Cara Mengatasi Masalah Keriput Wajah Tradisional

Cara Mengatasi Masalah Keriput Wajah Tradisional - Timbulnya kerutan dan lipatan pada kulit wajah merupakan ciri-ciri dari keriput. Keriput...

Cara Mengatasi Masalah Keriput Wajah Tradisional - Timbulnya kerutan dan lipatan pada kulit wajah merupakan ciri-ciri dari keriput. Keriput ini menandakan penuaan pada wajah. Terkadang sekalipun usia kita belum terlalu tua, tanda-tanda ini sudah mulai muncul, untuk itu kita perlu melakukan perawatan penundaan. Kerut muka timbul pada lapisan terluar dari kulit, timbulnya kerutan dan lipatan ini berbeda dengan keriput. Kerut muka bisa disebabkan karena kelembaban kulit tidak terjaga.

Cara Mengatasi Masalah Keriput Wajah Tradisional
Bengkoang


Di samping olah raga teratur, herbal yang digunakan untuk mengatasai masalah keriput dan kerut muka ini menggunakan bahan dari buah-buahan, seperti buah bengkoang, jeruk nipis, pisang, buah anggur hijau, nanas, buah semangka, kentang dan tanaman herbal, seperti kayu putih, kacang hijau, zaitun dan jarak. Berikut beberapa referensi cara mengatasi masalah keriput dan kerut muka secara alami :

OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGATASI KERIPUT DI WAJAH

Ramuan 1
Bahan
Buah bengkoang 1 buah
Air hangat
Cara Membuat
Parut buah bengkoang hingga halus, tempelkan larutan pada wajah dan biarkan selama 1 jam. Cuci wajah dengan air hangat.

Ramuan 2
Bahan
Buah anggur hijau secukupnya
Air hangat
Cara Membuat
Cuci sampai bersih buah anggur hijau, kemudian belah.
Usapkan pada wajah secara merata. Setelah itu diamkan beberapa saat (20 menitan), cuci wajah dengan air hangat. Lakukan secara rutin.

Ramuan 3
Bahan
Buah nanas secukupnya
Air hangat
Cara Membuat
Cuci sampai bersih buah nanas, ambil daging buahnya.
Usapkan daging buah nanas pada wajah secara merata. Setelah itu diamkan selama 15 menit, cuci wajah dengan air hangat. Lakukan secara rutin.

Ramuan 4
Bahan
Jeruk nipis 1 buah
Minyak kayu putih 1 sendok makan
Kapur sirih secukupnya
Air bersih
Cara Membuat
Potong dan peras jeruk nipis, campur dengan minyak kayu putih dan kapur sirih. Aduk rata.
Balurkan di seluruh wajah pada malam hari. Bilas keesokan harinya. Lakukan secara rutin.

Ramuan 5
Bahan
Minyak zaitun
Air
Cara Membuat
Cuci muka Anda sampai bersih sebelum menggunakan minyak zaitun.
Oleskan di seluruh wajah pada malam hari menjelang tidur. Bilas menggunakan air dan sabun muka pada keesokan harinya. Lakukan secara rutin.

Ramuan 6
Bahan
Kentang secukupnya
Bengkoang secukupnya
Cara Membuat
Cuci kentang dan bengkoang sampai bersih, setelah itu tumbuk hingga halus.
Balurkan di seluruh wajah pada malam hari menjelang tidur. Bilas menggunakan air dan sabun muka pada keesokan harinya. Lakukan secara rutin.

Ramuan 7
Bahan
Kulit semangka secukupnya
Air
Cara Membuat
Cucilah kulit semangka sampai bersih.
Oleskan di seluruh wajah. Biarkan beberapa saat, bilas hingga bersih. Lakukan perawatan secara rutin.

Ramuan 8
Bahan
Biji pisang secukupnya
Air hangat
Cara Membuat
Cuci biji pisang hingga bersih, lalu tumbuk sampai halus untuk dijadikan krim.
Balurkan di seluruh wajah selama setengah jam. Setelah itu bilas dengan air hangat sambil, keringkang wajah dengan ditepuk-tepuk menggunakan handuk lembut.

OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGHILANGKAN KERUT MUKA

Ramuan 1
Bahan
1 buah semangka
Cara Membuat
Buah semangka ditumbuk hingga halus, lalu peras, airnya disimpan selama 24 jam.
Oleskan secara rutin ramuan herbal semangka pada kerut.

Ramuan 2
Bahan
Telur ayam kampung 1 butir
Tepung kacang hijau 1 cangkir
Tepung beras 1 cangkir
Cara Membuat
Campur semua bahan, jemur lalu tumbuk.
Oleskan pada kerut sambil digosok-gosok.

Ramuan 3
Bahan
Minyak jarak secukupnya
Cara Membuat
Hangatkan minyak jarak selama 2 menit.
Oleskan pada bagian kerut muka.

OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGENCANGKAN DAN MENGECILKAN PORI-PORI KULIT MUKA

Bahan
Bengkoang secukupnya
Kentang secukupnya
Cara Membuat
Cuci kedua bahan sampai bersih, setelah bersih baru tumbuklan hingga lembut.
Oleskan ramuan di seluruh wajah pada malam hari menjelang tidur. Bilas menggunakan air dan sabun muka pada keesokan harinya. Lakukanlah secara rutin.

11 Obat Kolesterol Tradisional

Obat Kolesterol - Kolesterol merupakan molekul sejenis lipid (molekul lemak) yang ditemukan dalam sel. Kolesterol tinggi dapat dialami oleh...

Obat Kolesterol - Kolesterol merupakan molekul sejenis lipid (molekul lemak) yang ditemukan dalam sel. Kolesterol tinggi dapat dialami oleh semua orang, baik tua, muda, kurus maupun gemuk. Kolesterol tinggi disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Kadar kolesterol yang tinggi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain konsumsi keju, otak sapi, jeroan, su5u, mentega, gajih (koyor), gorengan, kopi, merokok, kecanduan alkohol, obesitas (kegemukan), tingkat stres yang tinggi, serta kurangnya berolahraga.

Ramuan Obat Penurun Kolesterol

Berikut ini kami sajikan 11 resep ramuan alami untuk menurunkan kolesterol tinggi dengan memanfaatkan tanaman obat di lingkungan kita :
Obat Kolesterol
Teh Hijau

Cara Menurunkan Kolesterol 1

Bahan
Daun teh hijau 7 gram
Air panas 1 gelas
Cara Membuat
Seduh daunteh hijau dengan air panas, tutup dan biarkan selama 10 menit.
Minum ramuan herbal teh selagi hangat.

Cara Menurunkan Kolesterol 2

Bahan
Temulawak segar 30 gr
Sambiloto
Air bersih 600 ml
Cara Membuat
Cuci sampai bersih herbal sambiloto dan temulawak. Kemudian jemur sampai kering. Kupas temulawak, iris seperlunya. Ambil sambiloto kering sebanyak 15 gr. Setelah itu rebus dengan air bersih, biarkan hingga airnya tersisa 300 ml. Angkat, dinginkan, lalu saring.
Minum ramuan penurun kolesterol 2 x 1 hari secara rutin.

Cara Menurunkan Kolesterol 3

Bahan
Temulawak 1 jari
Air panas 1 gelas
Cara Membuat
Tumbuk halus temulawak, seduh dengan air panas, tutup dan biarkan sebentar, saring.
Minum ramuan penurun kolesterol ini selagi hangat.

Cara Menurunkan Kolesterol 4

Bahan
Daun salam segar 20 lembar
Air bersih 600 ml
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun salam segar. Setelah itu rebus dengan air bersih, biarkan hingga airnya tersisa 200 ml. Angkat, dinginkan, lalu saring.
Minum herbal kolesterol ini 2 x 1 hari.

Cara Menurunkan Kolesterol 5

Bahan
Mengkudu (Morinda citrifolia)
Kapulaga
Cengkeh
Jahe
Kunyit
Daun sirih
Kayu manis
Air bersih
Cara Membuat
Cuci sampai bersih buah mengkudu, kapulaga, jahe, cengkeh, kunyit, daun sirih, kayu manis. Potong-potong jahe, kunyit, kapulogo ukuran sedang agar sari patinya cepat keluar.
Peras buah mengkudu, lalu ambil airnya. Tambahkan jahe, kunyit, kapulogo, cengkeh, daun sirih, serta kayu manis. Rebus dengan air bersih berapi sedang selama 20 menit.
Minum ramuan penurun kolesterol ini setiap pagi setelah bangun tidur. Jangan makan apapun sampai ± ½ jam.

Cara Menurunkan Kolesterol 6

Bahan
Daun ceremai (Phyllanthus acidus) segar 30 gr
Daun jambu biji segar 30 gr
Air bersih 600 ml
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun ceremai, daun jambu biji. Rebus dengan air bersih sampai mendidih, biarkan airnya tersisa setengahnya. Angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan 2 x 1 hari.

Cara Menurunkan Kolesterol 7

Bahan
Bawang putih segar 3 siung
Air hangat 150 ml
Cara Membuat
Cuci sampai bersih bawang putih, tumbuk sampai halus. Seduh dengan air hangat.
Minum herbal bawang putih 2 x 1 hari.

Cara Menurunkan Kolesterol 8

Bahan
Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) masak 3 buah
Air secukupnya
Cara Membuat
Cuci sampai bersih buah mengkudu. Setelah itu jadikan jus mengkudu.
Minum herbal mengkudu 2 x 1 hari. Lakukan secara rutin.

Cara Menurunkan Kolesterol 9

Bahan
Daun dewa segar 15 gr
Temu hitam (Curcuma aeruginosa) 25 gr
Air bersih 600 ml
Cara Membuat
Cuci sampai bersih temu hitam dan daun dewa. Rebus dengan air bersih, biarkan airnya tersisa setengahnya. Angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan penurun kolesterol ini 2 x 1 hari. Lakukan secara rutin.

Cara Menurunkan Kolesterol 10

Bahan
Buah alpukat masak ½-1½
Cara
Ambil buah alpukat masak, lalu makan setiap hari. Pengolahan menurut selera masing-masing.

Cara Menurunkan Kolesterol 11

Bahan
Belimbing manis 4 buah
Cara
Makan buah belimbing setiap hari.

MANFAAT BUAH KELENGKENG BAGI KESEHATAN

Kelengkeng si buah nan mungil dan eksklusif ini ternyata mengandung banyak vitamin dan senyawa-senyawa kimia yang berkhasiat dan bermanfaat ...

Kelengkeng si buah nan mungil dan eksklusif ini ternyata mengandung banyak vitamin dan senyawa-senyawa kimia yang berkhasiat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan alkoholnya pun cukup tinggi sehingga mampu memberikan rasa hangat tapi tidak beracun. Bagi kesehatan, buah kelengkeng mempunyai khasiat dalam mengobati berbagai macam penyakit seperti amnesia, penurunan mental, diare, limpa lemah, luka luar yang tak kunjung sembuh, gatal bernanah, memulihkan stamina setelah habis sakit, mengobati asma, serta menambah nafsu makan.

Manfaat Buah Kelengkeng Bagi Kesehetan
Kelengkeng
Pada wanita hamil, kelengkeng juga dapat dimanfaatkan untuk memulihkan stamina. Seperti diketahui, ketika seorang ibu sedang mengandung, biasanya seluruh tubuh terasa lemah tak bertenaga, kondisi demikian sangat membutuhkan konsumsi buah kelengkeng agar dapat membangkitkan stamina tubuh. Bagaimana cara pemanfaatannya, silahkan lihat referensi berikut ini :

Obat Amnesia

Bahan
Buah kelengkeng segar 500 gr
Gula pasir 500 gr
Air
Cara Membuat
Rebus semua bahan sampai kental.
Minum tiap hari 1 sendok.

Mengatasi Penurunan Mental




Bahan
Buah kelengkeng segar 500 gr
Gula pasir 500 gr
Air bersih
Cara Membuat
Kupas buah kelengkeng, lalu cuci sampai bersih. Tambahkan gula pasir dan air, lalu rebus sampai mengenkental.
Minum ramuan setiap hari sebanyak 1 sendok makan.

Obat Diare atau Mencret

Bahan
Buah kelengkeng segar 60 buah
Cara
Konsumsi 2 kali sehari.

Mengobati Limpa Lemah

Bahan
Buah kelengkeng segar 60 buah
Cara
Makan buah kelengkeng 2 kali sehari. Lakukan secara rutin.

Obat Luka Luar yang Tak Kunjung Sembuh

Bahan
Kulit buah kelengkeng kering
Minyak zaitun
Cara Membuat
Bakar lukit buah kelengkeng hingga menjadi arang, tumbuk halus lalu tambahkan minyak zaitun.
Oleskan pada luka.

Obat Gatal Bernanah

Bahan
Biji kelengkeng secukupnya
Cara Membuat
Panggang biji di atas api, tumbuk sampai halus.
Taburkan pada bagian yang sakit.

Memulihkan Stamina

Sehabis Sakit
Bahan
Buah kelengkeng segar 250 g
Cara
Konsumsi tiap hari.
Selama Masa KEhamilan
Buah kelengkeng segar 500 g
Gula pasir 500 g
Air
Cara Membuat
Rebus semua bahan sampai kental.
Minum 2 x 1 hari 1 sendok makan.

Obat Asma

Bahan
Buah kelengkeng 8 buah
Biji ceremai 6 buah
Bawang merah 2 butir
Akar kara ¼ genggam
Air 2 gelas
Cara Membuat
Cuci biji ceremai, bawang merah, akar kara, kelengkeng sampai bersih. Lalu tumbuk. Kemudian rebus hingga tinggal 1 ½ gelas, dinginkan, lalu saring.
Minum 2 x 1 hari sebanyak ¾ gelas.

Penambah Nafsu Makan

Cara 1
Bahan
Buah kelengkeng segar 60 buah
Cara
Makan buah kelengkeng setiap hari secara rutin. Lakukan tiap pagi dan sore hari.
Cara 2
Bahan
Akar kelengkeng 1 jari
Bunga pepaya gantung 1/4 genggam
Kapulaga 3 butir
Jahe 1/2 jari
Lempunyang gajah 1/2 jari
Cabai jawa 3 buah
Gula aren 3 jari
Air bersih 4 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih akar kelengkeng, bunga pepaya gantung, kapulaga, jahe, lempuyang gajah, dan cabai jawa. Setelah itu Tambahkan gula aren dan air, rebus menggunakan sampai airnya tinggal tiga gelas. Kemudian angkat, dinginkan, saring.
Minum ramuan tiga kali sehari, setiap kali minum sebanyak setengah gelas.

13 Ramuan Obat Malaria Alami

Obat Malaria Alami - Penyakit ini disebabkan oleh plasmodium malaria yang bersarang dalam sel darah merah. Penyakit malaria ditularkan mela...

