Motsch)

Kerusakan biji oleh kumbang bubuk dapat mencapai 85% dengan penyusutan bobot biji 17%. Sitophilus zeamais Motsch dikenal dengan maize weevil atau kumbang bubuk, merupakan serangga polifag (memiliki banyak tanaman inang).

Selain menyerang jagung, hama kumbang bubuk juga menyerang beras, gandum, kacang tanah, kacang kapri, kacang kedelai, kelapa maupun jambu mente. S. Zeamais lebih dominan menyerang jagung dan beras. S. Zeamais merusak biji jagung saat penyimpanan dan juga dapat menyerang tongkol jagung di lahan.

Telur diletakkan satu per satu di lubang gerekan di dalam biji, Keperidian imago sekitar 300-400 butir telur, stadia telur kurang lebih enam hari pada suhu 25°C. Larva menggerek biji jagung serta hidup di dalam biji, umur kurang lebih 20 hari pada suhu 25°C, kelembaban nisbi 70%. Pupa terbentuk di dalam biji jagung dengan stadia pupa berkisar 5-8 hari.

Imago yang terbentuk berada di dalam biji selama beberapa hari sebelum membuat lubang keluar. Imago dapat bertahan hidup cukup lama yaitu sekitar 3-5 bulan jika tersedia makanan, sekitar 36 hari jika tanpa makan.

Siklus hidup sekitar 30-45 hari saat kondisi suhu optimum 29°C, kadar air biji 14% serta kelembaban nisbi 70%. Perkembangan populasi sangat cepat bila bahan simpanan kadar airnya di atas 15%.

Pengendalian
a) Pengelolaan Tanaman
Serangan selama tanaman masih di lahan dapat terjadi jika tongkol terbuka. Tanaman yang kekeringan, dengan pemberian pupuk rendah menyebabkan tanaman mudah terserang busuk tongkol sehingga dapat diinfeksi oleh kumbang bubuk. Panen tepat waktu saat jagung mencapai masak fisiologis dapat mencegah Sitophilus zeamais, karena pemanenan tertunda dapat menyebabkan meningkatnya kerusakan biji jagung saat penyimpanan.

b) Varietas Resisten/Tahan
Penggunaan varietas dengan kandungan asam fenolat tinggi dan kandungan asam aminonya rendah dapat menekan kumbang bubuk, serta penggunaan varietas berpenutup kelobot yang baik.

c) Kebersihan dan Pengelolaan Gudang
Kebanyakan hama gudang cenderung bersembunyi atau melakukan hibernasi sesudah gudang tersebut kosong. Untuk itu harus dibersihkan semua struktur gudang serta membakar semua biji yang terkontaminasi. Biji-biji terkontaminasi ini dijauhkan dari area gudang, lalu dimusnahkan. Selain itu, karung-karung bekas yang masih berisi sisa biji jagung juga harus dibuang. Semua struktur gudang diperbaiki, termasuk dinding retak, dimana serangga dapat bersembunyi di dinding retak. Pada dinding maupun plafon gudang disemprot menggunakan insektisida.

d) Persiapan Biji Jagung Simpanan
Sebelum penyimpanan, perhatikan kadar air dalam biji jagung. Kadar air biji ≤ 12% dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk. Perkembangan populasi kumbang bubuk akan meningkat pada kadar air 15% atau lebih.

e) Fisik dan Mekanis
Ketika suhu lebih rendah dari 50°C dan di atas 35°C perkembangan serangga akan berhenti. Penjemuran dapat menghambat perkembangan kumbang bubuk. Sortasi dilakukan dengan memisahkan biji rusak yang terinfeksi oleh serangga dengan biji sehat (utuh).

f) Bahan Tanaman
Pengendalian hama kumbang bubuk selama budidaya jagung dapat menggunakan bahan organik dari tanaman, seperti daun Annona sp., Hyptis spricigera, Lantana camara, daun Ageratum conyzoides, Chromolaena odorata, akar dari Khaya senegelensis, Acorus calamus, bunga dari Pyrethrum sp., Capsicum sp., maupun tepung biji dari Annona sp. dan Melia sp.

g) Hayati
Penggunaan agensi patogen dapat mengendalikan kumbang bubuk seperti Beauveria bassiana pada konsentrasi 109 konidia/ml takaran 20 ml/kg biji dapat mencapai kematian 50%. Penggunaan parasitoid Anisopteromalus calandrae juga mampu menekan kumbang bubuk.

h) Fumigasi
Fumigan merupakan senyawa kimia dimana senyawa ini dalam suhu serta tekanan tertentu berbentuk gas. Fumigan dapat membunuh serangga/hama melalui sistem pernapasan. Fumigasi dapat dilakukan di tumpukan komoditas jagung kemudian ditutup rapat menggunakan lembaran plastik. Fumigasi dapat pula dilakukan saat penyimpanan kedap udara seperti penyimpanan dalam silo, menggunakan kaleng kedap udara atau pengemasan menggunakan jerigen plastik, botol yang diisi sampai penuh kemudian mulut botol atau jerigen dilapisi parafin untuk penyimpanan skala kecil. Fumigasi menggunakan phospine (PH3), atau Methyl Bromida (CH3Br).

Lalat Bibit (Atherigona sp.)

Lalat bibit yang menyerang tanaman jagung hanya ditemukan di daerah Jawa dan Sumatera. Lalat bibit dapat merusak pertanaman jagung hingga 80% bahkan lebih (puso). Lama hidup serangga dewasa bervariasi antara lima sampai 23 hari, serangga betina hidup dua kali lebih lama daripada serangga jantan. Serangga dewasa sangat aktif terbang serta sangat tertarik dengan kecambah atau tanaman yang baru muncul di atas permukaan tanah. Imago kecil berukuran panjang 2,5-4,5 mm.
Telur Imago betina mulai meletakkan telur tiga sampai lima hari setelah kawin dengan jumlah telur tujuh sampai 22 butir atau bahkan hingga 70 butir. Imago betina meletakkan telurnya selama tiga sampai tujuh hari. Telur ini diletakkan secara tunggal, berwarna putih, memanjang, serta diletakkan di bawah permukaan daun.
Awalnya, larva terdiri dari tiga instar berwarna putih krem, selanjutnya menjadi kuning hingga kuning gelap. Larva yang baru menetas melubangi batang, kemudian membuat terowongan sampai dasar batang, sehingga tanaman menjadi kuning, akhirnya mati.
Pupa terdapat di pangkal batang dekat atau di bawah permukaan tanah, umur pupa 12 hari. Puparium berwarna coklat kemerah-merahan sampai coklat, memiliki ukuran panjang 4,1 mm.

