Kutu Putih Pseudococcus sp.

Kutu Putih Pseudococcus sp. merupakan salah satu hama utama yang harus dikendalikan oleh petani atau pembudidaya tanaman. Bersifat polifag,...

Kutu Putih Pseudococcus sp. merupakan salah satu hama utama yang harus dikendalikan oleh petani atau pembudidaya tanaman. Bersifat polifag, hampir semua jenis tanaman berpotensi terserang oleh kutu putih. Tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh serangan Pseudococcus sp. mulai dari sedang hingga tinggi. Pada serangan tinggi, resiko yang ditimbulkan bisa mengakibatkan kegagalan budidaya.

Klasifikasi Kutu Putih Pseudococcus sp.

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Hemiptera
Suborder: Sternorrhyncha
Family: Pseudococcidae
Genus: Pseudococcus

Anggota family Pseudococcidae memiliki serbuk putih menyerupai lilin yang membungkus seluruh bagian tubuhnya. Serbuk lilin tersebut melindunginya dari serangan predator, bahkan bisa membuat aplikasi pestisida tidak efektif jika tidak disertai surfaktan yang kuat. Biasanya hama ini bersarang di buku-buku tanaman atau permukaan daun muda, dan bisa merusak ujung akar maupun batang bawah tanaman. Berbagai jenis tanaman bisa terserang oleh kutu putih, terutama tanaman buah dan tanaman hias.

Gejala Serangan

Tanaman gagal membentuk tunas baru, daun tua akan menguning, layu, dan rontok satu per satu. Bagian akar menjadi kempis, permukaan cekung, dan tampak kurus. Pada serangan parah, tanaman akan menguning, layu, lalu mati.

Kutu Putih Pseudococcus sp

Penyebab

Karena berukuran sangat ringan, kutu putih mudah berpindah tempat, sehingga tingkat penyebarannya sangat tinggi, terutama pada musim kemarau. Selain mampu berpindah sendiri, penyebaran juga bisa dibantu oleh angin, manusia, atau burung. Adanya lapisan lilin di tubuhnya membuat kutu putih mudah melekat pada apa saja, termasuk pakaian, alat kebun, dan kaki burung.

Siklus hidupnya berlangsung antara 1-5 bulan, tergantung pada spesies, iklim, dan tempat tumbuh. Setiap tahun, kutu putih mampu menurunkan 2-4 generasi. Imago betina dapat menghasilkan telur sebanyak 300-500 butir, dan akan menetas 6-20 hari kemudian.

Upaya Pengendalian

Jika tampak kutu putih di media tanam atau tanah, kemungkinan akar sudah terserang. Bagian tanaman yang rusak biasanya dijadikan sebagai tempat persembunyian. Musnahkan segera tanaman terserang. Lakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif imidakloprid, asetamiprid, lamda sihalotrin, dan klorpirifos. Penyemprotan dilakukan dengan interval 4 hari sekali, dengan menyelingan bahan aktif setiap kali semprot.

Kategori Pertanian, Perikanan, dan Peternakan

Kategori Otomotif, Teknologi, dan Bisnis

Mobil (20) Gadget (15) Motor (12) Internet (11) Teknologi (6) LAIN-LAIN (1)