Obat Malaria Alami - Penyakit ini disebabkan oleh plasmodium malaria yang bersarang dalam sel darah merah. Penyakit malaria ditularkan melalui vektor nyamuk Anopheles betina. Seperti diketahui, pengobatan terhadap penyakit malaria ada banyak sekali, baik secara alami maupun medis. Namun kami hanya akan menyajikan cara pengobatan tradisional dengan meramu sendiri bahan-bahan herbal yang mudah dan terjangkau. Artikel ini akan menyajikan 13 cara alami untuk dijadikan alternatif pengobatan, jika berminat silahkan menyimaknya:

Ramuan Obat Penyakit Malaria Tradisional

Obat Malaria
Mahoni

Ramuan 1
Bahan
Daun sambiloto ½ genggam
Madu 2 sendok makan
Air 3 gelas
Cara Membuat
Rebus daun sambiloto hingga tinggal ¾ gelas. Dinginkan, saring lalu tambahkan madu, aduk sampai rata.
Minum ramuan ini 3 x 1 hari ¾ gelas.

Ramuan 2
Bahan
Serbuk biji mahoni ½ sendok teh
Madu 1 sendok makan
Air panas ¼ cangkir
Cara Membuat
Sedu serbuk mahoni dengan air panas, campur madu, aduk rata.
Minum ramuan 3 x 1 hari saat hangat-hangat kuku. Ramuan diminum sekali habis.

Ramuan 3
Bahan
Daun pepaya agak muda dan segar ½ gelas
Garam sepucuk sendok teh
Air matang ¾ cangkir
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun pepaya, lalu tumbuk sampai halus, tambahkan garam dapur sepucuk sendok teh, lalu beri air matang ¾ cangkir.
Minum sehari tiga kali. Setiap kali minum sekali habis.

Ramuan 4
Bahan
Rimpang temulawak ¾ jari
Air masak 2 sendok makan
Madu 4 sendok makan
Cara Membuat
Parut rimpang temulawak, remas dengan air masak, peras dan saring. Tambahkan madu lalu aduk hingga rata.
Minum ramuan 3 x 1 hari 2 sendok makan.

Ramuan 5
Bahan
Bandotan (Ageratum conyzoides)
Air 2 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih herbal bandotan, jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Rebus 20 gr herbal bandotan kering sampai mendidih dan biarkan hingga airnya tersisa 1 gelas. Angkat, dinginkan, saring.
Minum obat herbal ini 2 x 1 hari.

Ramuan 6
Bahan
Akar pohon nangka 5 jari
Air 5 gelas
Cara Membuat
Tumbuk akar pohon nangka seperlunya, rebus hingga tinggal setengahnya, dinginkan lalu saring.
Minum ramuan secukupnya.

Ramuan 7
Bahan
Daun murbei (Morus alba)10 gr
Air bersih
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun murbei, rebus sampai mendidih, dinginkan lalu saring.
Minum ramuan secara rutin agar lekas sembuh.

Ramuan 8
Bahan
Sambiloto
Daun pare (Momordica charantia) segar 30 gr
Temulawak
Madu 1 sendok makan
Air 800 ml
Cara Membuat
Kupas temulawak, lalu cuci sampai bersih bersama sambiloto, dan pare. Ambil sambiloto lalu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Ambil lagi sambiloto yang masih segar sebanyak 20 gr, tambahkan daun pare, temulawak, dan sambiloto yang sudah dikeringkan tadi sebanyak 10 gr. Setelah itu rebus sampai mendidih, biarkan hingga airnya tinggal 500 ml, angkat, dinginkan lalu saring. Setelah dingin baru ditambahkan madu.
Minum 2 x 1 hari sebanyak 150 ml.

Ramuan 9
Bahan
Herbal sesuru (Euphorbia antiquorum)
Cara Membuat
Cuci sampai bersih herbal sesuru, setelah itu jemur di bawah sinar marahari sampai kering. Ambil sesuru segar sebanyak 40 gr tambahkan sesuru kering 20 gr, lalu rebus sampai mendidih, angkat, dinginkan, saring.
Minum secara rutin.

Ramuan 10
Bahan
Tempurung kelapa tua 2 telapak tangan
Air panas mendidih 2 gelas
Cara Membuat
Ambil tempurung kelapa tua, pecah-pecah menjadi beberapa bagian lalu bakar di atas api hingga menjadi bara. Setelah itu masukkan bara tempurung kelapa ke dalam air panas mendidih, ketika masih hangat kemudian disaring.
Minum ramuan sehari tiga kali sebanyak satu gelas.

Ramuan 11
Bahan
Jantung pisang 1 buah
Asam secukupnya
Cara Membuat
Kupas kulit luar jantung pisang, lalu timbun dalam bara api selama ½ jam. Serut jantung pisang kemudian ditumbuk sampai halus. Peras dan saring, tambahkan asam secukupnya untuk mengurangi rasa pahit.
Minum 1 x 1 hari di waktu pagi.

Ramuan 12
Bahan
Temu hitam 20 gr
Batang brotowali 2 jari
Daun pepaya 60 gr
Madu 1 sendok makan
Air 800 ml
Cara Membuat
Cuci sampai bersih temu hitam, brotowali, daun pepaya, lalu potong-potong seperlunya. Rebus ketiga bahan tersebut dengan air bersih, biarkan beberapa saat hingga ainya tinggal setengahnya. Angkat, dinginkan, saring. Setelah dingin baru ditambahkan madu.
Minum ramuan 2 x 1 hari, sebanyak 200 ml.

Ramuan 13
Bahan
Daun pare (Momordica charantia) 1 genggam
Garam dapur secukupnya
Air panas 1 cangkir
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun pare, setelah itu tumbuk halus. Seduh dengan air matang, tambahkan sedikit garam, saring.
Minum sehari satu kali. Lakukan sebelum makan.

Obat Tipes Alami Lebih Aman Dikonsumsi

Obat Tipes Alami Lebih Aman Dikonsumsi - Penyakit tipus adalah jenis penyakit yang menyerang alat pencernaan manusia, terutama pada organ u...

Obat Tipes Alami Lebih Aman Dikonsumsi - Penyakit tipus adalah jenis penyakit yang menyerang alat pencernaan manusia, terutama pada organ usus. Penyakit tipes banyak terjadi di Indonesia, dan jika pertolongan terlambat, maka dapat menimbulkan kematian. Penyakit tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menyerang usus atau aliran darah. Bakteri Salmonella ini memiliki kurang lebih 107 strain yang berbeda-beda. Penyakit tipes merupakan jenis penyakit menular yang ditularkan melalui makanan yang sudah tercemar bakteri salmonela. Pada usus dan aliran darah pendertita terdapat bakteri salmonela, dimana bakteri tersebut akan dikeluarkan melalui feases atau kotoran.

Obat Tipes
Kunyit

Penderita tipes tidak dianjurkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat karena justru akan menyebabkan kerja usus semakin berat. Oleh karena itu, disarankan untuk mengkonsmsi makanan yang halus seperti bubur. Serta penderita tipes juga tidak boleh mengkonsumsi makanan pedas, karena dapat menambah rasa nyeri pada luka yang terdapat di dalam usus.

RAMUAN HERBAL UNTUK MENGOBATI SAKIT TIPES

Ada beberapa tanaman obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tipes, diantaranya daun keji beling, daun sambiloto, serai, serta buah timun. Berikut ini beberapa resep ramuannya, dapat Anda jadikan referensi jika tertarik :

Ramuan 1
Bahan
Daun keji beling sebanyak 20 (dua puluh) lembar
Air bersih sebanyak 2 (dua) liter
Cara Membuat
Cuci daun keji beling sampai bersih, lalu rebus dengan dua liter air bersih sampai mendidih, biarkan selama seperempat jam. Setelah itu angkat dan dinginkan. Ramuan telah siap digunakan dan minumkan ramuan tersebut sehari dua kali. Lakukan secara rutin sampai keadaan penderita tipus membaik.

Ramuan 2
Bahan
Kunyit (Curcuma domestica) sebanyak 2 (dua) rimpang
Daun sambiloto (Andrograpidhis paniculata) sebanyak 1 (satu) lembar
Serai sebanyak 1 (satu) bonggol
Air masak hangat sebanyak 1 (stu) gelas
Cara Membuat
Cuci semua bahan dari rimpang kunyit, daun sambiloto, serai sampai bersih. Lalu tumbuk dan pipis semua bahan sampai halus. Penumbukan yang kurang halus bisa mengurangi khasiat ramuan. Kemudian tambahkan air masak hangat-hangat kuku sebanyak satu gelas, lalu saring.
Minum ramuan tersebut secara rutin setiap hari selama satu minggu.

Ramuan 3
Bahan
Buah timun sebanyak 2 (dua) buah
Cara Membuat
Cuci sampai bersih buah timun, lalu parut menggunakan parutan yang steril. Cara memarut bisa dengan meletakkan selembar plastik di atas parutan, kemudian buah timun diparut diatas permukaan plastik tersebut. Dengan cara ini, parutan buah timun akan berkumpul di atas plastik. Kemudian peras parutan buah timun tersebut untuk diambil airnya. Minumkan sehari tiga kali. Lakukan secara rutin hingga keadaan penderita membaik.

Ramuan 4
Bahan
Daun sambiloto (Andrograpidhis paniculata) sebanyak 15 (lima belas) gram
Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) sebanyak 10 (sepuluh) gram
Jinten hitam (Nigella sativa)
Cara Membuat
Cuci sampai bersih semua bahan dari daun sambiloto, temulawak, hingga jinten. Potong kecil-kecil semua bahan. Lalu rebus hingga mendidih. Setelah biarkan selama 30 (tiga puluh) menit dalam keadaan mendidih.
Minum ramuan dua kali sehari. Lakukan secara rutin hingga keadaan penderita lekas membaik.

MANFAAT RAMBUTAN DAN CARA MERACIK RAMUANNYA

Siapa sangka buah yang enak dimakan dan mempunyai rasa khas ini bermanfaat sekali bagi tubuh kita. Padahal buah ini akan menjadi sangat terj...

Siapa sangka buah yang enak dimakan dan mempunyai rasa khas ini bermanfaat sekali bagi tubuh kita. Padahal buah ini akan menjadi sangat terjangkau ketika terjadi panen raya. Semua bagian pada pohon rambutan dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, mulai dari kulit buah, biji, daun, kulit pohon sampai akarnya sekalipun. Beberapa jenis penyakit yang dapat diobati menggunakan ramuan herbal rambutan adalah penyakit kencing manis atau diabetes melitus, demam, sariawan, dan disentri.

Manfaat Rambutan dan Cara Meracik Ramuannya
Rambutan
Selain itu, tanaman ini juga sering dimanfaatkan oleh wanita sebagai obat pelangsing tubuh, penghitam rambut, serta perawatan rambut agar tampak indah alami. Berikut ini beberapa referensi cara meramu rambutan mengatasi masalah kesehatan :

Obat Demam

Bahan
Kulit rambutan 5 g
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih kulit rambutan, setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Rebus kulit rambutan kering tersebut sampai mendidih selama 15 menit. Setalah benar-benar mendidih angkat, dan dinginkan, lalu saring.
Minum ramuan herbal rambutan sehari tiga kali. Setiap kali minum sebanyak sepertiga bagian.

Obat Diabetes Melitus atau Kencing Manis

Bahan
Biji rambutan 5 biji
Air panas 1 cangkir
Cara Membuat
Cuci sampai bersih biji rambutan, lalu sangrai (goreng sangan), setelah disangrai digiling sampai menjadi serbuk. Kemudian seduh serbuk biji rambutan dengan air panas. Dinginkan
Minum ramuan sehari satu sampai dua kali. Ramuan herbal ini diminum sekali habis.

Obat Sariawan

Bahan
Kulit kayu rambutan 3 ruas jari
Air bersih 2 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih kulit kayu rambutan. Rebus menggunaakan dua gelas air bersih sampai mendidih, diamkan beebrapa saat sampai airnya tinggal satu gelas. Kemudian angkat, dinginkan.
Gunakan ramuan untuk kumur ketika hangat-hangat kuku.

Obat Pelangsing Tubuh




Bahan
Akar rambutan
Buah delima
Pepaya
Langsat
Manggis
Alang-alang
Air bersih
Cara Membuat
Cuci sampai bersih akar rambutan, buah delima, pepaya, langsat, manggis, dan alang-alang. Setelah itu rebus sampai mendidih, angkat, dinginkan, lalu saring.
Minum ramuan setiap hari. Setiap kali minum sebanyak 1 gelas. Lakukan secara rutin.

Obat Disentri

Bahan
Kulit buah rambutan 10 buah
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih kulit buah rambutan. setelah itu kemudian rebus menggunakan tiga gelas air bersih sampai mendidih, biarkan hingga airnya tinggal setengahnya. Kemudian angkat ramuan dari kompor, dinginkan terlebih dahulu sebelum disaring.
Minum ramuan herbal rambutan sehari dua kali. Setiap kali minum sebanyak tiga perempat gelas. Lakukan sampai sembuh.

Perawatan Rambut

Bahan
Daun rambutan secukupnya
Air bersih secukupnya
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun rambutan, lalu tumbuk sampai halus, setelah halus tambahkan sedikit air, aduk hingga adonan menjadi bubur. Peras ramuan lalu saring menggunakan kain bersih.
Basahi kulit kepala dengan ramuan. Lakukan setiap hari secara rutin sampai terjadi perubahan pada rambut.

Penghitam Rambut

Bahan
Daun rambutan secukupnya
Air bersih secukupnya
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun rambutan, setelah itu tumbuk sampai halus, buat adonan menjadi bubur dengan menambahkan air sedikit demi sedikit. Kemudian peras adonan, lalu saring.
Basahi kulit setiap hari. Lakukan secara rutin.

Mengenal Ikan Gurami

Ikan gurami adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer dan memiliki banyak penggemar. Oleh karena itu nilai ekonomis ikan gu...

Ikan gurami adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sangat populer dan memiliki banyak penggemar. Oleh karena itu nilai ekonomis ikan gurami juga sangat tinggi. Ikan ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Keungulan ikan gurami antara lain mudah dipelihara, dapat berkembang biak secara alami, dapat hidup di air tenang, serta harganya relatif mahal. Ikan ini memiliki organ pernapasan  tambahan sehingga bisa mengambil oksigen dari luar air tetapi sangat peka terhadap terhadap suhu rendah sehingga budidaya ikan gurami akan lebih produktif jika dilakukan di dataran rendah.

Orang Jawa mengenal ikan gurami dan menyebutnya dengan istilah grameh atau brami, sementara itu orang Sumatra dan Kalimantan menyebut ikan yang satu ini dengan nama kalui, sialui, kalua, kalau, dan kalwe.