Gejala:
Tanaman muda menguning karena larva yang baru menetas melubangi batang, kemudian membuat terowongan hingga ke dasar batang sehingga tanaman menguning, akhirnya mati. Jika tanaman mengalami proses pemulihan, maka pertumbuhannya akan kerdil.

Pengendalian
a) Hayati
- Parasitoid Trichogramma spp. memarasit telur, Opius sp. dan Tetrastichus sp. memarasit larva
- Predator Clubiona japonicola, merupakan predator imago.

b) Kultur Teknis
Oleh karena aktivitas lalat bibit hanya selama satu sampai dua bulan saat musim hujan, secara kultur tenis dapat melakukan pengubahan waktu tanam, pergiliran tanaman, atau melakukan tanam serempak.

c) Varietas Resisten
- Galur jagung QPM putih tahan lalat bibit adalah MSQ-P1(S1)-C1-11, MSQ-P1(S1)-C1-12, MSQ-P1(S1)-C1-44, MSQ-P1(S1)-C1-45,
- Galur jagung QPM kuning adalah MSQ-K1(S1)-C1-16, MSQ-K1(S1)-C1-35, MSQ-K1(S1)-C1-50.

d) Kimiawi
Pengendalian menggunakan insektisida dapat dilakukan saat perlakuan benih menggunakan thiodikarb (dosis 7,5-15 g b.a./kg benih) atau karbofuran (dosis 6 g b.a./kg benih). Selanjutnya setelah tanaman jagung berumur 5-7 hari, tanaman disemprot menggunakan karbosulfan (dosis 0,2 kg b.a./ha) atau thiodikarb (0,75 kg b.a/ha). Penggunaan insektisida hanya dianjurkan di daerah endemik.

Ulat Grayak (Spodoptera sp.)

Larva kecil merusak daun serta menyerang secara serentak bergerombol dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan bahkan tinggal tulang daunnya saja. Biasanya larva berada di permukaan bawah daun, umumnya terjadi saat musim kemarau.

Pengendalian secara fisik menggunakan alat perangkap ngengat sex feromonoid sebanyak 40 buah/Ha semenjak tanaman jagung berumur 2 minggu.

Penggunaan agensia hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami seperti: Cendawan Cordisep, Aspergillus flavus, Beauveria bassina, Nomuarea rileyi, atau Metarhizium anisopliae. Dapat juga dari golongan bakteri seperti Bacillus thuringensis. Pemanfaatan patogen virus untuk ulat ini juga dapat dilakukan menggunakan Sl-NPV (Spodoptera litura - Nuclear Polyhedrosis Virus). Parasit lain yang dapat dimanfaatkan adalah Parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, atau Peribeae sp.

Pengendalian secara kimiawi bisa dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Kemampuan ulat grayak merusak tanaman jagung berkisar antara 5-50%. Ngengat aktif saat malam hari, sayap bagian depan berwarna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang berwarna keputihan. Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat di bagian daun (kadang tersusun 2 lapis), warnanya coklat kekuning-kuningan, berkelompok (masing-masing berisi 25–500 butir) tertutup bulu seperti beludru.

Larva mempunyai warna bervariasi, ulat yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan serta hidup secara bergerombol. Ulat menyerang tanaman jagung di malam hari, saat siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat lembab). Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.

Pupa, ulat berkepompong dalam tanah, membentuk pupa tanpa rumah pupa (kokon) berwana coklat kemerahan, memiliki panjang sekitar 1,6 cm. Siklus hidup berkisar antara 30–60 hari (lama stadium telur 2–4 hari, larva yang terdiri dari 5 instar : 20–46 hari, pupa 8–11 hari).

Tanaman inang hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang tanaman tomat, kubis, cabe, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, padi, tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman hias, gulmaLimnocharis sp., Passiflora foetida, Ageratum sp., Cleome sp., Trema sp.

Penggerek Tongkol (Heliotis armigera, Helicoverpa armigera.)

Imago betina akan meletakkan telur pada silk (rambut) jagung. Rata-rata produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelah diletakkan dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk ke dalam tongkol jagung lalu memakan biji yang sedang mengalami perkembangan. Infestasi serangga ini akan menurunkan kualitas mupun kuantitas tongkol jagung.
Pada lubang–lubang bekas gorokan hama ini terdapat kotoran–kotoran yang berasal dari hama tersebut, biasanya hama ini lebih dahulu menyerang bagian tangkai bunga.

Musuh alami sebagai pengendali hayati serta cukup efektif untuk mengendalikan penggerek tongkol adalah Parasit, Trichogramma sp. ( parasit telur) atau Eriborus argentiopilosa (Ichneumonidae) parasit larva muda.
Pengendalian kimiawi hama ulat grayak efektif dilakukan setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol dan selang 1-2 hari hingga rambut jagung berwarna coklat.

Penggerek Batang (Ostrinia fumacalis)

Hama ini menyerang semua bagian tanaman jagung di seluruh fase pertumbuhan. Kehilangan hasil akibat serangan pnggerek batang dapat mencapai 80%. Ngengat aktif di malam hari, serta menghasilkan beberapa generasi pertahun, umur imago/ngengat dewasa 7-11 hari. Telur berwarna putih, diletakkan berkelompok, satu kelompok telur beragam antara 30-50 butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan telur 602-817 butir, umur telur 3-4 hari. Ngengat betina lebih menyukai meletakkan telur pada tanaman jagung yang tinggi, telur diletakkan di permukaan bagian bawah daun, utamanya pada daun ke 5-9, umur telur 3-4 hari.