Ikan gurami tersebar luas di berbagai negara dari Asia hingga ke Australia. Beberapa negara yang dikenal sebagai daerah penyebaran ikan gurami antara lain Thailand, Sri Langka, Malaysia, Australia, Cina, India, dan Indonesia. Sementara itu, di Indonesia ikan gurami banyak dibudidayakan di berbagai tempat antara lain pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Morfologi dan Taksonomi Ikan Gurami

Ikan gurami memiliki ukuran tubuh yang relatif panjang. Bentuk tubuhnya yang pipih memberikan kesan bentuk tubuh yang lebar meninggi. Seluruh permukaan tubuhnya tertutup oleh sisik-sisik yang besar, kasar, dan kuat. Pada tubuh bagian bawah terdapat sirip perut yang memiliki jari-jari dan berfungsi sebagai alat peraba. Jika dilihat dari samping, bentuk tubuh ikan gurami tampak meninggi dan terkesan membulat. Ikan gurami tergolong jenis ikan yang hidup dengan habitat di perairan yang dalam dan tenang. Ikan gurami muda memiliki bentuk kepala yang lancip atau terkesan meruncing pada bagian depannya, namun bentuk tersebut akan berubah menjadi agak bulat saat ikan gurami telah tubuh menjadi ikan dewasa. Mulut ikan gurami berukuran kecil dengan bibir bagian bawa berukuran lebih panjang dan lebih menonjol ke depan sehingga bibir bagian bawah ini terkesan menutupi bibir bagian atas. Pada ikan gurami jantan yang sudah berumur tua akan muncul tonjolan yang berbentuk seperti cula di bagian kepalanya.

Ikan gurami yang masih muda memiliki tubuh yang berwarna biru kehitaman dengan bagian bawah tubuhnya, yaitu bagian perut, berwana putih. Warna tersebut akan berubah pada saat ikan gurami berada pada fase menjelang dewasa. Tubuh bagian atas, punggung, berubah menjadi kecokelatan dan tubuh bagian bawah, perut, berubah menjadi keperakan atau kekuningan. Selain itu, ikan gurami muda juga memiliki garis tubuh yang berjumlah 7-8 buah, berwarna kehitaman dengan bentuk tegak vertikal, dan akan memudar setelah ikan gurami dewasa.

Jari-jari pertama pada sirip perut ikan gurami berbentuk benang memanjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Ikan gurami juga memiliki sirip punggung yang yang terdapat pada bagian atas tubuhnya membentang dari tengah punggung hingga mencapai pangkal bagian atas ekor. Sirip ekor berbentuk agak membulat seperti busur. Dibagian bawah depan sirip ekor terdapat sirip dubur yang membentang dari bagian perut hingga mencapai pangkal ekor bagian bawah. Ikan gurami juga memiliki sirip dada berjumlah dua buat. Pada ikan gurami betina, dasar atau pangkal sirip dada tersebut terdapat lingkaran hitam. Panjang tubuh ikan gurami dapat mencapai 65 cm dengan berat tubuhnya hingga 10 kg.

Klasifikasi Ikan Gurami

Filum : Chordata
Sub-filum : Vetrtebrata
Kelas : Pisces
Bangsa : Perciformes Labirinthici
Sub-bangsa : Anabantoidei
Suku : Osphronemidae  Anabantidae
Marga : Osphronemus
Jenis : Osphronemus gouramy

Pertumbuhan Ikan Gurami

Ikan gurami banyak hidup di perairan-perairan di Indonesia. Pada habitat alaminya, ikan ini dapat hidup cukup lama. Laju pertumbuhan ikan gurami tergolong lambat jika dibanding ikan-ikan budidaya komersial lainnya, seperti ikan nila dan ikan mas. Baca lebih lengkap pada artikel Kiat Memacu Pertumbuhan Ikan Gurami. Namun demikian, ikan gurami memiliki cita rasa daging yang sangat lezat dan banyak digemari masyarakat. Selain itu, ikan gurami juga memiliki pangsa pasar yang cukup besar dan tergolong ikan konsumsi papan atas.

Sebagai gambaran umum laju pertumbuhan ikan gurami, pada umur satu tahun ikan ini dapat tumbuh hingga panjang mencapai 15 cm. Pada tahun kedua, panjang tubuh ikan gurami mencapai 25 cm. Tetapi laju pertumbuhan tersebut mengalami penurunan pada tahun ketiga. Pada umur tiga tahun panjang tubuh ikan gurami kurang lebih 30 cm. Seperti ikan pada umumnya, ikan gurami juga memiliki kapasitas meneruskan pertumbuhan selama hidupnya, bila kondisi lingkungan hidupnya memenuhi persyaratan. Pertumbuhan ikan gurami yang sudah berumur tua lebih lambat dibanding dengan ikan gurami yang berumur muda.

Laju pertumbuhan ikan gurami akan berlansung cepat pada saat ikan gurami berumur 3-5 tahun. Setelah berumur lebih dari lima tahun, ikan gurami akan menggunakan sebagian besar energi dan nutrisi pada tubuhnya untuk pemeliharaan tubuhnya. Pada saat ikan gurami berada pada fase pematangan kelami pertama kalinya, pertumbuhan tubuhnya akan mengalami perlambatan karena sebagian besar energi dan nutrisi yang tersedia pada tubuhnya digunakan untuk perkembangan kelamin. Laju pertumbuhan ikan gurami juga akan mengalami penurunan selama preses pembuatan sarang dan selama periode mengasuh anak-anaknya. Selama periode tersebut ikan gurami hanya sedikit mencari makanan dan bahkan bisa tidak makan sama sekali.

Manfaat Timun Dan Cara Meramu

Manfaat Timun - Tanaman timun ( Cucumis sativus ) memiliki kandungan air yang sangat tinggi dalam buahnya. Tingginya kandungan air menjadik...

Manfaat Timun - Tanaman timun (Cucumis sativus) memiliki kandungan air yang sangat tinggi dalam buahnya. Tingginya kandungan air menjadikan buah timun memiliki khasiat memperlancar buang air besar, membantu menghilangkan dan menetralkan toksin (racun) tubuh, serta membantu melunturkan bakteri-bakteri di sepanjang usus dan dinding kandung kemih. Berikut ini kami sajikan beberapa manfaat timun sebagai obat alami untuk pengobatan alternatif :

Manfaat Timun untuk Obat Tipes

Manfaat buah timun yang penting bagi kesehatan salah satunya adalah sebagai obat untuk penderita penyakit tipes. Selain murah, cara pengolahannya juga mudah, sebagai berikut:
Manfaat Timun dan Cara Meramu

Bahan
Buah timun 2 buah
Cara Membuat
Cuci buah timun sampai bersih, lalu parut, peras parutan untuk diambil sarinya.
Balurkan ampasnya pada perut.
Minum ramuan buah timun 3 x 1 hari.

Manfaat Timun untuk Obat Ginjal

Penyakit ginjal juga dapat disembuhkan dengan buah ini kerena salah satu manfaat buah timun adalah membantu menyembuhkan penyakit ginjal:
Bahan
Buah timun segar
Cara membuat
Cuci sampai bersih buah segar, lalu parut, peras parutan untuk diambil sarinya.
Minum ramuan sedikit demi sedikit sampai lambung terbiasa menerima cairan buah ini.

Manfaat Timun untuk Obat Demam

Manfaat buah timun juga dirasa efektif menurunkan demam, terutama pada anak-anak, adapun caranya adalah sebagai berikut:
Bahan
Buah timun secukupnya
Cara
Cuci sampai bersih buah segar, lalu parut.
Balurkan parutan pada perut.

Manfaat Timun untuk Obat Sariawan

Bahan
Buah timun 9 buah
Cara
Cuci sampai bersih buah yang masih segar.
Makan tiap hari secara rutin. Bisa dimakan sebagai lalapan bersama dengan nasi setiap kali makan.

Manfaat Timun untuk Obat Panu

Bahan
Timun secukupnya
Belerang secukupnya
Daun kemangi secukupnya
Kapur sirih secukupnya
Cara Membuat
Buah timun dan daun kemangi dicuci sampai bersih. Setelah bersih tambah belerang dan kapur sirih secukupnya, kemudian tumbuk sampai halus.
Oleskan dan gosokkan ramuan pada panu.

Manfaat Timun untuk Obat Darah Tinggi (Hipertensi)

Tekanan darah yang tinggi juga bisa diturunkan dengan memanfaatkan buah timun, adapun caranya seperti berikut:
Cara 1
Bahan
Buah timun segar 2 buah
Air
Cara membuat
Cuci sampai bersih buah segar, lalu parut, peras parutan untuk diambil sarinya.
Minum herbal Cucumis sativus sehari dua sampai tiga kali. Ramuan diminum sekaligus.
Cara 2
Bahan
Buah timun 4 buah
Cara
Cuci buah sampai bersih, kemudian kukus, dinginkan.
Makan 1 x 1 hari.

Manfaat Timun untuk Obat Radang Tenggorokan

Bahan
Buah timun secukupnya
Garam secukupnya
Air bersih
Cara membuat
Cuci buah sampai bersih, lalu tambahkan garam secukupnya. Tambahkan air, aduk hingga bercampur rata.
Gunakan ramuan untuk kumur.

Manfaat Timun untuk Mengobati Sengatan Lebah

Bahan
Buah timun secukupnya
Cara membuat
Kupas buah yang masih segar, blender sampai kental.
Oleskan pada bagian tersengat lebah selama 1 jam.

Manfaat Timun untuk Obat Diare pada Anak

Bahan
Buah timun 1 buah
Madu murni secukupnya
Cara membuat
Cuci buah sampai bersih lalu rebus sampai mendidih, setelah itu haluskan lalu saring untuk diambil airnya. Air perasan ditambahkan madu.
Minum ramuan Cucumis sativus sampai sembuh.

Manfaat Timun dalam Memperlancar BAB

Manfaat lain yang penting bagi kesehatan adalah dalam membantu memperlancar BAB karena buah ini kaya akan kandungan serat.
Bahan
Sari buah timun
Madu 1 sendok teh
Jeruk nipis segar 1 sendok teh
Cara membuat
Campur semua bahan.
Minum ramuan 2 x 1 hari.

Manfaat Timun untuk Obat Jerawat

Jerawat membandel di wajah maupun bagian tubuh yang lain dapat dihilangkan dengan buah timun, manfaat buah timun dalam hal ini telah dirasakan secara turun temurun. Adapun caranya dapat dilihat di bawah ini:
Cara Menghilangkan Jerawat 1
Bahan
Buah timun diiris-iris
Cara membuat
Tempel dan gosokkan pada kulit yang berjerawat.
Lakukan setiap hari.
Cara Menghilangkan Bekas Jerawat 2
Bahan
Buah timun bagian ujung 5 cm
Kunyit 1 ibu jari
Cara membuat
Parut bagian ujung buah, tumbuk kunyit untuk diambil airnya. Campur air kunyit dan parutan buah timun.
Lakukan setiap hari sampai flek hilang.

Manfaat Timun untuk Penyegar Mulut

Selain membantu menghilangkan jerawat membandel, manfaat buah ini juga dirasa empuh dalam membantu menghilangkan bau mulut. Mulut dan nafas terasa lebih segar. Caranya pun cukup mudah, yaitu cukup makan buah ini sehabis gosok gigi.

Kandungan Dan Manfaat Pisang Bagi Kesehatan Dan Kehidupan Sehari-Hari

Kandungan dan Manfaat Pisang - Buah pisang merupakan buah yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Buah ini banyak ditemukan di daerah...

Kandungan dan Manfaat Pisang - Buah pisang merupakan buah yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Buah ini banyak ditemukan di daerah tropis, terutama di daerah-daerah yang memiliki tanah subur. Jenis buah pisang pun sangat beragam, sehingga kita bisa memilih buah tersebut sesuai kebutuhan dan selera kita. Kelebihan lain dari tanaman buah ini adalah dapat dikonsumsi secara langsung sebagai buah segar atau dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan olahan.

Kandungan Buah Pisang

Energi yang terkandung dalam buah pisang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan buah lain. Selain mengandung energi cukup tinggi, buah pisang juga kaya akan kandungan mineral. Seperti kita ketahui bahwa mineral merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan mineral pada buah pisang diantaranya adalah kalsium, kalium, magnesium, phosphor, dan besi. Disamping itu, buah pisang juga mengandung vitamin B, B6, dan vitamin C serta mengandung serotin yang aktif sebagai neutransmitter untuk kelancaran fungsi otak. Bila dibandingkan dengan buah apel, nilai energi buah pisang jauh lebih tinggi, yaitu 136 kal/100 g, sedangkan buah apel hanya 54 kal/100 g. Karbohidrat dalam buah pisang juga mampu menyuplay energi lebih cepat dibanding nasi atau biskuit, sehingga para atlet olah raga banyak mengkonsumsi buah pisang pada saat jeda istirahat sebagai mengganti energi yang terkuras.

Kandungan energi buah pisang merupakan energi instan yang mudah tersedia dalam waktu singkat sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Buah pisang memiliki kandungan karbohidrat bersifat kompleks dan tersedia secara bertahap. Sehingga dengan mengkonsumsi karbohidrat dari buah pisang dapat menyediakan energi dalam waktu singkat bahkan lebih tahan lama, serta menjadi cadangan energi cukup baik bagi tubuh.
Selain kandungan di atas, buah pisang juga banyak mengandung gula, terutama gula buah yang terdiri dari gula fruktosa berindeks sistemik lebih rendah bila dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik dimanfaatkan sebagai penyimpan energi karena metabolismenya lebih lambat. Untuk memenuhi kebutuhan energi bagi otak yang harus tersedia dengan cepat, terutama pada saat aktivitas biologis, maka buah pisang merupakan pilihan tepat sebagai penyuplai energi tersebut. Kandungan lemak pada buah pisang yang rendah, kurang lebih hanya 0.13% (lebih rendah dibandingkan buah apel), menjadikan buah ini sangat cocok dikonsumsi oleh orang bertubuh gemuk atau orang yang takut mengalami obesitas.
Kandungan mineral yang terdapat pada buah pisang, seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan zat besi, lebih tinggi bila dibandingkan dengan bahan makanan nabati lainnya. Mineral yang terkandung pada buah pisang, khususnya zat besi, hampir 100% dapat diserap oleh tubuh. Kandungan zat besi tersebut mencapai 2 mg per 100 g berat kering. Sementara itu kandungan sengnya sebesar 0,8 mg per 100 g berat kering.

Tidak hanya itu, kandungan vitamin pada buah pisang pun sangat tinggi, terutama provitamin A berupa betakaroten sebanyak 45 mg per 100 gram berat kering. Selain vitamin A, buah pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin (Vitamin B1), riboflavin (Vitamin B2), niasin (vitamin B3), serta vitamin B6 atau piridoksin. Kandungan vitamin B6 cukup tinggi, yaitu sebanyak 0,5 mg per 100 gram berat kering. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam proses sintesis serta metabolisme protein, khususnya serotin. Serotin berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Bukan hanya itu, vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Lebih lanjut, peran vitamin B6 sangat mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.
Kandungan mineral utama pada buah pisang adalah kalium. Kalium sangat besar peranannya bagi tubuh manusia, terutama berfungsi sebagai penjaga keseimbangan air, stabilitas kesehatan jantung, pengontrol tekanan darah, serta membantu transportasi oksigen ke otak. Kandungan vitamin dan kalori yang tinggi pada buah pisang menjadikan buah ini sangat baik digunakan sebagai makanan awal bagi bayi.



Pisang selain mengandung zat gizi seperti diuraikan di atas juga mengandung senyawa fructooligosaccharide. Fructooligosaccharide merupakan salah satu senyawa yang mampu mendorong bakteri probiotik, yaitu salah satu bakteri menguntungkan pada sistem pencernaan manusia. Senyawa ini berfungsi mengoptimalkan penyerapan kalsium dalam tubuh, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh para lansia.

Kandungan gizi pada beberapa varietas buah pisang di Indonesia:
Pisang Ambon:
Kalori : 99 kal
Karbohidrat : 25,8 %
Vitamin A : 140 SI
Air : 72 %

Pisang Angleng :
Kalori : 68 kal
Karbohidrat : 17,2 %
Vitamin A : 76 SI
Air : 80,3 %

Pisang Lampung :
Kalori : 99 kal
Karbohidrat : 25,6 %
Vitamin A : 61,8 SI
Air : 72,1 %

Pisang Mas :
Kalori : 127 kal
Karbohidrat : 33,6%
Vitamin A : 79 SI
Air : - (sumber tidak terbaca)

Pisang Raja :
Kalori : 120 kal
Karbohidrat : 31,80 %
Vitamin A : 950 SI
Air : 65,80 %

Pisang Raja Sere :
Kalori : 118 kal
Karbohidrat : 31,1 %
Vitamin A : 112 SI
Air : 67 %

Pisang Raja Uli :
Kalori : 146 kal
Karbohidrat : 38,2 %
Vitamin A : 75 SI
Air : 59,1 %

Sumber : Direktorat gizi, 1977

Kandungan gizi pada buah pisang per 100 gram
Kalori : 90 kkal
Karbohidrat : 22,84 g
Gula : 12,23 g
Serat : 2,26 g
Lemak : 0,33 g
Protein : 1,09 g
Vitamin A : - (sumber tidak terbaca)
Tiamin (vit. B1) : 0,031 mg
Ribloflavin (vit. B2) : 0,073 mg
Niasin (vit. B3) : 0,665 mg
Asam Fantothanik (vit. B5) : 0,334 mg
Vitamin B6 : 0,367 mg
Folat (vit. B9) : - (sumber tidak terbaca)
Kalsium : 8,7 m9
Besi : 5 mg
Vitamin C : 0,26 mg
Magnesium : 27 mg
Fosfor : 22 mg
Potasium : 358 mg
Seng : 0,15 mg

Sumber : USDA Nutrient data base, 2007

Manfaat Pisang

Tanaman pisang merupakan salah satu jenis tanaman buah yang banyak dimanfaatkan dalam aktivitas kehidupan manusia, terutama untuk berbagai keperluan hidup sehari-hari. Oleh karena itulah, tanaman buah ini dikenal sebagai tanaman multiguna. Bagian buah pisang memiliki manfaat besar terutama dalam membantu menjaga kesehatan tubuh manusia. Selain manfaat buahnya, hampir seluruh bagian tanaman juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan, mulai dari bonggol pisang, batang, kulit buah, hingga daunnya. Bahkan dalam dunia pertanian pun memberikan sumbangan cukup signifikan, terutama pada pertanian organik. Seluruh bagian tanaman juga baik dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam pembuatan pupuk organik, karena kandungan kalium dalam tanaman pisang sangat tinggi, bahkan seluruh bagian tanaman pisang mudah terdekomposisi sehingga lebih cepat tersedia di dalam tanah. Barbagai manfaat dan khasiat pisang dalam aktivitas kehidupan manusia dapat Anda simak seperti berikut:

Bonggol Pisang

Bonggol pisang adalah bagian dari tanaman pisang yang terdapat di bawah pangkal batang serta berupa umbi batang. Dengan teknologi pengolahan yang benar, bonggol pisang muda dapat dimanfaatkan maupun diolah menjadi bahan pangan olahan seperti keripik pisang yang merupakan bahan makanan kaya akan serat. Oleh masyarakat desa, air dari umbi batang pisang juga mempunyai manfaat sebagai obat tradisional, terutama dalam mengobati disentri dan pendarahan usus besar.

Batang Pisang

Batang pisang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan tali dalam pengolahan pascapanen tembakau. Selain itu manfaat batang pisang juga sering ditemui pada pembuatan pupuk kompos oleh para petani organik. Selain memiliki manfaat besar di dunia pertanian, batang tanaman pisang juga bermanfaat di sektor peternakan. Para peternak kini sudah banyak yang memanfaatkannya untuk diolah menjadi pakan ternak ruminansia terutama pada musim kemarau saat persediaan pakan terbatas. Manfaat lain dari batang pisang adalah pada bagian air atau getahnya. Air atau getah pisang juga bisa dijadikan sebagai penawar racun maupun bahan baku dalam industri obat tradisional. Selain itu, batang pisang dari jenis abaca dapat diolah menjadi serat untuk bahan dasar pembuatan pakaian atau kertas.

Daun Pisang

Oleh masyarakat pedesaan, daun pisang yang masih bagus sering dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan karena diyakini mampu menambah cita rasa. Selain itu, pemanfaatan daun pisang untuk menghias makanan juga banyak dilakukan. Sementara daun-daun tua serta robek digunakan sebagai pakan ternak, karena banyak mengandung mineral yang dibutuhkan oleh hewan ternak.

Bunga Pisang (Jantung Pisang)

Jantung pisang banyak dimanfaatkan sebagai bahan sayur oleh para ibu rumah tangga karena memiliki kandungan protein, vitamin, lemak, maupun karbohidrat dalam jumlah tinggi. Selain dijadikan sayur, manfaat jantung pisang juga sebagai olahan makanan, manisan, acar, pecel maupun lalapan.

Kulit Pisang

Kulit buah pisang juga memiliki manfaat sangat banyak, diantaranya adalah sebagai bahan pencampur cream antinyamuk serta dapat digunakan untuk membuat pactin dengan cara diekstrak serta diambil cairannya. Pemanfaatan kulit buah pisang yang paling sederhana adalah sebagai pakan ternak. Selain itu, kulit pisang bagian dalam dapat digunakan sebagai bahan pembuatan nata pisang, dengan cara dikerok kemudian dihancurkan. Manfaat lainnya dapat digunakan sebagai pembunuh larva serangga, yakni dengan menambahkan sedikit pupuk urea serta pemberian bakteri dekomposer. Dengan kata lain, kulit pisang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pestisida nabati. Berdasarkan hasil temuan dari Taiwan, diketahui bahwa kulit pisang yang mengandung vitamin B6 dan serotin dapat diekstrak serta dimanfaatkan untuk kesehatan mata, yaitu menjaga retina mata dari kerusakan akibat cahaya berlebih.

Buah Pisang

Buah pisang merupakan bagian dari tanaman pisang yang paling banyak dimanfaatkan oleh manusia. Selain itu juga merupakan bagian utama dari produksi tanaman pisang. Buah pisang sering dijadikan sebagai sumber vitamin, mineral, buah meja, maupun produk olahan seperti tepung pisang, keripik, sale, selai, sari buah, sirup, maupun berbagai jenis kue dari pisang.

Manfaat Pisang Untuk Pengobatan Alternatif

Seluruh bagian pisang memiliki manfaat besar bagi kehidupan di bumi ini, mulai dari tumbuhan, hewan, sampai manusia pun merasakan manfaatnya. Bagi manusia, selain bagian buahnya dikonsumsi sebagai buah-buahan, juga dapat dijadikan alternatif pengobatan. Bahkan para leluhur seringkali memanfaatkan pisang sebagai ramuan obat herbal alami untuk mengobati berbagai macam penyakit. Manfat pisang dalam hal ini, diantaranya adalah sebagai obat gurah alami, mengurangi resiko terserang penyakit stroke, sebagai obat sembelit, mengobati anemia, mencegah terserang penyakit jantung, membantu mengobati liver, mengurangi rasa nyeri saat datang bulan pada wanita, obat maag, mengobati gatal-gatal akibat gigitan nyamuk maupun luka karena terbakar, sebagai obat bagi penderita penyakit diabetes melitus, membantu melangsingkan tubuh, menghaluskan kulit wajah, membantu menghilangkan jerawat maupun kutil, membantu meningkatkan konsentrasi dan daya tangkap pada otak, sebagai sumber energi penambah stamina, serta membantu menguatkan tulang. Semuanya akan kami jelaskan satu per satu berikut ini :

1. Obat Gurah Alami

Manfaat buah pisang hijau dalam kesehatan adalah sebagai bahan utama saat melakukan gurah atau menghilangkan dahak. Jika Anda ingin memanfaatkannya untuk gurah hidung atau mengencerkan dahak secara alami, caranya adalah dengan membelah buah pisang hijau, lalu pada bagian tengahnya diberi minyak kelapa. Kemudian, pisang dibakar hingga matang. Setelah matang, kupas kulit buahnya lalu makan. Caranya yang sangat sederhana serta mudah untuk obat gurah membuat siapapun bisa mencobanya. Apakah Anda juga ingin mencoba?

2. Mengobati Penyakit Stroke

Kandungan buah pisang atas kalium dan potasiumnya menjadikan buah ini mempunyai manfaat besar untuk memperlancar sistem peredaran darah di tubuh manusia. Sirkulasi dalam tubuh menjadi lancar sehingga juga memperlancar peredaran oksigen ke otak. Lebih dari itu, kandungan kaliumnya membantu memperlancar denyut jantung sehingga mampu mengurangi resiko serangan penyakit stroke. Hal ini dikuatkan oleh adanya penelitian The New England Journal of Medicine, hasil studi mengatakan bahwa konsumsi buah pisang setiap hari mampu menurunkan resiko kematian akibat serangan stroke hingga 40%.

3. Mengobati Sembelit

Manfaat buah pisang sebagai obat sembelit disebabkan adanya kandungan serat cukup tinggi pada buah, yaitu sekitar 2,26 gram per 100 gram buah. Seperti diketahui, bahwa serat berfungsi memperlancar kerja usus dalam tubuh manusia, bahkan lebih dari itu serat juga mampu menyehatkan usus sehingga konsumsi buah pisang secara rutin sangat dianjurkan. Selain itu, buah pisang yang dicampur susu cair juga dapat membantu penderita penyakit usus.

4. Mengobati Anemia

Manfaat buah pisang lainnya juga ditemui pada penderita anemia. Penderita anemia dapat diobati dengan mengkonsumsi secara rutin buah pisang. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan zat besi dalam pisang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan hemoglobin darah. Konsumsi buah pisang secara rutin sehari dua kali (2 buah) cukup membantunya.

5. Mengurangi Resiko Terserang Penyakit Jantung

Kandungan mineral berupa kalium buah pisang mampu memperlancar denyut jantung. Konsumsi buah pisang secara rutin dapat membantu menstabilkan kesehatan jantung. Dalam hal ini, karena peredaran darah lancar sehingga suplai oksigen ke otak juga menjadi lancar, alhasil resiko terserang penyakit jantung dapat diminimalisir.

6. Mengobati Penyakit Liver

Bagi penderita penyakit liver, cukup mengkonsumsi buah pisang secara rutin dapat mengurangi derita yang dialaminya. Konsumsi pisang sebanyak dua buah bersama satu sendok madu selain akan meningkatkan nafsu makan juga mempunyai manfaat besar untuk meningkatkan stamina.

7. Mengurangi Nyeri Haid bagi Wanita

Manfaat buah pisang bagi wanita terlihat besar terutama bagi para wanita yang sering mengalami gangguan nyeri sewaktu haid datang. Konsumsi buah pisang setiap hari secara rutin mampu membantu mengurangi rasa sakit. Hal ini terjadi karena adanya kandungan vitamin B6 dalam buah pisang mampu mengurangi kadar gula dalam darah sehingga rasa sakit berkurang saat datang bulan.

8. Mengobati Sakit Maag

Buah pisang memiliki zat penangkal asam sehingga baik dikonsumsi bagi penderita sakit maag. Saat maag sedang menyerang, Anda dapat makan buah pisang untuk membantu mengurangi rasa sakit. Zat penangkal asam pada buah pisang berupa serat yang mampu membantu mentralkan asam lambung.

9. Mengobati Gatal dan Luka Terbakar

Manfaat dan khasiat buah pisang untuk mengobati gigitan serangga terletak di bagian kulit buah. Kulit pisang dapat dimanfaatkan seperti lotion antinyamuk. Selain aman, cara pemakaiannya pun cukup mudah, yaitu cukup mengoleskan bagian dalam kulit buah pisang di bentolan akibat gigitan nyamuk. Sedangkan khasiatnya untuk mengobati luka bakar terletak di bagian daun pisang. Mengoleskan abu daun pisang yang dicampur minyak kelapa dapat mengobati luka karena terbakar.

10. Mengobati Penyakit Diabetes Melitus

Cara pengobatan tradisional ini sering dimanfaatkan oleh rakyat Sulawesi untuk mengobati penyakit diabetes melitus. Adapun jenis pisang yang digunakan dari varietas goroho. Caranya ambil beberapa buah pisang goroho tua tetapi masih belum matang, kemudian kupas, cuci sampai bersih, lalu kukus bersama parutan buah kelapa yang belum terlalu tua. Makan secara rutin sampai sembuh.

11. Obat Pelangsing Tubuh

Rasa kenyang yang ditimbulkan setelah makan buah pisang mampu mengurangi nafsu makan sehingga sangat baik membantu menurunkan berat badan. Kandungan karbohidratnya juga mampu meningkatkan stamina tubuh, tubuh menjadi tidak mudah lemas. Selain itu, adanya kandungan serat pada buah pisang, baik untuk membantu program diet, karena efeknya mengakibatkan rasa kenyang lebih lama. Konsumsi empat buah pisang setiap hari dianjurkan selama melakukan program diet.

12. Manfaat Buah Pisang untuk Kecantikan

Manfaat buah pisang dalam hal ini adalah membantu menghaluskan kulit wajah. Pemakaian secara teratur membantu kulit lebih cepat halus dan mulus. Caranya yang sangat mudah dapat dijadikan alternatif menjaga kecantikan kulit wajah terutama bagi para wanita, yaitu cukup melumatkan buah pisang matang, lalu tambahkan madu murni dan sedikit susu atau dapat diganti dengan minyak zaitun. Aduk hingga bercampur rata. Setelah itu oleskan ramuan pisang pada wajah secara rutin, diamkan selama kurang lebih setengah jam baru bilas menggunakan air dingin. Lakukan setiap hari secara rutin agar kulit lebih cepat halus mulus.