Larva (baru menetas) berwarna putih kekuning-kuningan, makan berpindah-pindah, larva muda memakan bagian alur bunga jantan, setelah instar lanjut menggerek batang, umur larva 17-30 hari. Pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah-merahan, umur pupa 6-9 hari.

Gejala Serangan
Larva O. Furnacalis ini mempunyai karakteristik membuat kerusakan di setiap bagian tanaman jagung yaitu membentuk lubang kecil pada daun, lubang gorokan di batang, bunga jantan, atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, serta tumpukan tassel yang rusak.

Pengendalian
  1. Kultur teknis
  2. Waktu tanam tepat
  3. Tumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah.
  4. Pemotongan sebagian bunga jantan (4 dari 6 baris tanaman)

Hayati
Pemanfaatan musuh alami seperti :
- Parasitoid Trichogramma sp.. Parasitoid tersebut dapat memarasit telur O. Furnacalis.
- Predator Euborellia annulata. Predator ini selain memangsa larva juga pupa O. Furnacalis.
- Bakteri Bacillus thuringiensis Kurstaki mengendalikan larva O. Furnacalis,
- Cendawan Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae mengendalikan larva O. Furnacalis. Ambang ekonomi 1 larva/tanaman.

Kimiawi
Penggunaan insektisida berbahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, atau karbofuran efektif untuk menekan serangan penggerek batang jagung.

Kutu Daun (Mysus persicae)

Hama kutu daun pada tanaman jagung adalah Mysus persicae. Hama ini mengisap cairan tanaman jagung terutama pada daun muda, kotorannya berasa manis sehingga mengundang semut serta berpotensi menimbulkan serangan sekunder yaitu cendawan jelaga. Serangan parah menyebabkan daun tanaman mengalami klorosis(menguning), serta menggulung. Kutu daun Mysus juga menjadi serangga vektor penular virus mosaik.

Pengendalian hama kutu daun Mysus persicae dapat menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Peyakit Tanaman Jagung

Seperti halnya hama tanaman jagung, penyakit yang menyerang selama budidaya jagung juga berpotensi menimbulkan kerugian. Serangan parah penyakit-penyakit ini jika tidak dikendalikan dapat menurunkan hasil produksi jagung sehingga juga menurunkan pendapatan petani. Adapun penyakit tanaman jagun biasanya disebabkan oleh serangan hawar daun, busuk pelepah, penyakit bulai, busuk tongkol, busuk batang, karat daun, bercak daun, serta virus.

Hawar Daun (Helmithosporium turcicum)

Gejala
Awal terinfeksinya hawar daun, menunjukkan gejala berupa bercak kecil, berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang menjadi nekrotik (disebut hawar), warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar 2,5-15 cm, bercak muncul di mulai dari daun terbawah kemudian berkembang menuju daun atas. Infeksi berat akibat serangan penyakit hawar daun dapat mengakibatkan tanaman jagung cepat mati atau mengering. Cendawan ini tidak menginfeksi tongkol atau klobot jagung, cendawan dapat bertahan hidup dalam bentuk miselium dorman pada daun atau sisa-sisa tanaman di lahan.

Penyebab
Penyakit hawar daun disebabkan oleh Helminthosporium turcicum.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan hawar daun, seperti : Bisma, Pioner-2, pioner-14, Semar-2 dan semar-5.
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi bercak daun.
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mankozeb atau dithiocarbamate. Dosis/konentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Busuk Pelepah (Rhizoctonia solani)

Gejala
Penyakit busuk pelepah pada budidaya jagung umumnya terjadi di pelepah daun, gejalanya terdapat bercak berwarna agak kemerahan kemudian berubah menjadi abu-abu, selanjutnya bercak meluas, seringkali diikuti pembentukan sklerotium berbentuk tidak beraturan, berwarna putih kemudian berubah menjadi cokelat.

Gejala serangan penyakit ini dimulai dari bagian tanaman yang paling dekat dengan permukaan tanah kemudian menjalar ke bagian atas. Penanaman varietas tidak tahan penyakit ini (rentan), serangan cendawan penyebab busuk pelepah dapat mencapai pucuk atau tongkol jagung. Cendawan ini bertahan hidup sebagai miselium dan sklerotium pada biji jagung, di dalam tanah serta pada sisa-sisa tanaman di lahan. Keadaan tanah basah, lembab, serta drainase kurang baik akan merangsang pertumbuhan miselium dan sklerotia, sehingga kondisi semacam ini merupakan sumber inokulum utama.

Penyebab
Penyebab penyakit busuk pelepah adalah Rhizoctonia solani.

Pengendalian
- Menggunakan varietas/galur tahan sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah seperti : Semar-2, Rama, Galur GM 27
- Diusahakan agar penanaman jagung tidak terlalu rapat sehingga kelembaban tidak terlalu tinggi
- Lahan memiliki drainase baik
- Pergiliran tanaman, tidak menanam jagung terus menerus di lahan yang sama
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif mancozeb atau karbendazim. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis)

Penyakit bulai merupakan penyakit utama budidaya jagung. Penyakit ini menyerang tanaman jagung khususnya varietas rentan hama penyakit serta saat umur tanaman jagung masih muda (antara 1-2 minggu setelah tanam). Kehilangan hasil produksi akibat penularan penyakit bulai dapat mencapai 100%, terutama varietas rentan.

Gejala
Gejala khas penyakit bulai adalah adanya warna khlorotik memanjang sejajar tulang daun dengan batas terlihat jelas antara daun sehat. Bagian daun permukaan atas maupun bawah terdapat warna putih seperti tepung, sangat jelas di pagi hari. Selanjutnya pertumbuhan tanaman jagung akan terhambat, termasuk pembentukan tongkol buah, bahkan tongkol tidak terbentuk, daun-daun menggulung serta terpuntir, bunga jantan berubah menjadi massa daun yang berlebihan.

Penyakit bulai tanaman jagung menyebabkan gejala sistemik dimana gejalanya meluas ke seluruh bagian tanaman jagung serta menimbulkan gejala lokal (setempat). Gejala sistemik terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh sehingga semua daun akan terinfeksi. Tanaman terinfeksi penyakit bulai saat umur tanaman masih muda umumnya tidak menghasilkan buah, tetapi bila terinfeksi saat tanaman sudah tua masih dapat terbentuk buah, sekalipun buahnya kecil-kecil karena umumnya pertumbuhan tanaman mengerdil.