13. Mengobati Jerawat

Bubur buah pisang selain bagus dimanfaatkan untuk menghaluskan kulit wajah seperti telah disebut di atas juga dapat membantu mengobati jerawat. Oleskan buah pisang yang sudah dilumatkan tersebut di bagian tubuh berjerawat. Lakukan secara rutin sampai jerawat Anda hilang. Selain mengobati jerawat, manfaat buah pisang lainnya juga membantu menghilangkan kutil, seperti ulasan di bawah ini.

14. Mengobati Kutil

Seperti telah disebutkan pada manfaat kulit pisang, selain sebagai lotion antinyamuk maupun membunuh larva serangga. Kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan kutil di kulit. Caranya pun cukup mudah, yaitu cukup mengoleskan bagian dalam kulit buah pisang pada kutil di tubuh setiap hari secara rutin.

15. Kesehatan Otak

Manfaat buah pisang dalam hal ini disebabkan adanya kandungan serotin dan vitaminnya seperti vitamin B, B6, maupun vitamin C. Penelitian mengenai kesehatan otak pernah dilakukan pada 200 siswa yang mengonsumsi buah pisang. Diketahui dari hasil penelitian bahwa konsumsi buah pisang sebanyak tiga kali sehari mengalami peningkatan konsentrasi maupun daya tangkap lebih baik.

16. Sumber Energi

Konsumsi dua buah pisang setiap hari dapat meningkatkan stamina tubuh. Kandungan karbohidrat maupun gula dalam buah pisang berfungsi menyimpan energi tahan lama dalam tubuh sehingga stamina selalu tetap terjaga. Begitu besar manfaat buah pisang sebagai pembangkit energi sehingga dianjurkan mengonsumsinya di sela-sela kegiatan berolahraga atau saat bekerja berat.

Penguat Tulang

Adanya kandungan senyawa fructooligosaccharide menjadikan buah pisang sangat bermanfaat dalam mengurangi resiko akibat gangguan tulang. Hal ini terjadi karena senyawa fructooligosaccharidenya mampu membantu menyerap kalsium cukup baik, sehingga kebutuhan tulang akan kalsium terpenuhi. Konsumsi buah pisang secara rutin pada anak maupun lansia sangat dianjurkan untuk membantu penguatan tulang.

17. Manfaat Lainnya

Manfaat buah pisang lainnya bagi kesehatan tubuh manusia juga dalam mengobati penyakit seperti menurunkan tekanan darah tinggi (penderita hipertensi), penyumbatan pembuluh darah, mengurangi resiko stress, memberikan energi untuk berpikir serta menghindari kepikunan atau mudah lupa. Hal ini disebabkan adanya kandungan kalium tinggi pada buah pisang bisa dimanfaatkan sebagai nutrisi untuk menghindari berbagai macam penyakit tersebut. Selain itu manfaat buah pisang juga baik dalam membantu mempertajam penglihatan pada lansia, terutama bagian kulit buahnya. Kandungan vitamin B6 dan serotin membantu menjaga kerusakan retina mata akibat cahaya berlebih. Sementara serat yang terkandung dalam buah pisang bermanfaat membantu pecandu rokok berhenti merokok, mengontrol suhu badan, khususnya pada ibu hamil.

Demikian informasi terbaik yang dapat kami sajikan, semoga Kandungan Dan Manfaat Pisang, bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, Salam Tanijogonegoro!

Obat Keracunan Makanan Dan Logam Berat

Obat Keracunan Makanan dan Logam Berat - Penderita keracunan makanan harus segera mendapatkan pertolongan, penanganan yang terlambat dapat ...

Obat Keracunan Makanan dan Logam Berat - Penderita keracunan makanan harus segera mendapatkan pertolongan, penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, dan hal terburuk bahkan menyebabkan kematian. Keracunan makanan banyak penyebabnya, ada yang disebabkan oleh keracunan jengkol, tempe bongkrek, jamur, udang, keracunan singkong, dll. Ramuan herbal tradisional alami dibawah ini membahas tentang keracunan makanan, logam berat, dan alkaloida.

Ramuan Herbal untuk Mengatasi Masalah Keracunan

Obat Keracunan Makanan dan Logam Berat
Kopi

Resep ramuan herbal ini memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah didapat, seperti buah kelapa, herbal kayu ules, herbal kayu urip, herbal rumput jarum, bidara upas, kayu jati, daun pepaya, kopi, daun labu, bawang putih, bonggol pisang, pucuk daun teh, dll. Kami akan memberikan cara meramu tanaman obat tersebut untuk mengatasi berbagai macam keracunan, baik yang disebabkan oleh makanan maupun logam berat dan alkaloida :

Obat Keracunan Makanan

Ramuan 1
Bahan
Kelapa (Coccos nucifera) 1 buah
Gula merah 10-20 gr
Cara Membuat
Makan langsung kelapa dan gula merah, atau diperas lalu diambil airnya.
Minum 1 x 1 hari sebanyak 1 gelas.

Ramuan 2
Bahan
Akar kayu ules (Helicteres hirsuta) 2-3 gr
Akar kayu urip (Kalanchoe integrifolia) 2-3 gr
Air bersih 1 gelas
Cara Membuat
Cuci Akar kayu ules dan Akar kayu urip sampai bersih, lalu rebus dengan air sampai mendidih.
Minum ramuan 1-2 x 1 hari sebanyak ½-1 gelas.

Keracunan Jamur

Ramuan 1
Bahan
Telur ayam segar 1 butir
Santan kelapa kental atau air kelapa muda 1 gelas
Cara Membuat
Kocok telur dan diminumkan pada penderita agar lekas muntah. Setelah muntah beri air kelapa atau air santan.
Minum ramuan 1 x 1 hari sebanyak 1 gelas.

Ramuan 2
Bahan
Rumput jarum 8 batang
Air 2 gelas
Madu
Cara Membuat
Potong rumput jarum lalu rebus hingga tinggal setengahnya, dinginkan dan saring serta tambahkan madu.
Minum ramuan herbal rumput jarum 2 x 1 hari sebanyak ½ gelas.

Ramuan 3
Bahan
Air kelapa muda (Coccos nucifera) hijau 1 gelas
Madu 1 sendok makan
Madu
Cara Membuat
Campur semua bahan, aduk-aduk.
Minum ramuan 2 x 1 hari sebanyak ½ gelas.

Ramuan 4
Bahan
Bidara upas ¼ kepalan tangan
Santan kelapa tua (Coccos nucifera) agak kental ½ gelas
Madu murni 2 sendok makan
Cara Membuat
Parut bidara upas, remas dengan santan kelapa, tambahkan madu murni. Peras dan saring.
Minum ramuan bidara upas 1-2 x 1 hari sebanyak 3 sendok makan.

Keracunan Jengkol

Ramuan 1
Bahan
Arang kayu jati 1/3 jari
Air panas ½ gelas
Cara Membuat
Tumbuk arang hingga halus, seduh dengan air panas.
Minum ramuan saat hangat-hangat kuku.

Ramuan 2
Bahan
Buah pepaya muda 1 kepala
Air matang ½ gelas
Garam secukupnya
Cara Membuat
Parut pepaya, tambahkan air dan garam secukupnya, lalu peras dan ambil airnya.
Minum herbal daun pepaya.

Ramuan 3
Bahan
Kopi 2 sendok teh
Putih telur 1 sendok makan
Madu murni 1 sendok makan
Air panas 1 gelas
Cara Membuat
Campur semua bahan, aduk sampai rata.
Minum 1-2 x 1 hari sebanyak ½ gelas. Minum ramuan keracunan jengkol hangat-hangat kuku.

Ramuan 4
Bahan
Daun genjer (Limnocharis flava) 5-10 lembar
Cara
Makan daun genjer sebagai lalapan 1 x 1 hari.

Ramuan 5
Bahan
Daun labu (Lagenaria leucantha) 1 lembar
Cara
Makan daun labu sebagai lalapan mentah 1 x 1 hari.

Keracunan Tempe Bongkrek

Ramuan 1
Bahan
Kopi murni 1 sendok makan
Air panas ½ gelas
Cara membuat
Seduh kopi dengan air panas
Minum 1 x 1 hari ½ gelas. Minum ramuan selagi masih hangat.

Ramuan 2
Bahan
Rumput jarum 6 batang
Air 2 gelas
Cara membuat
Potong-potong rumput, rebus hingga tinggal 1/2-nya. Dinginkan, saring.
Minum 1 x 1 hari ½ gelas.

Ramuan 3
Bahan
Arang kayu ½ jari
Madu murni 1 sendok makan
Air panas 1 gelas
Cara membuat
Tumbuk arang sampai halus, seduh dengan air panas, tambahkan madu.
Minum 1 x 1 hari ½ gelas. Minum ramuan selagi hangat.

Ramuan 4
Bahan
Kayu timur 1/3 jari
Akar putat ½ jari
Besole 2 biji
Daun sambiloto 30 lembar
Daun kumis kucing 40 lembar
Gula aren 2 jari
Air 3 gelas
Cara membuat
Rebus semua bahan hingga tinggal setengahnya.
Minum 1-2 x 1 hari sebanyak ½ gelas.

Keracunan Udang

Ramuan 1
Bahan
Bawang putih 2 butir
Jinten 1 sendok teh
Santan kelapa2 sendok makan
Madu murni 2 sendok makan
Cara membuat
Bawang putih dan jinten digilinga halus, lalu remas dengan santan dan madu. Peras, saring untuk diambil airnya.
Minum 1-2 x 1 hari 1 sendok makan.

Ramuan 2
Bahan
Air kelapa muda hijau ½ gelas
Minyak kelapa 1 sendok makan
Madu murni 1 sendok makan.
Cara membuat
Campur semua bahan, aduk sampai rata.
Minum 1 x 1 hari 2 sendok makan.

Ramuan 3
Bahan
Bonggol pisang ½ kepalan tangan
Air garam secukupnya
Cara membuat
Parut bonggol pisang, bumbuhi air garam, peras, saring.
Minum ramuan 1 x 1 hari 2 sendok makan.

Keracunan Singkong

Ramuan 1
Bahan
Kelapa (Coccos nucifera) hijau
Garam dapur secukupnya
Cara membuat
Ambil air kelapa hijau, lalu tambahkan garam dapur.
Minum ramuan sebanyak-banyaknya.

Ramuan 2
Bahan
Kelapa (Coccos nucifera) hijau
Gula aren atau gula kelapa secukupnya
Cara Membuat
Ambil air kelapa hijau, lalu tambahkan gula aren atau gula kelapa secukupnya.
Minum sebanyak-banyaknya.

Keracunan Logam Berat atau Alkaloida

Bahan
Pucuk daun teh (Camellia sinensis) secukupnya
Cara Membuat
Ambil pucuk daun teh, kemudian gulung dan fermentasikan. Setelah jadi lalu minum hasil fermentasi.

Budidaya Buah Naga Organik

Budidaya Buah Naga Organik merupakan salah satu budidaya tanaman buah dengan menerapkan cara-cara alamiah (organik) serta memanfaatkan baha...

Budidaya Buah Naga Organik merupakan salah satu budidaya tanaman buah dengan menerapkan cara-cara alamiah (organik) serta memanfaatkan bahan maupun tanaman organik selama proses budidayanya. Buah Naga memiliki kandungan maupun khasiat luar biasa bagi kesehatan manusia sehingga selain sebagai tanaman buah juga bermanfaat sebagai tanaman herbal. Banyak keunggulan buah naga sehingga komoditas buah-buahan ini diburu oleh konsumen untuk berbagai macam keperluan. Tingginya permintaan konsumen terhadap buah ini memberikan angin segar bagi petani, serta peluang besar bagi pengembangan agribisnis buah naga.

PELUANG USAHA BUAH NAGA

Buah naga akhir-akhir ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat, karena tingginya permintaan terhadap buah berasal dari gurun tersebut. Penanaman buah naga tersebar di pulau Jawa hingga ke Kalimantan. Kebun-kebun buah ini juga banyak ditemui. Memang, budidaya buah ini tergolong mudah bahkan minim perawatan. Budidaya buah naga bisa diusahakan di lahan luas dalam skala usaha besar maupun di lahan-lahan sempit seperti di kebun maupun halaman rumah (menggunakan pot). Oleh karena itu, para petani mampu meraup keuntungan besar, disamping produksinya tinggi, juga harga jualnya sangat bagus.

CARA BUDIDAYA BUAH NAGA

Penanaman buah naga kini banyak diarahkan pada sistem menanam buah naga organik. Produk dari hasil budidaya organik memiliki kualitas buah lebih baik dibandingkan produk dari hasil budidaya secara kimiawi. Selain itu, keuntungan dari teknik bercocok tanam buah naga secara organik lainnya adalah buah hasil produksi lebih sehat tanpa adanya residu bahan kimia, dimana residu kimia sangat berbahaya baik bagi kesehatan tubuh manusia maupun lingkungan sekitar. Pencemaran lingkungan baik air, udara, maupun tanah oleh paparan pestisida juga bisa dikurangi. Di samping itu, penggunaan bahan organik juga dapat mengembalikan kesuburan tanah, baik sifat fisik, biologi, maupun kimia tanah, sehingga tanah bisa digunakan untuk proses budidaya pertanian berkelanjutan.

Sejauh ini, di Indonesia sistem penanaman buah naga masih menggunakan bahan kimia dalam pemeliharaannya, baik itu pemupukan maupun penggunaan pestisidanya. Penggunaan pupuk kimia dalam jumlah berlebihan tetapi tidak diimbangi pemberian pupuk organik justru dapat menurunkan tingkat kesuburan tanah selama kurun waktu tertentu. Tekstur tanah pertanian menjadi kurang subur, keras bahkan tandus akibat aplikasi pupuk kimia berlebihan serta berlangsung secara terus menerus. Selain itu, penggunaan pestisida dosis tinggi dapat menimbulkan residu bahan kimia pada hasil produksi buah. Jika buah dengan paparan residu pestisida tinggi dikonsumsi oleh manusia secara terus menurus, maka residu pestisida tersebut akan terakumulasi, selanjutnya menjadi racun dalam tubuh. Lihat selengkapnya tentang bahaya pestisida bagi kesehatan.

SYARAT TUMBUH TANAMAN BUAH NAGA

Syarat tumbuh tanaman buah naga tidak berbeda jauh dari tanaman kaktus atau tanaman gurun pasir lainnya. Karena berasal dari daerah gurun pasir berkondisi panas kering maka buah ini umumnya tumbuh baik di dataran rendah hingga menengah. Buah spesies Hylocereus undatus, merupakan buah naga berdaging putih, buah ini akan tumbuh baik di ketinggian kurang dari 300 mdpl, sedangkan spesies Hylocereus costaricensis, merupakan buah naga berdaging super merah (super red), buah ini tumbuh baik di ketinggian 0-100mdpl. Sementara itu spesies Selenicereus megalanthus, merupakan buah naga berkulit kuning, daging putih tanpa sisik, buah ini akan tumbuh baik di daerah dingin (ketinggian lebih dari 800 mdpl).

Tanaman buah naga lebih cocok ditanam di daerah kering, dibandingkan daerah beriklim basah, curah hujan ideal untuk pertumbuhannya adalah 720 mm/tahun. Namun, tanaman buah naga masih dapat berproduksi serta tumbuh baik pada curah hujan tinggi, berkisar antara 1.000-1.300 mm/tahun, meskipun selama pertumbuhannya tersebut rentan terserang penyakit, terutama penyakit busuk akar maupun penyakit busuk batang. Hal ini disebabkan tanaman buah naga tidak tahan terhadap genangan air, sehingga jika kondisi tanahnya tergenang, maka akar tanaman kesulitan mendapatkan suplai oksigen. Karena perakaran tidak mendapatkan suplai oksigen normal, mengakibatkan tanaman buah asli gurun ini sangat mudah terserang penyakit.
Tanaman buah naga merupakan jenis tanaman buah dengan kebutuhan terhadap intensitas penyinaran cahaya matahari penuh. Oleh karena itu, lokasi penanaman buah naga sebaiknya dilakukan di lahan terbuka tanpa naungan. Lahan terbuka juga lebih memberi peluang memberikan sirkulasi udara cukup bagi pertumbuhan tanaman, sehingga kelembaban areal pertanaman lebih terjaga. Suhu udara ideal untuk pertumbuhan tanaman buah ini adalah antara 26-36°C.

Kondisi tanah ideal untuk menanam buah naga adalah tanah gembur dan porous, serta banyak mengandung bahan organik maupun unsur hara. Hindari menanam buah naga pada tanah berkandungan logam berat dan garam cukup tinggi. pH tanah optimal untuk pertumbuhan tanaman buah ini antara 6-7. Penanaman buah naga pada tanah masam, yaitu memiliki nilai pH tanah di bawah 6, akan menyebabkan pertumbuhan akar tanaman menjadi pendek tidak sempurna. Akibatnya, akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara sehingga tanaman mengalami kekurangan unsur hara serta menyebabkan keterlambatan pertumbuhan.

Meskipun tahan terhadap kekeringan, bukan berarti tanaman buah ini tidak memerlukan air. Air merupakan kebutuhan vital bagi semua tanaman. Oleh karena itu, air harus tersedia terus baik. Namun, pemberian air secara berlebihan juga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, hindari lokasi penanaman di daerah-daerah beresiko tergenang air saat musim hujan, karena tanaman buah naga merupakan jenis tanaman sensitif terhadap kelebihan air. Genangan air akan menyebabkan kelembaban tanah menjadi tinggi sehingga berpotensi menjadi tempat potensial untuk pertumbuhan penyakit.

PERSIAPAN TEKNIS BUDIDAYA BUAH NAGA ORGANIK

Pemilihan lokasi penanaman buah naga perlu diperhatikan, hal ini bertujuan untuk memenuhi syarat tumbuh optimal bagi pertumbuhan tanaman buah ini. Pemilihan lokasi budidaya ideal, akan menjadi faktor pertama penentu keberhasilan bercocok tanam buah naga.
Setelah menentukan lokasi penanaman buah naga, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengukuran pH tanah untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa dilakukan menggunakan kertas lakmus, PH meter, atau cairan PH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.

PELAKSANAAN BUDIDAYA BUAH NAGA


Persiapan Lahan

Setelah lokasi penanaman ditentukan serta melakukan pengukuran terhadap derajat keasaman tanah (pH tanah) maka dilanjutkan persiapan lahan untuk budidaya. Persiapan tersebut mencakup pemasangan tiang panjatan, pembersihan lahan, serta pengolahan lahan.
Buah naga merupakan tanaman merambat sehingga selama penanamannya dibutuhkan tiang panjatan untuk menopang pertumbuhan batang maupun cabangnya. Bentuk serta model tiang panjatan ada dua macam, yaitu bentuk tunggal dan bentuk kelompok atau pagar. Tiang panjatan harus dipastikan kuat sehingga mampu bertahan selama beberapa tahun karena tanaman buah naga tergolong tanaman berumur panjang.

1. Tiang Panjatan Buah Naga Bentuk Tunggal
Tiang panjatan bentuk tunggal bisa menggunakan tiang buatan dari beton atau tiang panjatan hidup dengan memanfaatkan batang tanaman hidup. Tiang panjatan tunggal dapat digunakan untuk menopang empat tanaman yang berproduksi dengan produktifitas rata-rata 3 kg per-tanaman. Para petani biasanya menggunakan tiang panjatan terbuat dari beton atau pipa PVC. Bentuk tiang panjatan bisa persegi, bulat, segitiga atau bentuk lain sesuai selera petani. Untuk tiang panjatan berbentuk persegi dibuat berukuran 10 cm x 10 cm, bentuk bulat dibuat berdiameter 10 cm, sedangkan bentuk segitiga dibuat dengan panjang sisi 15 cm. Tinggi tiang panjatan antara 1,5-2 meter. Jika jarak tanam 2,5 m x 2 m, setiap tiang panjatan ditanami 4 tanaman, maka untuk lahan seluas 1 ha dibutuhkan sekitar 2.000 tiang panjatan dan 8.000 bibit tanaman.

Alternatif lain selain menggunakan tiang beton, petani bisa menggunakan tiang panjatan hidup, yaitu memanfaatkan batang pohon hidup, misal tanaman angsana, jati, jaranan, atau Clerecedae. Artinya tiang panjatan berupa tanaman hidup yang memiliki perakaran cukup dalam, tanaman tersebut juga harus tahan pemangkasan berat karena tanaman buah ini harus terkena sinar matahari langsung agar bisa berproduksi secara optimal. Oleh karena itu, tiang panjatan hidup harus sering dipangkas apabila sudah menutupi batang maupun cabang tanaman. Tiang panjatan hidup harus memiliki tinggi minimal 2 m, berdiameter minimal 10 cm karena jika diameter kurang dari 10 cm dikhawatirkan tidak kuat menopang pertumbuhan tanaman buah ini. Penggunaan tiang jenis ini lebih menghemat biaya daripada tiang beton meskipun tidak sekuat dan tahan lama seperti tiang beton. Namun demikian, adanya tiang panjatan hidup juga membutuhkan tambahan pupuk sehingga juga akan menambah biaya pemeliharaan.

Tiang panjatan ditancapkan ke dalam tanah, kedalaman sekitar 50 cm agar tiang berdiri kokoh serta kuat selama menyangga tanaman. Ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar berdiameter 30-60 cm berbentuk seperti stir mobil. Tujuan pemasangan besi melingkar ini adalah menyediakan tempat sebagai penopang cabang maupun anak cabang tanaman buah naga. Apabila besi beton dirasa cukup mahal bisa menggunakan ban sepeda motor, ban mobil, atau bisa juga para-para dari kayu berbentuk menyilang. Jika menggunakan ban, agar kuat perlu dimasukkan ke dalam besi penyangga. Bila menggunakan belahan ban luar mobil, maka ban tersebut perlu diikat pada besi penyangga agar lebih kuat.

2. Tiang Panjatan Buah Naga Bentuk Kelompok (Double Rowing)
Berbeda dengan tiang panjatan tunggal, model tiang panjatan double rowing pada budidaya buah naga mirip tiang penjemur pakaian. Dalam hal ini, tiang panjatan tersebut bisa digunakan sebagai tempat rambatan lebih dari satu tanaman. Kelebihan dari tiang panjatan kelompok adalah biaya pembuatannya lebih murah serta teknik pembuatannya juga lebih efisien jika dibanding tiang panjatan tunggal, karena bisa digunakan sebagai tempat rambatan untuk banyak tanaman. Namun, tiang panjatan kelompok ini juga memiliki kelemahan yaitu perawatannya sulit karena cabang tanaman buah ini bisa saling terkait satu sama lain serta kurang tahan terhadap berat beban tanaman lebat.

Cara pembuatan tiang panjatan ini adalah dengan menghubungkan dua buah tiang menggunakan kawat tebal sebagai penyangga batang tanaman, jarak antartiang dibuat sepanjang 4 meter, tinggi tiang 2-2,5 meter, kemudian dipendam sedalam kurang lebih 50 cm. Tebal tiang kurang lebih 15 x 15 cm, tiang terbuat dari beton (cor). Agar tidak mudah roboh saat menopang beban sulur atau cabang tanaman, maka perlu dibuatkan penguat dari besi. Ujung tiang diberi palang, dipasang melintang serta menyatu dengan tiang beton tersebut. Palang terbuat dari besi, panjang kurang lebih 50-60 cm, sehingga antara tiang beton-palang besi membentuk huruf T. Ujung palang tersebut dihubungkan dengan ujung palang pada tiang lainnya menggunakan kawat yang kuat serta tahan karat, sehingga bentuk hubungan kedua tiang tersebut menyerupai tempat jemuran. Dari kedua kawat penghubung tiang panjatan ini dipasang kawat vertikal menuju ke arah masing-masing titik tanam. Kawat vertikal inilah yang akan digunakan sebagai penopang batang utama.

Sistem panjatan double rowing dengan panjang 4 meter dapat digunakan untuk menampung buah sebanyak 20-26 buah tanaman. Jarak tanam antarbaris 30 cm, antartanaman 1 m (model penanaman zigzag). Tujuan penataan tata letak penanaman buah naga tersebut untuk mengoptimalkan intensitas sinar matahari sehingga cahaya tersebar lebih merata.

3. Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan perlu dilakukan agar proses penanaman maupun persiapan tidak mengalami kesulitan. Rimbunan semak maupun pohon kecil di lahan dipotong sampai pangkal batang atau dapat dicabut sampai ke akarnya agar tidak tumbuh kembali. Sementara bagian cabang maupun ranting pohon besar dipotong sampai pangkal cabang atau ranting. Gulma di lahan juga harus dibersihkan dengan cara dicangkul tipis-tipis.

4. Pengolahan Lahan dan Pemupukan Dasar
Setelah bersih, lahan kemudian dicangkul di sekitar daerah penanaman buah naga. Pencangkulan bertujuan memecah tanah menjadi agregat-agregat kecil serta membalik tanah agar aerasi tanah menjadi lebih baik. Selain itu pecangkulan juga bertujuan agar lapisan tanah bawah bisa tercampur dengan lapisan tanah atas sehingga penyebaran humus atau bahan organik bisa merata ke seluruh lapisan tanah. Tanah menjadi gembur, subur, sehingga akar tanaman dapat menyerap unsur hara secara sempurna.
Lahan bernilai pH tanah di bawah 6 harus dilakukan pengapuran (dosis 1,2 ton/ha ditabur merata ke seluruh lahan). Selanjutnya pembuatan lubang tanam sesuai model tiang panjatan yang digunakan.

Untuk penanaman buah naga sistem panjatan tunggal, pengolahan tanah hanya dilakukan di sekitar tiang panjatan saja. Buat lubang tanam di sekitar tiang panjatan berukuran 40 cm x 40 cm, kedalaman lubang kurang lebih 30 cm. Masukkan media tanam ke dalam lubang tanam, terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, pasir/sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Setelah itu lakukan penyiraman media tanam hingga basah, lalu biarkan terkena sinar matahari selama satu minggu. Agar pertumbuhan maupun produksi tanaman buah naga optimal, berikan asam humat dan asam fulvat. Tambahkan juga agensia hayati, seperti fungisida/bakterisida organik untuk mencegah serangan penyakit setelah penanaman. Langkah selanjutnya adalah membuat drainase berupa parit diantara baris tanaman. Pembuatan drainase bertujuan menampung kelebihan air saat musim hujan.

Berbeda dengan pengolahan tanah sistem panjatan tunggal. Pada sistem panjatan kelompok (double rowing) pengolahan tanah dilakukan dengan membuat alur penanaman diantara dua tiang beton yang sudah dipersiapkan. Alur ini berfungsi sebagai lokasi atau tempat penanaman buah naga, alur dibuat kurang lebih sepanjang 4 m, lebar galian 40-60 cm. Arah alur sesuai arah kawat pengikat batang, yaitu diantara dua tiang betong. Kemudian media tanam ditebar merata ke dalam alur yang telah dibuat. Komposisi media tanam dalam satu alur terdiri dari 20 kg tanah top soil, 20 kg pupuk kandang, 20 kg sekam bakar. Aduk bahan tersebut hingga merata kemudian dimasukkan ke dalam lubang alur. Setelah semua media dimasukkan ke dalam alur kemudian dilakukan penyiraman media hingga basah. Biarkan media tanam terkena sinar matahari selama satu minggu. Pengeringan bertujuan agar media tanam terbebas dari patogen atau penguapan akibat proses dekomposisi. Agar pertumbuhan maupun produksi tanaman buah naga optimal, berikan asam humat dan asam fulvat. Tambahkan juga agensia hayati, seperti fungisida/bakterisida organik untuk mencegah serangan penyakit setelah penanaman.

Persiapan Pembibitan

Keberhasilan budidaya buah naga tidak terlepas dari usaha penyiapan bibit berkualitas. Bibit vigor, sehat, serta bebas hama penyakit merupakan beberapa ciri bibit berkualitas bahkan memenuhi syarat. Bibit yang telah dipersiapkan dengan baik akan menghasilkan tanaman sehat serta mampu berproduksi optimal.

Selain itu kualitas bibit juga bisa ditentukan dari kualitas induk. Jika induk tanaman memiliki tingkat pertumbuhan cepat berkualitas buah bagus, maka besar kemungkinan hasil bibit juga memiliki sifat tidak jauh berbeda dari induknya. Jumlah kebutuhan bibit untuk menanam buah naga tergantung sistem budidaya yang diterapkan. Jika menggunakan sistem tiang panjatan tunggal maka dibutuhkan bibit sebanyak 1.000 batang/ha. Tetapi jika menggunakan sistem panjatan kelompok maka kebutuhan bibit akan lebih banyak lagi, yaitu sekitar 10.400 batang/ha. Oleh karena itu, pengadaan maupun penyiapan bibit harus dilakukan secara intensif agar tidak terjadi kekurangan bibit setelah penanaman.
Ada dua cara perbanyakan bibit, yaitu perbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif. Perbanyakan generatif adalah perbanyakan menggunakan biji buah naga. Keuntungan menggunakan teknik perbanyakan generatif yaitu dapat diperoleh bibit dalam jumlah banyak serta biaya murah. Setiap butir buah minimal berisi 1.000 biji. Namun cara ini kurang populer serta jarang dilakukan oleh petani karena membutuhkan waktu sangat lama bahkan sedikit lebih sulit jika dibandingkan dengan teknik perbanyakan vegetatif. Disamping itu untuk mendapatkan biji bernas serta berkualitas juga agak susah, karena harus dibutuhkan buah yang benar-benar tua serta sehat. Seleksi biji berkualitas juga sulit dilakukan karena ukuran bijinya sangat kecil bahkan memiliki penampakan sama. Oleh karena itu, artikel ini hanya akan membahas tentang teknik dan cara perbanyakan vegetatif.
Perbanyakan vegetatif adalah perbanyakan tanaman menggunakan bagian dari tanaman itu sendiri. Teknik perbanyakan ini membutuhkan biaya mahal, tetapi tingkat keberhasilannya lebih tinggi, disamping itu selama fase pemeliharaan dibutuhkan waktu lebih singkat. Keuntungan lain dari perbanyakan vegetatif yaitu kemungkinan tanaman mengalami penyimpangan genetik sangat kecil sehingga hasil bibit tanaman tidak jauh menyimpang dari induknya.