Penyebab
Penyakit bulai di Indonesia disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis yang luas sebarannya, sedangkan Peronosclerospora sorghii hanya ditemukan di dataran tinggi Berastagi Sumatera Utara serta di Batu Malang Jawa Timur.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan penyakit bulai seperti varietas Bima 1, Bima 3, Bima 9, Bima 14, Bima 15, Lagaligo, atau Gumarang
- Melakukan periode waktu bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan
- Penanaman jagung secara serempak
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terserang penyakit bulai
- Penggunaan fungisida metalaksil saat perlakuan benih dengan dosis 2 gram (0,7 g bahan aktif) per kg benih

Busuk Tongkol


a. Busuk tongkol Fusarium

Gejala
Gejala penyakit ini ditandai permukaan biji tongkol jagung berwarna merah jambu sampai coklat, kadang-kadang diikuti oleh pertumbuhan miselium seperti kapas berwarna merah jambu. Cendawan berkembang baik pada sisa tanaman maupun di dalam tanah, cendawan ini dapat terbawa benih, penyebarannya dapat melalui angin atau tanah.
Penyakit busuk tongkol Fusarium disebabkan oleh infeksi cendawan Fusarium moniliforme.

b. Busuk tongkol Diplodia

Gejala
Serangan busuk tongkol diplodia ditandai adanya warna coklat pada klobot. Jika infeksi terjadi setelah 2 minggu keluarnya rambut jagung menyebabkan biji berubah menjadi coklat, kisut akhirnya busuk. Miselium cendawan diplodia berwarna putih, piknidia berwarna hitam tersebar pada kelobot. Infeksi dimulai dari dasar tongkol berkembang ke bongkol kemudian merambat ke permukaan biji serta menutupi kelobot. Cendawan dapat bertahan hidup dalam bentuk spora dan piknidia berdinding tebal pada sisa tanaman di lahan.
Gejala busuk tongkol Diplodia disebabkan oleh infeksi cendawan Diplodia maydis.

c. Busuk tongkol Gibberella

Gejala
Serangan dini pada tongkol jagung dapat menyebabkan tongkol jagung menjadi busuk, kelobotnya saling menempel erat pada tongkol, serta buahnya berwarna biru hitam di permukaan kelobot maupun bongkol.

Gejala busuk tongkol Gibberella disebabkan oleh infeksi cendawan Gibberella roseum.

Pengendalian :
- Menggunakan pemupukan berimbang.
- Tidak membiarkan tongkol terlalu lama mengering di lahan, jika musim hujan bagian batang di bawah tongkol dipotong agar ujung tongkol tidak mengarah ke atas.
- Pergiliran tanaman mengunakan tanaman bukan termasuk padi-padian, karena patogen ini mempunyai banyak tanaman inang.

Busuk Batang

Gejala
Penyakit busuk batang jagung dapat menyebabkan kerusakan pada varietas rentan hingga 65%. Tanaman jagung terserang penyakit ini tampak layu atau kering seluruh daunnya. Umumnya gejala tersebut terjadi pada stadia generatif, yaitu setelah fase pembungaan. Pangkal batang terserang berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan, bagian dalam batang busuk, sehingga mudah rebah, serta bagian kulit luarnya tipis. Pangkal batang teriserang akan memperlihatkan warna merah jambu, merah kecoklatan atau coklat.

Penyakit busuk batang jagung dapat disebabkan oleh delapan spesies/cendawan seperti Colletotrichum graminearum, Diplodia maydis, Gibberella zeae, Fusarium moniliforme, Macrophomina phaseolina, Pythium apanidermatum, Cephalosporium maydis, dan Cephalosporium acremonium. Di Sulawesi Selatan, penyebab penyakit busuk batang yang telah berhasil diisolasi adalah Diplodia sp., Fusarium sp. dan Macrophomina sp.

Penularan
Cendawan patogen penyebab penyakit busuk batang memproduksi konidia pada permukaan tanaman inangnya. Konidia dapat disebarkan oleh angin, air hujan ataupun serangga. Pada waktu tidak ada tanaman, cendawan dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman terinfeksi dalam fase hifa atau piknidia dan peritesia yang berisi spora. Pada kondisi lingkungan yang sesuai untuk perkembangannya, spora akan keluar dari piknidia atau peritesia. Spora pada permukaan tanaman jagung akan tumbuh lalu menginfeksi melalui akar ataupun pangkal batang. Infeksi awal dapat melalui luka atau membentuk sejenis apresoria, serta mampu masuk ke jaringan tanaman. Spora/konidia yang terbawa angin dapat menginfeksi ke tongkol jagung. Akibat lebih kanjut, biji terinfeksi jika ditanam dapat menyebabkan penyakit busuk batang.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan serangan penyakit busuk batang seperti BISI-1, BISI-4, BISI-5, Surya, Exp.9572, Exp. 9702, Exp. 9703, CPI-2, FPC 9923, Pioneer-8, Pioneer-10, Pioneer-12, Pioneer-13, Pioneer-14, Semar-9, Palakka, atau J1-C3.
- Melakukan pergiliran tanaman.
- Melakukan pemupukan berimbang, menghindari pemberian N tinggi dan K rendah.
- Drainase baik.
- Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati dapat dilakukan dengan cendawan antagonis Trichoderma sp.

Karat Daun (Puccinia polysora)

Bercak-bercak kecil (uredinia) berbentuk bulat sampai oval terdapat di permukaan daun jagung bagian atas maupun bawah, uredinia menghasilkan uredospora berbentuk bulat atau oval serta berperan penting sebagai sumber inokulum dalam menginfeksi Tanaman jagung lainnya, sebarannya melalui angin. Penyakit karat dapat terjadi di dataran rendah sampai tinggi, infeksinya berkembang baik pada musim penghujan atau musim kemarau.