Metode perbanyakan vegetatif paling mudah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bibit adalah teknik stek batang. Perbanyakan tanaman menggunakan stek memiliki tingkat keberhasilan bibit bertahan hidup lebih tinggi, pertumbuhannya lebih cepat, serta hasil bibit berkualitas tinggi, memiliki genetik serupa dengan induknya. Selain itu teknik stek batang juga mudah dilakukan.
Sebelum melakukan penyetekan harus dipilih batang atau cabang tanaman sehat, tua, berwarna hijau gelam, serta sudah pernah berbuah paling tidak 3-4 kali (memiliki panjang minimal 30 cm). Keberhasilan stek ditentukan oleh calon batang. Batang tanaman buah naga yang pernah berbuah pertumbuhannya akan cepat, kokoh, serta mudah membentuk tunas. Sedangkan batang atau cabang muda mengandung banyak air sehingga lebih rentan terserang penyakit tanaman. Batang atau cabang tanaman buah naga sesuai kriteria tersebut akan lebih cepat keluar akar sehingga pertumbuhan tanaman juga lebih cepat, ditandai keluarnya tunas-tunas baru.

Setelah menentukan batang atau cabang tanaman buah naga, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemotongan terhadap calon batang atau cabang tanaman buah naga. Untuk membedakan bagian bawah maupun atas batang yang telah dipotong, maka potongan dibuat meruncing di bagian bawah (bekas potongan di bagian atas batang akan membentuk huruf V). Kemudian angin-anginkan batang stek hingga getahnya mengering (kurang lebih selama 2-3 hari).
Stek ditanam di polibag berisi media, komposisi media terdiri dari 1 tanah, 1 pupuk kandang, 1 sekam bakar. Polybag diletakkan di atas bedengan, jarak antarpolybag 20 cm x 20 cm. Bedengan dibuat selebar 100 cm. Langkah selanjutnya tempat persemaian ditutup menggunakan plastik sungkup transparan dengan ditopang menggunakan bambu (bambu dipasang melengkung). Selama pembibitan kondisi media harus dijaga agar tidak kekeringan. Tunas baru akan muncul setelah bibit berumur kurang lebih 2 minggu.

Umumnya batang atau cabang stek sehat akan mengeluarkan lebih dari satu tunas secara bersamaan. Sisakan satu tunas paling besar serta sehat (memiliki pertumbuhan kokoh). Perempelan tunas harus dilakukan secara rutin agar suplai nutrisi bisa dioptimalkan untuk pertumbuhan tunas peliharaan. Setelah 3 minggu, stek mulai mengeluarkan akar, tanaman juga sudah tampak vigor. Kemudian plastik sungkup sudah bisa dibuka di pagi hari serta ditutup lagi saat menjelang petang agar bibit memperoleh sinar matahari langsung. Penyinaran bertujuan agar tanaman menjadi kuat. Namun jika kondisi hujan, plastik sungkup tetap dibiarkan menutupi bibit agar media penanaman tidak terlalu basah. Bibit siap ditanam saat berumur 3-5 bulan.

Cara pengendalian hama dan penyakit diantaranya menjaga sanitasi lingkungan, baik di bedengan maupun polybag. Kelembaban di sekitar areal penanaman harus selalu dijaga agar bibit stek tidak mengalami kekeringan. Namun perlu diperhatikan bahwa saat melakukan penyiraman, harus dihindari pemberian air secara berlebihan agar tidak terjadi genangan air, karena genangan berpotensi menimbulkan serangan penyakit, terutama penyakit akar. Atau penyiraman bibit bisa dilakukan setiap pagi saja sampai benar-benar lembab agar keesokan harinya kondisi tanahnya masih cukup untuk pertumbuhan bibit tanaman. Namun, jika siang hari matahari sangat terik, penyiraman bisa dilakukan lagi sore harinya secukupnya saja agar saat malam hari kelembaban tanahnya tidak terlalu tinggi. Gulma di sekitar arel pembibitan juga harus dibersihkan agar tidak terjadi persaingan dalam memperoleh intensitas sinar matahari maupun penyerapan unsur hara. Selain itu, gulma di sekitar areal pembibitan juga berpotensi menjadi inang hama dan penyakit. Jika bibit terserang hama penyakit lakukan pengendalian secara terpadu. Jika serangan ringan, pengendalian hama penyakit cukup dilakukan secara manual. Sebagai pencegahan, lakukan penyemprotan rutin menggunakan pestisida organik maupun agensia hayati 1 minggu sekali.

Penanaman

Setelah lahan penanaman buah naga selesai dipersiapkan, pemindahan bibit stek yang telah siap, kurang lebih berumur tiga bulan, bisa segera dilakukan. Penanaman harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari kerusakan akibat teknik penanaman yang tidak benar, sehingga dapat mengakibatkan bibit stress serta pertumbuhannya terhambat. Perhatikan saat penanaman media dalam polybag jangan sampai pecah karena akan membuat bibit kesulitan beradaptasi akibat mengalami kerusakan akar. Penanaman jangan terlalu dalam karena dapat mengakibatkan bibit mudah terserang penyakit busuk batang. Penanaman ideal kurang lebih 20% dari panjang bibit.

Teknik penanaman sistem tiang panjat tunggal berbeda dengan penanaman sistem tiang panjat berkelompok. Pada penanaman sistem tiang panjatan tunggal penanaman dilakukan berjarak tanam 10 cm dari tiang panjatan. Keempat bibit ditanam mengelilingi tiang panjatan. Ikat keempat bibit tersebut pada tiang panjatan menggunakan tali lunak agar bibit tidak mudah jatuh. Lakukan pengikatan secara hati-hati, jangan terlalu kuat agar tidak mengakibatkan batang tanaman terluka. Batang tanaman terluka akan mudah terserang penyakit, terutama busuk batang. Lakukan penyiraman setelah penanaman selesai agar bibit bisa cepat beradaptasi di lingkungan barunya.
Sedangkan teknik penanaman sistem double rowing dilakukan dengan cara mengikuti lajur di antara dua tiang panjatan. Bibit buah ini ditanam tidak jauh dari kawat yang dipasang secara vertikal dengan titik tanam berpola zigzag.

Pemeliharaan Tanaman Buah Naga

Pemeliharaan harus tetap dilakukan secara teratur selama proses budidaya. Pemeliharaan tanaman merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan usahatani. Upaya pemeliharaan secara intensif meliputi pengairan, penyulaman, pengikatan batang atau cabang, pemupukan susulan, pemangkasan, seleksi buah, sanitasi kebun, serta pengendalian hama penyakit tanaman.

1. Pengairan
Sebetulnya tanaman buah naga tidak membutuhkan irigasi khusus. Umumnya pengairan dilakukan menggunakan sistem pengairan tadah hujan. Oleh karena akarnya sangat lebat, sehingga tanaman buah ini tahan terhadap kekeringan. Namun, hal ini tidak berarti bahwa tanaman buah naga tidak memerlukan air. Pengairan harus diberikan secara terukur untuk menopang pertumbuhan maupun perkembangannya. Kekurangan air selama fase vegetatif dapat membuat tanaman layu bahkan sulit bertunas. Oleh karena itu penyiraman tetap dilakukan seminggu sekali hingga tanaman buah naga berumur 6 bulan. Bila kondisi tanah terlalu kering, maka penyiraman dilakukan 2-4 hari sekali, tergantung kondisi di lahan. Pada fase generatif, ditandai munculnya bunga dan buah, maka penyiraman dilakukan setiap 10-14 hari sekali atau menyesuaikan kondisi bila tanah terlalu kering. Kekurangan air di fase ini bisa mengakibatkan bunga rontok serta buah akan terbentuk tidak sempurna. Waktu penyiraman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. Hindari penyiraman tanaman saat siang hari ketika matahari terik.
Selain penyiraman, pengairan juga bisa dilakukan dengan cara penggenangan. Caranya yaitu dengan perendaman air di parit sedalam kurang lebih 20 cm. Pengeleban dilakukan selama 1-1,5 jam, setelah itu air di parit harus segera dibuang atau dialirkan keluar. Pada sistem agribisnis pertanian berteknologi modern, kegiatan pengairan biasanya dilakukan menggunakan sprinkler dengan bantuan instalasi pompa air menggunakan motor.

2. Penyulaman Tanaman
Penyulaman merupakan kegiatan pemeliharaan yang menitikberatkan pada penggantian tanaman mati disebabkan karena serangan hama, penyakit, maupun sebab lain. Tujuan dari penyulaman yaitu melakukan efisiensi lahan agar tidak terjadi kekosongan akibat adanya kematian bibit di lahan. Selain itu, penyulaman juga bertujuan mengoptimalkan hasil produksi. Penyulaman dilakukan saat tanaman berumur 7 hari setelah tanam hingga tanaman berumur 2 bulan setelah tanam.

3. Pengikatan Batang atau Cabang
Letak dan posisi pertumbuhan batang atau cabang tanaman buah naga perlu diatur agar pertumbuhannya normal, tertata, serta tidak salah bentuk. Disamping itu, pengaturan letak maupun posisi batang atau cabang juga bertujuan mempermudah pemeliharaan, sehingga biaya pemeliharaan lebih efisien. Pengaturan letak turut berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman. Dengan pengaturan pertumbuhan batang atau cabang, maka peluang tanaman buah ini untuk memperoleh intensitas sinar matahari lebih optimal. Pengaturan dilakukan dengan pengikatan batang atau cabang ke tiang panjatan. Pengikatan harus dilakukan tepat waktu, yaitu saat batang atau cabang masih dalam kondisi lemas, sehingga mudah diarahkan. Jika pengikatan terlambat dilakukan, akan membuat pertumbuhan batang atau cabang melengkung tidak teratur. Akibatnya cabang produktif tidak tumbuh ke atas.

Pengikatan dilakukan setiap 20-25 cm ke tiang panjatan. Tali pengikat bisa menggunakan tali rafia atau tali lunak lainnya membentuk angaka 8. Pengikatan jangan terlalu kencang agar batang atau cabang tidak terjepit karena dapat mengakibatkan luka atau bahkan patah. Selain itu tujuan pengikatan juga mempermudah akar udara menempel pada tiang panjatan sehingga memperkokoh posisi tanaman.

4. Pemupukan Susulan
Meskipun tanah telah menyediakan hara, akan tetapi ketersediaan haranya tidak mencukupi untuk menunjang pertumbuhan maupun perkembangan tanaman selanjutnya. Oleh karena itu, perlu diberi pupuk susulan (pupuk tambahan). Pemberian pupuk tambahan dilakukan menggunakan pupuk kandang atau bahan organik lain (sudah matang/sudah difermentasi). Dosis pemberian pupuk organik sebanyak 2-5 kilogram/tanaman (fase vegetatif) dan 5-10 kilogram/tanaman (fase generatif). Frekuensi pemberian pupuk dilakukan dua bulan sekali. Pupuk diberikan dengan cara menggali lubang di sekitar tanaman, tetapi jangan terlalu dekat batang karena bisa melukai akar tanaman, kemudian taburkan pupuk lalu segera ditutup tanah. Setelah semua pupuk tertutup tanah, lakukan penyiraman agar pupuk mudah bereaksi serta mudah terserap oleh akar tanaman. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan maupun hasil produksi berikan nutrisi tanaman organik, asam humat dan asam fulvat, maupun hormon organik 7 hari sekali. Untuk penggunaan hormon tumbuhan (ZPT) sintesis, sebaiknya memahami fungsi dari hormon (ZPT) sintesis tersebut. Pemberian hormon tumbuhan secara berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman (kerugian lebih lanjut dapat menurunkan produksi karena terjadi kerontokan bunga maupun buah secara besar-besaran), penyerapan unsur hara terjadi secara berlebihan, sehingga jika tidak diimbangi kecukupan hara menyebabkan tanaman menggugurkan bunga beserta buahnya karena makanan tidak cukup tersedia untuk melakukan pertumbuhan, pembuahan, maupun pembesaran buah.

5. Pemangkasan Tanaman Buah Naga
Pemangkasan tanaman bertujuan memperoleh bentuk yang baik sehingga menunjang pertumbuhan tanaman. Selain itu, pemangkasan juga bertujuan membuang bagian tanaman tidak produktif seperti cabang kerdil, kurus. Batang atau cabang tanaman tidak produktif akan menghambat pertumbuhan maupun perkembangan tanaman, terutama dalam pembentukan tunas baru dan buah, karena batang atau cabang tidak produktif tersebut akan berkompetisi dengan batang produktif dalam hal suplai nutrisi atau serapan unsur hara oleh tanaman.
- Pemangkasan Vegetatif Cabang Tanaman
Pemangkasan vegetatif untuk membentuk batang pokok dilakukan setelah bibit ditanam. Tunas dari hasil pembibitan dipertahankan hanya 1-2 tunas saja. Pilih tunas atau cabang sehat, kokoh serta berwarna hijau gelap. Tunas berbentuk tidak sempurna, ujungnya membulat, juga harus dipangkas. Tunas peliharaan akan menjadi batang utama untuk dipertahankan hingga berukuran 130-150 cm. Jika tinggi tanaman sudah sesuai keinginan maka segera dipangkas sekitar 5-10 cm dari ujung batang. Bekas pangkasan dioles menggunakan larutan fungisida/bakterisida organik untuk menghindari infeksi cendawan maupun bakteri. Pemangkasan batang akan merangsang tumbuhnya cabang produktif seragam. Tunas baru (muncul di bagian bawah) juga harus dipangkas.
- Pemangkasan Generatif Cabang Tanaman
Setelah pemangkasan vegetatif di bagian pangkal batang utama, maka akan muncul cabang produktif secara alami pada ujung batang tersebut. Umumnya akan muncul 4-5 cabang produktif. Lakukan seleksi cabang produktif tersebut, pilih 3-4 cabang paling besar, sehat, kekar, serta berwarna hijau gelap. Pemangkasan tetap dilakukan pada setiap tunas baru yang muncul di cabang produktif hingga cabang produktif mencapai ukuran 70-100 cm. Saat cabang produktif telah mencapai ukuran tersebut, segera pangkas 5-10 cm dari ujung cabang. Setelah dilakukan pemotongan pada ujung cabang produktif, maka pemangkasan dilakukan terhadap semua tunas baru yang muncul pada tanaman buah naga. Pemotongan tunas tersebut bertujuan agar serapan nutrisi tanaman digunakan secara optimal untuk pembentukan bunga maupun buah. Perlu diperhatikan bahwa setiap kali melakukan pemangkasan harus segera diikuti pengolesan larutan pestisida organik di bekas pangkasan tersebut.