Penyebab
Penyakit karat disebabkan oleh Puccinia polysora

Pengendalian
- Menanam varietas tahankarat daun, seperti Lamuru, Sukmaraga, Palakka, Bima-1 atau Semar-10
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi karat daun maupun gulma
- Penyemprotan fungisida menggunakan bahan aktif benomil. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Bercak Daun (Bipolaris maydis Syn.)

Gejala
Penyakit bercak daun pada tanaman jagung dikenal dua tipe menurut ras patogennya yaitu ras O dan T. Ras O bercak berwarna coklat kemerahan berukuran 0,6 x (1,2-1,9) cm, sedangkan Ras T bercak berukuran lebih besar yaitu (0,6-1,2)x(0,6-2,7) cm. Ras T berbentuk kumparan, bercak berwarna hijau kuning atau klorotik kemudian menjadi coklat kemerahan. Kedua ras ini, ras T lebih berbahaya (virulen) dibanding ras O. Serangan pada bibit tanaman menyebabkan tanaman menjadi layu atau mati dalam waktu 3-4 minggu setelah tanam.

Tongkol terserang/terinfeksi dini menyebabkan bijinya akan rusak lalu busuk, bahkan tongkol jagung dapat gugur. Bercak pada ras T terdapat di seluruh bagian tanaman (baik daun, pelepah, batang, tangkai kelobot, biji, maupun tongkol jagung). Permukaan biji terinfeksi tertutup miselium berwarna abu-abu sampai hitam sehingga dapat menurunkan hasil produksi secara signifikan. Cendawan ini dalam bentuk miselium dan spora dapat bertahan hidup dalam sisa tanaman di lahan atau pada biji jagung di penyimpanan. Konidia yang terbawa angin atau percikan air hujan dapat menimbulkan infeksi pertama pada tanaman jagung.

Penyebab
Penyakit bercak daun penyebabnya adalah Bipolaris maydis Syn. Pada B. maydis ada dua ras yaitu ras O dan ras T.

Pengendalian
- Menanam varietas tahan serangan bercak daun, seperti Bima-1, Srikandi Kuning-1, Sukmaraga atau Palakka
- Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai akarnya (Eradikasi tanaman) pada tanaman terinfeksi bercak daun
- Penggunaan fungisida menggunakan bahan aktif mancozeb atau karbendazim. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Virus Mosaik

Gejala
Gejala penyakit virus mozaik pada budidaya jagung ditandai tanaman jagung menjadi kerdil, daun berwarna mosaik atau hijau dengan diselingi garis-garis kuning, jika dilihat secara keseluruhan tanaman tampak berwarna agak kekuningan mirip gejala bulai namun permukaan daun bagian bawah maupun atas apabila dipegang tidak terasa adanya serbuk spora. Penularan virus dapat terjadi secara mekanis atau melalui serangga Myzus percicae dan Rhopalopsiphum maydis secara nonpersisten. Tanaman jagung terinfeksi virus ini umumnya menjadikan penurunan hasil secara signifikan.

Pengendalian
- Mencabut tanaman jagung terinfeksi virus seawal mungkin agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun pertanaman musim mendatang.
- Melakukan pergiliran tanaman, tidak menanam tanaman jagung secara terus menerus di lahan yang sama.
- Penyemprotan pestisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi. Dosis/konsentrasi tidak melebihi anjuran dalam kemasan.
- Tidak menanam benih jagung dari tanaman terinfeksi virus.

Budidaya Jagung

Budidaya Jagung - Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak dijadikan sebagai sumber karbohidrat untuk menggantikan ...

Budidaya Jagung - Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak dijadikan sebagai sumber karbohidrat untuk menggantikan beras. Tanaman jagung biasa ditanam di daerah yang kesulitan air atau fasilitas irigasi yang terbatas. Tanaman jagung juga sering ditanam sebagai tanaman penyelang produk-produk pertanian lain. Berikut ini kami uraikan secara rinci mengenai teknik budidaya jagung yang baik tanpa pengolahan tanah.

CARA MENANAM JAGUNG TANPA OLAH TANAH

Cara praktis budidaya jagung yang akan saya uraikan di sini merupakan cara menanam jagung dengan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT). Maksud dan tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memanfaatkan lahan bekas budidaya padi sebagai alternatif penggiliran tanaman. Dengan asumsi bahwa penggiliran tanaman sangat diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah serta menekan perkembangan hama penyakit pada tanaman sejenis atau sefamili. Di samping itu untuk memutus siklus hidup dari hama penyakit tersebut sehingga kesehatan tanah tetap terjaga.

SYARAT TUMBUH TANAMAN JAGUNG

Tanaman jagung tumbuh optimal pada daerah berketinggian tempat antara 200-800 mdpl. Tanaman jagung membutuhkan sinar matahari penuh tanpa naungan, suhu udara berkisar 22-26°C, pH tanah 6-7. Jagung termasuk tanaman sensitif dan rakus terhadap unsur hara nitrogen, sehingga pemberian pupuk nitrogen sangat mutlak diberikan untuk menunjang keberhasilan budidaya jagung. Tanaman dengan kekurangan atau defisiensi untuk nitrigen menunjukkan ciri-ciri memudarnya klorofil daun, berubah kekuningan, jaringan daun mati, akhirnya mengering berwarna merah kecoklatan. Saat tanaman jagung kekurangan unsur ini, menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Aktivitas fotosintesis berjalan tidak sempurna, lama-kelamaan tanaman jagung merana sehingga tidak mampu berproduksi dengan baik, buah jagung yang dihasilkan kecil-kecil dengan bentuk kurang sempurna. Hal ini terjadi karena saat pertumbuhan tanaman jagung terhambat, serapan unsur lainnya juga terhambat karena daun jagung tidak dapat mengolah unsur hara lain yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pembuahan dan pembesaran buah jagung. Tanaman jagung menyerap unsur p dan k dalam jumlah minim, padahal kedua unsur makro ini sangat vital dalam produksi buah jagung serta menghasilkan buah jagung berkualitas.

PELAKSANAAN BUDIDAYA JAGUNG

Pelaksaanaan budidaya menggunakan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) meliputi persiapan-periapan, seperti persiapan lahan dan persiapan benih jagung. Setelah semuanya dipastikan siap, kemudian melakukan penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit jagung dan panen. Pemeliharaan tanaman jagung pada budidaya ini meliputi penyulaman, sanitasi lahan, pengairan, serta pemupukan susulan. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kegiatan di atas:

Persiapan Lahan

Persiapan lahan sebelum budidaya meliputi pemberian pupuk organik atau pupuk kandang fermentasi. Pupuk organik diberikan dengan cara menaburkan pupuk membentuk larikan/baris disesuaikan dengan baris yang akan digunakan sebagai tempat penanaman jagung. Dosis pemberian pupuk organik cukup 2 ton/Ha.

Pengapuran lahan perlu dilakukan untuk meningkatkan pH pada tanah asam hingga netral atau setidaknya mendekati netral. Kondisi pH netral yaitu dengan nilai pH 7 memungkinkan tanaman jagung tumbuh maksimal, karena penyerapan unsur hara menjadi optimal. Dosis pengapuran untuk mayoritas tanah di pulau Jawa sebanyak 400 kg/Ha. Pemberian kapur dilakukan seperti pemberian pupuk kandang, yaitu ditaburkan membentuk larikan/baris.

Pembuatan atau perbaikan drainase pada budidaya jagung dilakukan untuk melancarkan pembuangan air terutama saat musim hujan agar tidak terjadi genangan. Munculnya genangan air di areal budidaya menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan cendawan atau jamur parasit sehingga berakibat terhadap serangan penyakit terutama saat tanaman jagung sudah tumbuh dewasa. Selain itu dengan drainase yang baik kelembaban tanahnya pun ikut terjaga. Untuk menunjang pertumbuhan awal tanaman jagung yaitu pertumbuhan vegetatif tanaman, dilakukan pembersihan gulma, dapat dilakukan secara manual atau penyemprotan menggunakan herbisida (dapat menggunakan herbisida pratumbuh maupun purnatumbuh) agar lebih praktis dan menghemat tenaga kerja. Saat memilih alternatif penyemprotan herbisida, setelah penyemprotan biarkan lahan selama minimal 5 hari untuk pemakaian herbisida purnatumbuh dan selama 10 hari untuk pemakaian herbisida pratumbuh sebelum dilakukan penanaman jagung. Dosis/konsentrasi dapat dilihat pada kemasannya.

Persiapan Benih Jagung

Budidaya dengan cara TOT membutuhkan benih jagung sebanyak 6 Kg/Ha, angka ini sudah termasuk cadangan penyulaman. Sebelum ditanam, benih jagung terlebih dahulu direndam dalam larutan insektisida selama 1 jam, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah profenofos, betasiflutrin, klorpirifos, atau lamdasihalotrin, dosis/konsentrasi sesuai petunjuk kemasan. Tujuan perendaman benih jagung ini adalah untuk mengantisipasi serangan semut setelah benih jagung ditanam.

Penanaman Jagung

Persiapan penanaman jagung dimulai dengan membuat lubang tanam berjarak 40 cm sekaligus membuat lubang sebagai tempat pemupukan berjarak 10 cm dari lubang tanam. Jarak antarbaris selebar 70 cm. Tanam benih jagung yang sudah direndam dalam larutan insektisida sebanyak dua butir per lubang tanam. Setelah itu lakukan pemupukan pada lubang pemupukan yang sudah dipersiapkan dengan perbandingan 2 NPK 15-15-15 dan 1 urea. Dosis pemupukan sebanyak 1 sendok makan per lubang.

Pemeliharaan Tanaman Jagung

Kegiatan pemeliharaan tanaman jagung pada budidaya Tanpa Olah Tanah (TOT) ini meliputi penyulaman, sanitasi lahan, pengairan, serta pemupukan susulan. Adapun rincian kegiatan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Penyulaman

Penyulaman tanaman jagung untuk budidaya TOT dilakukan saat umur jagung 7 hari setelah penanaman. Penyulaman dilakukan untuk mengganti benih jagung yang tidak tumbuh atau benih jagung yang terserang hama, seperti ulat. Penyulaman lebih dari 7 hari menyebabkan pertumbuhan tanaman jagung tidak seragam, berpengaruh terhadap pemanenan dan pengendalian hama penyakit jagung.

Sanitasi Lahan

Sanitasi lahan selama budidaya meliputi pengendalian gulma, pengaturan air. Pengendalian gulma dilakukan dengan cara penyiangan menggunakan cangkul. Pencangkulan dilakukan tipis hanya untuk memotong gulma di permukaan. Setelah itu tanah bekas cangkulan dibalik lalu digunakan untuk menimbun batang jagung agar lebih kuat bila diterpa angin. Pengaturan air dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi saat musim hujan, atau penggenangan lahan bila diperlukan saat musim kemarau.

Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan pada budidaya sistem TOT diberikan baik melalui akar maupun daun. Pupuk akar diberikan dengan cara membuat lubang pemupukan berjarak 15 cm dari batang jagung, kemudian pupuk diberikan pada lubang yang sudah dibuat lalu ditutup lagi menggunakan tanah. Pemupukan pertama diberikan umur 25 hari dengan perbandingan 2 NPK 15-15-15 dan 1 pupuk urea. Berikan pupuk sebanyak 1 sendok makan per lubang tanam. Pemupukan kedua diberikan saat tanaman jagung berumur 50 hari menggunakan pupuk NPK 15-15-15. Dosis pemupukan 1 sendok makan perlubang tanam.

Pupuk daun berkandungan nitrogen tinggi diberikan saat umur jagung 15, 22, 29, dan 36 hari, sedangkan pupuk daun berkandungan phosphat dan kalium tinggi diberikan saat jagung berumur 40, 47, 54, 61 hari.

HAMA PENYAKIT JAGUNG

Keberhasilan budidaya yang menjadi harapan para petani jagung terutama sekali saat produksi jagung optimal dan panen berlimpah. Untuk mewujudkan semua ini, perlu dilakukan pengamatan terhadap serangan hama penyakit yang menyerang tanaman jagung. Dengan deteksi dini di lapangan, hama penyakit jagung dapat segera dianalisa untuk kemudian ditentukan langkah-langkah pengendaliannya.