6. Seleksi Bunga dan Buah
Tanaman mulai berbunga ditandai munculnya bunga pada cabang produktif. Biasanya akan muncul lebih dari satu bunga. Oleh karena itu, seleksi bunga dilakukan saat bunga masih kecil, sehingga nutrisi tidak digunakan untuk perkembangan bunga yang akan dibuang. Pilih 2-3 bunga terbesar, sehat, berwarna cerah, serta segar pada setiap cabang produktif (jarak antarbunga kurang lebih 30 cm).

7. Sanitasi Kebun
Sanitasi kebun merupakan kegiatan membersihkan kebun dari gulma (tumbuhan pengganggu), batang atau cabang bekas pangkasan, serta perawatan saluran irigasi agar tidak menimbulkan genangan air saat musim hujan. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit, menjaga kelembaban areal pertanaman, serta pengurangi perebutan unsur hara antara tanaman buah naga dengan gulma.
Batang atau cabang bekas pangkasan segera dikumpulkan lalu dimusnahkan saat melakukan pemangkasan. Caranya sediakan wadah, saat melakukan pemangkasan, hasil pangkasan langsung dimasukkan ke dalam wadah agar tidak tercecer. Tujuan pengumpulan bekas pangkasan adalah untuk menghindari terjadinya infeksi penyakit pada bekas tanaman tersebut karena berpotensi menulari tanaman sehat. Pengendalian gulma dilakukan dengan melakukan penyiangan secara rutin. Pengendalian gulma dianjurkan tidak menggunakan herbisida, karena bagaimanapun herbisida mengandung bahan aktif yang berpotensi mencemari lingkungan. Penyiangan dilakukan secara kultur teknis menggunakan cangkul atau mencabut langsung terhadap gulma di sekitar titik tanam. Pencangkulan di sekitar titik tanam dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman buah naga.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA BUAH NAGA ORGANIK

Tanaman buah ini tergolong jenis tanaman tahan terhadap serangan hama dan penyakit, seperti halnya tanaman kaktus lain yang memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap serangan hama dan penyakit. Namun, hal ini tidak berarti bahwa tanaman buah naga yang kita budidaya selamanya terhindar dari hama penyakit. Oleh karena itu, upaya pengendalian hama penyakit tersebut tetap harus diterapkan sebagai sebuah kesatuan dalam proses bercocok tanam buah naga. Kerusakan akibat serangan hama dan penyakit tidak hanya menurunkan kualitas maupun kuantitas produksi, tetapi bila tidak dikendalikan bahkan serangan semakin parah juga dapat mematikan tanaman. Oleh karena itu, sejak dini harus dilakukan pengontrolan tanaman serta identifikasi terhadap serangan organisme pengganggu tanaman.

HAMA TANAMAN BUAH NAGA

Hama Tungau (Tetranycus sp.)

Hama Tungau berukuran sangat kecil, berbentuk menyerupai laba-laba serta bersifat polyfag, yaitu menyerang hampir segala jenis tanaman. Serangga dewasa berukuran kurang lebih 1 mm. Hama tungau aktif di siang hari. Siklus hidup tungau diselesaikan antara 14-15 hari. Hama tungau menyerang tanaman buah naga dengan cara menghisap cairan batang maupun cabang. Akibatnya di permukaan kulit batang atau cabang tanaman terserang akan muncul bintik-bintik kuning atau cokelat. Serangan berat akan menyebabkan tanaman buah naga tumbuh tidak normal.
Pengendalian hama tungau pada budidaya organik bisa dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman terserang hama tungau diberikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar (melalui pengocoran), maupun melalui tubuh tanaman (melalui penyemprotan).

Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Salah satu hama utama buah naga adalah kutu kebul. Imago serangga dewasa berukuran 1-1,5 mm, berwarna putih, serta sayapnya ditutupi lapisan lilin bertepung. Serangga dewasa biasanya berkelompok di permukaan bagian bawah cabang. Jika tanaman disentuh biasanya serangga akan beterbangan seperti kabut (kebul putih). Gejala serangan kutu kebul pada tanaman buah naga ditandai adanya bercak nekrotik akibat rusaknya sel-sel serta jaringan tanaman pada batang atau cabang terserang. Ekskresi kutu kebul berupa madu yang merupakan media tempat tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesis berlangsung tidak normal. Selain kerusakan langsung pada tanaman, hama kutu kebul merupakan serangga sangat berbahaya karena berperan sebagai vektor penular virus tanaman. Kerugian akibat serangan kutu kebul dapat mencapai 20-100%. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 60 jenis virus yang berpotensi ditularkan oleh kutu kebul.
Pengendalian hama kutu kebul pada budidaya organik dapat dilakukan secara kultur teknis, yaitu menerapkan metode strip-planting (penerapan tanaman perangkap). Tanaman perangkap bisa ditanam mengelilingi areal budidaya sehingga membentuk pagar yang rapat. Beberapa tanaman yang efektif digunakan sebagai perangkap hama kutu kebul antara lain, jagung, bunga matahari, kacang panjang, maupun buncis. Selain penerapan strip planting, pengendalian gulma juga harus dilakukan secara rutin. Gulma sangat berpotensi sebagai inang kutu kebul.
Untuk mengurangi populasi serangga bisa melakukan pemasangan alat perangkap yellow trap sebanyak 40 buah/ha. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami hama kutu kebul, antara lain sebagai berikut :
  • Kumbang predator Menochilus sexmaculatus (Coccinelidae) yang memiliki siklus hidup 18-24 hari memiliki kemampuan memangsa nimfa kutu kebul sebanyak 200-400 ekor. Satu ekor kumbang betina mampu menghasilkan telur sebanyak 3.000 butir.
  • Parasitoid Encarcia formosa, satu ekor serangga betinanya mampu menghasilkan telur sebanyak 100-200 butir.
Penyemprotan pestisida nabati seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut harus dilakukan secara rutin (interval penyemprotan 3-4 hari sekali).
Untuk memperkuat kondisi tanaman agar mampu bertahan dari infeksi virus yang ditularkan oleh hama kutu kebul maka diperlukan penyemprotan mengunakan nutrisi organik secara rutin, interval penyemprotan setiap 7 hari sekali. Pemberian nutrisi organik bertujuan memberikan asupan yang cukup pada tanaman, sehingga tanaman tetap sehat. Tanaman sehat memiliki daya tahan baik dari serangan hama dan penyakit.

Hama Kutu Sisik (Pseudococcus sp.)

Hama ini lebih menyukai bagian batang atau cabang tanaman buah naga yang tidak terkena sinar matahari. Batang atau cabang tanaman terserang akan telihat kusam.
Pengendalian hama Peudococcus sp. pada buah naga bisa dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman terserang, berikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar (melalui pengocoran), maupun melalui tubuh tanaman (melalui penyemprotan).

Hama Kutu Batok (Aspidiotus sp.)

Hama kutu batok menyerang tanaman buah naga dengan cara mengisap cairan batang atau cabang, sehingga bagian tanaman terserang menjadi berwarna kuning.
Pengendalian hama (Aspidiotus sp.) pada budidaya organik bisa dilakukan penyemprotan menggunakan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman terserang, berikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar (melalui pengocoran), maupun melalui tubuh tanaman (melalui penyemprotan).

Bekicot

Hama bekicot menyerang tanaman buah naga terutama ketika musim hujan. Bekicot menyerang tanaman buah ini di malam hari dengan cara menggerogoti batang atau cabang tanaman sehingga bagian tanaman terluka berpotensi terinfeksi oleh penyakit sekunder. Penyakit sekunder bisa disebabkan oleh fungi maupun bakteri.
Pengendalian hama bekicot bisa dilakukan secara fisik yaitu melakukan pengontrolan lahan, mengambil berkicot yang menempel di tanaman (cara ini lebih efektif dilakukan saat malam hari, karena bekicot memiliki aktifitas tinggi di malam hari).

Semut

Umumnya, semut akan muncul saat tanaman buah naga mulai berbunga. Bunga memiliki aroma khas serta mengeluarkan cairan berasa manis. Hama semut menyerang dengan mengerubungi bunga yang baru kuncup, selanjutnya mengakibatkan kulit buah akan berbintik-bintik cokelat. Hal tersebut tentunya mengakibatkan kualitas buah turun serta harganya pun menjadi rendah. Pengendalian hama semut pada buah naga organik dilakukan dengan menaburkan kapur di sekitar batang utama.

Burung

Gangguan burung umumnya jarang terjadi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya hama burung menyerang buah masak. Pengendalian hama ini cukup melakukan pemanenan tepat waktu agar dapat mengurangi resiko serangan burung tersebut.

PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA

Tanaman buah ini tergolong tanaman agak tahan terhadap serangan penyakit. Namun, bukan berarti tanaman buah naga tidak berpotensi terserang penyakit, apalagi jika lingkungan budidaya tidak sesuai syarat pertumbuhannya. Umumnya penyakit mulai menyerang tanaman akibat sanitasi kebun tidak dijaga baik. Jika tanaman terserang penyakit maka harus segera dilakukan penanganan agar tidak menyebar ke tanaman lain. Berikut beberapa penyakit yang biasa ditemui pada tanaman buah naga berikut cara pengendaliannya :

Penyakit Busuk Pangkal Batang

Penyakit busung pangkal batang umumnya menyerang saat awal penanaman. Gejala serangan ditandai adanya pembusukan di pangkal batang sehingga menyebabkan batang berair serta berwarna kecokelatan. Di daerah terserang terdapat bulu-bulu putih halus yang merupakan miselium cendawan. Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Sclerotium rolfsii Sacc. (lebih sering menyerang tanaman saat cuaca lembab).
Upaya pengendalian Penyakit busuk pangkal batang pada buah naga dapat dilakukan dengan pengaturan drainase maupun kelembaban saat musim hujan. Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Upaya lainnya adalah memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. atau Gliocldium sp.

Penyakit Busuk Bakteri

Serangan penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas sp. Gejala tanaman terserang penyakit busuk bakteri ditandai adanya pembusukan pangkal batang, terdapat lendir putih kekuningan di daerah serangan, serta tanaman tampak kusam hingga layu.
Pengendalian terhadap serangan penyakit busuk bakteri ini dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan tanaman terserang, serta membuang tanah disekitar titik tanam dari areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebut jangan sampai tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi kapur agar pH tanah lokal meningkat. Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Upaya lainnya adalah memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. maupun Gliocldium sp.

Penyakit Layu Fusarium

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporium. Gejala serangan antara lain cabang tanaman berkerut, layu, lalu membusuk berwarna cokelat. Secara umum gejala yang tampak hampir sama dengan serangan penyakit busuk bakteri.
Pengendalian terhadap serangan penyakit Fusarium oxysporium pada budidaya organik dilakukan dengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, perbaikan drainase untuk mencegah adanya genangan air, pencabutan tanaman terserang, serta membuang tanah disekitar titik tanam dari areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebut jangan sampai tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi kapur agar pH tanah lokal meningkat. Penyemprotan tanaman menggunakan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Upaya lainnya adalah memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp. maupun Gliocldium sp.

PANEN BUAH NAGA

Panen merupakan kegiatan memetik buah yang telah siap panen atau mencapai kematangan optimal sesuai standar permintaan pasar. Tujuan dari kegiatan panen ini adalah memperoleh hasil dari kegiatan budidaya, yaitu memetik buah sesuai tingkat kematangan yang dikehendaki. Umumnya produk hortikultura merupakan produk yang cepat sekali rusak. Meskipun mutunya bagus, tetapi jika pemanenan dilakukan tidak benar maka akan menurunkan kualitas buahnya. Bagian ini akan membahas tentang panen buah naga Super Red (Hylocereus costaricensis).
Setelah tanaman buah ini berumur 1,5-2 tahun, tanaman mulai berbunga. Jenis Super Red siap panen memerlukan waktu antara 50-55 hari sejak muncul bunga. Setelah bunga muncul pada bagian cabang atau tangkai buah diberi tanda tanggal munculnya bunga tersebut menggunakan kertas dan ditulis menggunakan spidol, lalu kertas dibungkus plastik bening agar tidak rusak. Biasanya pada 2 tahun pertama, setiap tiang mampu menghasilkan 8-10 buah dengan bobot 400-600 gram/buah. Umur produktif tanaman buah naga berkisar 15-20 tahun.

Ciri-Ciri Buah Siap Panen Antara Lain:

  • Umur buah sejak telah mencapai 50-55 hari setelah muncul bunga;
  • Warna kulit buah mengkilat, sisik berubah dari hijau menjadi kemerahan;
  • Mahkota buah telah mengecil;
  • Kedua pangkal buah keriput dan kering;
  • Bentuk buah bulat sempurna serta besar dengan bobot diperkirakan 400-600g.
Waktu panen sebaiknya dilakukan pagi hari antara pukul 06.00-09.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00. Pemanenan dilakukan saat cuaca cerah tidak sedang hujan. Hindari pemanenan kondisi lembab karena dapat memicu serangan patogen saat penyimpanan.
Pemanenan buah harus dilakukan secara benar untuk menjaga kualitas buah. Cara maupun tahap pemanenan adalah sebagai berikut :
  • Kenakan sarung tangan agar tidak melukai kulit buah.
  • Gunakan gunting atau alat potong lain yang tajam untuk memotong tangkai buah.
  • Potong buah tepat pada tangkainya, lakukan secara hati-hati, jangan sampai melukai kulit buah maupun percabangan tempat buah tersebut.
  • Bungkus buah hasil panenan menggunakan kertas koran lalu letakkan ke dalam keranjang dengan posisi tangkai buah menghadap ke bawah. Bagian bawah (dasar keranjang) diberi alas menggunakan daun kering atau kertas koran.
  • Bagian atas buah juga diberi alas untuk meletakkan buah pada lapisan di atasnya, bisa menggunakan daun kering/kertas koran, sehingga dapat mengurangi tekanan buah pada lapisan di atasnya.
  • Tinggi lapisan buah di keranjang tidak lebih dari tiga lapis agar buah bagian bawah tidak menerima beban terlalu berat.

Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Kategori Otomotif, Teknologi, dan Bisnis

Mobil (20) Gadget (15) Motor (12) Internet (11) Teknologi (6) LAIN-LAIN (1)