HAMA JAGUNG

Hama yang menyerang tanaman jagung biasanya adalah ulat tanah, belalang, kumbang bubuk, lalat bibit, ulat grayak, penggerek tongkol, penggerek batang, serta kutu dan. Berikut ini nama masing-masing hama dan cara pengendaliannya:
Ulat Tanah
Nama Ilmiah : Agrotis sp.
Pengendalian kimiawi : Penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Belalang
Nama Ilmiah : Locusta sp., dan Oxya chinensis
Pengendalian kimiawi : Penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klorpirifos, sipermetrin, betasiflutrin atau lamdasihalortrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
Kumbang Bubuk
Nama Ilmiah : Sitophilus zeamais
Pengendalian Kumbang Bubuk Pada Budidaya TOT:
a) Pengelolaan tanaman jagung.
b) Penggunaan varietas jagung resisten/tahan.
c) Kebersihan dan pengelolaan gudang tempat penyimpanan jagung.
d) Persiapan biji jagung yang disimpan.
e) Fisik dan mekanis.
g) Pengendalian hayati dengan penggunaan agensia patogen.
h) Fumigasi. Fumigan merupakan senyawa kimia yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, fumigasi dapat membunuh serangga/hama melalui sistem pernapasan.
Lalat Bibit
Nama Ilmiah : Atherigona sp.
Pengendalian Lalat Bibit untuk Budidaya sistem TOT:
a) Hayati.
b) Kultur teknis.
c) Varietas resisten.
d) Kimiawi.
Selengkapnya di Hama Penyakit Tanaman Jagung
Ulat Grayak
Nama Ilmiah : Spodoptera sp.
Pengendalian : Secara fisik dapat dilakukan menggunakan alat perangkap ngengat sexferomonoid sebanyak 40 buah/Ha semenjak tanaman jagung berumur 2 minggu.
Penggerek Tongkol
Nama Ilmiah : Heliotis armigera, Helicoverpa armigera.
Pengendalian kimiawi : Penyemprotan dilakukan setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol dan selang 1-2 hari hingga rambut jagung berwarna coklat.
Penggerek Batang
Nama Ilmiah : Ostrinia fumacalis
Pengendalian Penggerek Batang Pada Budidaya TOT:
a) Kultur teknis.
b) Budidaya dilakukan pada waktu yang tepat.
c) Tumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah.
d) Pemotongan sebagian bunga jantan (4 dari 6 baris tanaman) (dettaselling)
e) Hayati - Pemanfaatan musuh alami.
f) Kimiawi - Menggunakan insektisida berbahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, karbofuran.
Kutu Daun
Nama Ilmiah : Mysus persicae
Pengendalian kimiawi : penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

PENYAKIT JAGUNG

Penyakit yang menyerang tanaman jagung biasanya adalah hawar daun, busuk pelepah, penyakit bulai, busuk tongkol, busuk batang, bercak daun, dan virus. Berikut ini cara pengendalian penyakit yang menyerang tanaman jagung:
Hawar Daun
Nama Ilmiah : Helmithosporium turcicum
Pengendalian Hawar Daun Pada Budidaya TOT :
a) Menanam varietas jagung tahan hawar daun, seperti Bisma, Pioner-2, pioner-14, Semar-2 dan semar-5.
b) Pemusnahan seluruh bagian tanaman jagung sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi bercak daun.
c) Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate.
Busuk Pelepah
Nama Ilmiah : Rhizoctonia solani
Pengendalian Busuk Pelepah dengan Budidaya sistem TOT :
a) Menggunakan varietas/galur jagung tahan sampai agak tahan terhadap penyakit hawar pelepah.
b) Penanaman jagung tidak terlalu rapat untuk menjaga kelembaban.
c) Drainase baik.
d) Melakukan pergiliran tanaman, hindari budidaya terus-menerus sepanjang musim.
e) Penggunaan fungisida berbahan aktif mankozeb dan karbendazim.
Penyakit Bulai
Nama Ilmiah : Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis
Pengendalian Penyakit Bulai dengan Budidaya sistem TOT :
a) Menanam varietas jagung tahan penyakit bulai.
b) Melakukan periode waktu yang bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan.
c) Budidaya tanaman jagung dilakukan secara serempak.
d) Pemusnahan seluruh bagian tanaman jagung sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) terhadap tanaman yang terserang penyakit bulai.
e) Penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung (perlakuan benih).
Busuk Tongkol
Ada tiga jenis candawan penyebab busuk tongkol, yaitu busuk tongkol fusarium, busuk tongkol diplodia, dan busuk tongkol gibbrelella, penyebabnya:
a. Busuk tongkol fusarium disebabkan oleh Fusarium moniliforme.
b. Busuk tongkol diplodia disebabkan oleh Diplodia maydis.
c. Busuk tongkol gibberella disebabkan oleh Gibberella roseum.
Pengendalian Busuk Tongkol Pada Budidaya TOT :
a) Pemupukan berimbang.
b) Pastikan tongkol tidak terlalu lama mengering di areal budidaya.
C) Melakukan pergiliran tanaman, jangan melakukan budidaya terus-menerus sepanjang musim.
Busuk Batang
Pengendalian Busuk Batang dengan Budidaya sistem tanpa olah tanah :
a) Menanam varietas jagung tahan busuk batang.
b) Pergiliran tanaman dengan tidak melakukan budidaya terus-menerus.
c) Memberikan pemupukan berimbang, menghindari pemberian pupuk berkadar N tinggi dan K rendah.
d) Drainase baik.
e) Pengendalian penyakit busuk batang (Fusarium) secara hayati dapat dilakukan dengan cendawan antagonis Trichoderma sp.
Karat Daun
Nama Ilmiah : Puccinia polysora
Pengendalian Karat Daun dengan Budidaya sistem tanpa olah tanah :
a) Menanam varietas jagung tahan karat.
b) Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai ke akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi karat daun dan gulma.
c) Penggunaan fungisida berbahan aktif benomil.
Bercak Daun
Nama Ilmiah : Bipolaris maydis Syn.
Pengendalian Bercak Daun dengan Budidaya sistem tanpa olah tanah :
a) Menanam varietas jagung tahan bercak daun.
b) Pemusnahan seluruh bagian tanaman sampai akarnya (Eradikasi tanaman) yang terinfeksi bercak daun.
c) Penggunaan fungisida berbahan aktif mankozeb dan karbendazim.
Virus Mosaik
Pengendalian Virus Pada Budidaya sisten TOT :
a) Mencabut tanaman jagung yang terinfeksi seawal mungkin agar tidak menjadi sumber infeksi bagi tanaman sekitarnya ataupun budidaya yang akan datang.
b) Melakukan pergiliran tanaman, jangan melakukan budidaya tanaman jagung sepanjang musim.
c) Penggunaan pestisida apabila di lapangan populasi vektor cukup tinggi.
d) Tidak penggunakan benih jagung yang berasal dari tanaman jagung yang terinfeksi virus.

Hama Penyakit Durian

Dalam konsep pertanian yang maju, serangan hama penyakit pada tanaman harus tetap dikendalikan, apapun jenis tanaman itu, termasuk tanaman d...

Dalam konsep pertanian yang maju, serangan hama penyakit pada tanaman harus tetap dikendalikan, apapun jenis tanaman itu, termasuk tanaman durian. Pengendalaian hama penyakit tanaman durian bertujuan untuk mengurangi resiko kerugian yang ditimbulkan akibat adanya kerusakan, baik pada tanaman secara umum atau buah yang merupakan hasil produksi. Pada artikel ini, kami akan mengulas tentang Hama Penyakit Durian, sehingga tanaman durian Anda bisa berproduksi dengan kualitas baik.

HAMA TANAMAN DURIAN

Penggerek Batang (Batocera sp., Xyleutes sp.)

Hama ini menyerang tanaman durian dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan ditunjukkan dengan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah sanitas kebun serta memusnaskan bagian tanaman yang terserang. Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan aplikasi insektisida sistemik berbahan aktif asefat, metomil, atau metamedophos ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif karbofuran dengan dosis 115-150 g/pohon. Interval 3 bulan sekali.

Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis)

Hama ini menyerang tanaman durian dengan cara membuat lubang pada buah. Gejala serangan ditunjukkan dengan buah busuk berulat dan akhirnya rontok. Secara biologi dapat dilakukan dengan aplikasi Beauveria bassiana. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah sanitas kebun serta memusnaskan buah durian yang terserang. Upaya pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan aplikasi insektisida berbahan aktif sipermetrin, klospirifos, profenofos, asefat, metomil, atau metamedophos. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Lakukan penyemprotan 10 hari sekali mulai saat pembentukan buah.

Kutu Putih (Pseudococus sp.)

Kutu putih berbentuk bulat dan berwarna kehijauan, seluruh tubuhnya diselumuti lapisan lilin berwarna putih. Hama ini menyerang tanaman durian dengan cara menghisap cairan daun dan menyelubungi buah durian. Serangan pada bunga menyebabkan kerontokan. Kotorannya sangat manis sehingga mengundang semut serta berpotensi menimbulkan penyakit embun jelaga. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.)

Hama tersebut menyerang tanaman durian dengan cara memakan daun hingga berlubang dan rusak. Secara biologi dapat dilakukan dengan aplikasi Beauveria bassiana. Upaya pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan aplikasi insektisida berbahan aktif sipermetrin, klospirifos, profenofos, asefat, metomil, atau metamedophos. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Lakukan penyemprotan 7 hari sekali pada saat ulat baru menetas.

PENYAKIT TANAMAN DURIAN

Fusarium sp.

Penyakit ini merupakan patogen tular tanah dan sangat berpotensi mematikan tanaman. Tanaman terserang menunjukkan gejala layu, jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat. Tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar serta bekas lubang tanam ditaburi kapur. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah mengatur kelembaban tanah, terutama menghindari adanya genangan air di areal pertanaman durian. Secara biologi dapat diberikan trichoderma atau Gliocladium pada saat persiapan lahan, dan pengocoran rutin 2 minggu sekali. Dapat juga dilakukan dengan pengocoran pestisida organik pada tanah, misal wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.

Phytophthora sp.

Gejala serangan pada buah terdapat bercak kebasahan berwarna cokelat kehitaman, membusuk serta terdapat miselium cendawan berwarna putih. Buah durian terserak akan rontok. Sedangkan gejala serangan pada batang ditandai dengan adanya luka yang mengeluarkan lendir berwarna merah pada kulit batang. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, pengaturan kelembaban areal pertanaman durian dengan cara memperlebar jarak tanam, pemangkasan ranting atau cabang tidak produktif. Secara biologi dapat dilakukan dengan pemberian Thricoderma sp. atau Gliocladium pada tanah untuk menekan pertumbuhan patogen yang masih bersifat saprofit. Secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Penyakit Bercak Daun Colletotrichum sp.

Gejala serangan ditandai dengan adanya bercak-bercak besar kering pada daun tanaman serta mengakibatkan daun tanaman berlubang. Musnahkan daun terserang, lakukan pemangkasan pada ranting atau cabang tidak produktif. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk pada kemasan.

Penyakit Akar Putih (Rigodoporus lignosus)

Gejala serangan ditandai dengan adanya daun yang menguning kemudian berubah menjadi coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Musnahkan semua tanaman terserang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan. Secara biologi dapat dilakukan dengan pemberian Thricoderma sp. atau Gliocladium pada tanah untuk menekan pertumbuhan patogen yang masih bersifat saprofit. Upaya pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf. Dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk pada kemasan.

Penyakit Jamur Upas (pink disease)

Gejala munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Musnahkan bagian tanaman yang terserang, pengaturan kelembaban areal pertanaman durian dengan cara memperlebar jarak tanam, pemangkasan ranting atau cabang tidak produktif. Secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Kategori Otomotif, Teknologi, dan Bisnis

Mobil (20) Gadget (15) Motor (12) Internet (11) Teknologi (6) LAIN-LAIN (1)